🧾 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MENDALAM
BAB 7. LINGKUNGAN HIDUP DAN PENGELOLAAN LIMBAH ELEKTRONIK
I. IDENTIFIKASI
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Mata Pelajaran | K3LH (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup) |
| Satuan Pendidikan | SMKS Bakti 17 |
| Pendidik Pengampu | Achmad Rawi Baihaqi, S.Kom |
| Fase/Kelas/Semester/Jurusan | E / X / 2 / Teknik Komputer dan Jaringan |
| Waktu | 2 Pertemuan (2 × 45 menit) |
| Pengetahuan Awal | Peserta didik telah memahami dasar K3LH dan praktik aman di laboratorium TKJ. Mereka telah mengenal risiko kerja dan alat pelindung diri (APD). |
Identifikasi Peserta Didik
-
Sebagian besar siswa memiliki minat terhadap teknologi dan praktik jaringan.
-
Pengetahuan awal mereka tentang isu lingkungan dan e-waste masih rendah.
-
Diperlukan pendekatan pembelajaran kontekstual dan berbasis proyek agar siswa terlibat aktif.
-
Gaya belajar dominan: visual dan kinestetik.
Analisis Materi
-
Jenis pengetahuan: Konseptual, prosedural, dan afektif.
-
Relevansi: Sangat tinggi karena bidang TKJ menghasilkan limbah elektronik.
-
Kesulitan: Sedang — menuntut pemahaman konsep teknis dan kesadaran lingkungan.
-
Nilai karakter yang diintegrasikan: Tanggung jawab, kepedulian lingkungan, disiplin, kerja sama, dan berpikir kritis.
II. DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA
-
Penalaran Kritis
-
Kemandirian
-
Kewargaan
-
Kesehatan
-
Kolaborasi
-
Kreativitas
III. DESAIN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu menjelaskan konsep lingkungan hidup dan e-waste, menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta berperan aktif dalam pengelolaan limbah elektronik secara aman dan berkelanjutan di lingkungan TKJ.
Lintas Disiplin Ilmu
-
IPA: dampak bahan kimia pada kesehatan.
-
Kewirausahaan: ide bisnis daur ulang komponen bekas.
-
Informatika: pengelolaan data limbah digital dan energi.
Tujuan Pembelajaran
-
Menjelaskan konsep lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan dalam bidang TKJ.
-
Mengidentifikasi jenis dan dampak limbah elektronik terhadap kesehatan dan lingkungan.
-
Mendeskripsikan prosedur pengelolaan limbah perangkat keras dan baterai secara aman.
-
Menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di lingkungan sekolah.
-
Menunjukkan peran teknisi TKJ dalam pelestarian lingkungan dan penerapan budaya 5R/5S.
Topik Pembelajaran
-
7.1 Konsep Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
-
7.2 Limbah Elektronik (E-Waste) dan Dampaknya
-
7.3 Pengelolaan Limbah Perangkat TKJ
-
7.4 Daur Ulang dan Pengurangan Limbah
-
7.5 Peran Teknisi TKJ dalam Budaya 5R/5S
Praktik Pedagogis
Model Pembelajaran:
-
Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
-
Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning)
-
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)
Strategi: Diskusi, observasi lapangan, refleksi, dan presentasi hasil proyek.
Metode: Tanya jawab, demonstrasi, studi kasus, penugasan individu dan kelompok.
Kemitraan Pembelajaran
-
Kolaborasi dengan guru IPA (pembahasan zat kimia berbahaya pada limbah).
-
Kemitraan dengan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI) bidang servis komputer untuk praktik daur ulang.
-
Kegiatan kampanye lingkungan bersama OSIS atau Komunitas Hijau Sekolah.
Lingkungan Pembelajaran
-
Ruang fisik: Laboratorium TKJ, ruang kelas, dan area daur ulang sekolah.
-
Budaya belajar: Saling menghargai, bertanggung jawab terhadap kebersihan, berani mengemukakan pendapat.
-
Ruang virtual: Platform Google Classroom untuk berbagi materi dan hasil proyek.
Pemanfaatan Digital
-
Video edukasi tentang e-waste.
-
Canva untuk membuat poster “Save Our Earth from E-Waste”.
-
Quizizz / Google Form untuk evaluasi formatif.
-
Padlet untuk refleksi bersama dan ide daur ulang kreatif.
IV. PERTEMUAN PERTAMA (2 × 45 Menit)
Langkah-Langkah Pembelajaran
A. Pendahuluan (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
-
Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa.
-
Mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata: “Ke mana perginya sampah elektronik komputer bekas kita?”
-
Memutar video singkat “The Hidden Dangers of E-Waste”.
-
Menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran.
🕒 Waktu: 10 menit
B. Inti (Pembelajaran Berkesadaran dan Bermakna)
1. Memahami
-
Siswa membaca bahan bacaan tentang konsep pembangunan berkelanjutan dan jenis limbah elektronik.
-
Diskusi kelompok untuk mengidentifikasi sumber e-waste di lab TKJ.
-
Guru membimbing siswa membuat peta konsep “Siklus Hidup Perangkat Jaringan”.
🕒 Waktu: 25 menit
2. Mengaplikasi
-
Siswa melakukan mini-survei di laboratorium untuk mencatat perangkat bekas/rusak.
-
Siswa merancang prosedur pemilahan limbah TKJ berdasarkan kategori (kabel, baterai, logam, plastik).
-
Diskusi tentang solusi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan budaya 5R/5S.
🕒 Waktu: 30 menit
3. Merefleksi
-
Siswa mengisi lembar refleksi diri:
“Apa yang bisa saya lakukan sebagai calon teknisi agar lab TKJ bebas e-waste?” -
Diskusi kelas tentang pengalaman belajar dan ide perubahan nyata.
🕒 Waktu: 10 menit
C. Penutup (Menggembirakan dan Reflektif)
-
Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.
-
Guru memberikan umpan balik apresiatif.
-
Guru memberi tugas proyek: Desain Poster Edukasi tentang Pengelolaan Limbah Elektronik di Sekolah.
-
Penutup doa dan refleksi.
🕒 Waktu: 10 menit
V. ASESMEN PEMBELAJARAN
1. Jenis Asesmen
| Jenis Asesmen | Tujuan | Instrumen |
|---|---|---|
| Penilaian Diri | Menilai kesadaran dan tanggung jawab diri | Lembar refleksi |
| Penilaian Sejawat | Mengukur kolaborasi dan komunikasi | Lembar observasi kelompok |
| Penilaian Produk | Menilai hasil proyek (poster, laporan) | Rubrik kreativitas dan isi |
| Tes Formatif | Mengukur pemahaman konsep | Soal pilihan ganda dan uraian |
| Portofolio | Dokumentasi proyek dan ide | Kumpulan laporan & poster digital |
2. Contoh Tes Formatif (10 Soal + Kunci Jawaban)
| No | Soal | Kunci Jawaban |
|---|---|---|
| 1 | Apa yang dimaksud dengan e-waste? | Limbah elektronik dari perangkat komputer dan jaringan. |
| 2 | Sebutkan dua bahan berbahaya pada e-waste! | Timbal (Pb) dan Merkuri (Hg). |
| 3 | Apa tujuan utama prinsip 3R? | Mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang limbah. |
| 4 | Jelaskan dampak e-waste terhadap kesehatan manusia! | Dapat menyebabkan kerusakan saraf dan gangguan pernapasan. |
| 5 | Apa arti budaya 5R/5S dalam lingkungan kerja? | Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin. |
| 6 | Mengapa teknisi TKJ perlu peduli lingkungan? | Karena aktivitasnya menghasilkan limbah elektronik. |
| 7 | Sebutkan contoh penerapan Reduce di lab TKJ! | Menghemat penggunaan listrik atau alat sekali pakai. |
| 8 | Apa manfaat mendaur ulang kabel jaringan bekas? | Mengurangi limbah dan menghemat sumber daya. |
| 9 | Bagaimana cara penyimpanan baterai bekas yang aman? | Diletakkan di wadah tertutup dan tidak terkena panas. |
| 10 | Apa hubungan antara pembangunan berkelanjutan dan TKJ? | TKJ harus berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. |
3. Rencana Asesmen
-
Formatif: Kuis dan observasi aktivitas belajar.
-
Sumatif: Proyek pengelolaan limbah elektronik + presentasi hasil.
4. Rubrik Penilaian Proyek (Sumatif)
| Aspek | Indikator | Skor 1 | Skor 2 | Skor 3 | Skor 4 |
|---|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Konsep | Menjelaskan konsep e-waste dan 3R | Tidak paham | Cukup | Baik | Sangat baik |
| Kreativitas | Ide pengelolaan limbah baru dan realistis | Kurang | Cukup | Baik | Sangat kreatif |
| Kolaborasi | Partisipasi aktif dalam kelompok | Pasif | Cukup aktif | Aktif | Sangat aktif |
| Komunikasi | Penyampaian ide saat presentasi | Tidak jelas | Kurang terstruktur | Jelas | Sangat komunikatif |
| Nilai & Sikap | Tanggung jawab terhadap lingkungan | Kurang peduli | Cukup peduli | Peduli | Sangat peduli |
VI. BAHAN BACAAN
-
Kementerian Lingkungan Hidup. (2022). Panduan Pengelolaan Limbah Elektronik Sekolah Menengah Kejuruan.
-
WHO. (2023). E-Waste and Health Risk Overview.
-
Kompas Edukasi (2024). “Bahaya Limbah Elektronik di Sekolah Kejuruan.”
-
Modul K3LH TKJ SMK Pusat Keunggulan 2025.
VII. STUDI KASUS
Kasus:
Di laboratorium TKJ SMKS Bakti 17 terdapat banyak kabel jaringan rusak, mouse dan keyboard tak terpakai, serta baterai UPS bekas.Pertanyaan Diskusi:
Apa yang sebaiknya dilakukan oleh siswa dan guru untuk menangani limbah tersebut?
Bagaimana cara menerapkan prinsip 3R dalam kasus ini?
Apa risiko jika limbah tersebut dibuang sembarangan?
VIII. CONTOH PRAKTIK BAIK
-
Membuat bank limbah elektronik sekolah untuk dikumpulkan dan disalurkan ke pengepul resmi.
-
Melaksanakan “Green TKJ Day”, di mana siswa membersihkan laboratorium dan memilah perangkat bekas.
-
Mengadakan kompetisi poster lingkungan digital antar kelas.
IX. DAFTAR PUSTAKA
-
Direktorat SMK. (2024). Modul K3LH dan Budaya Kerja Industri untuk TKJ.
-
WHO (2023). E-Waste Global Monitor.
-
Kemdikbudristek. (2024). Profil Pelajar Pancasila dan Pembelajaran Berdiferensiasi.
-
Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
BAB 7. LINGKUNGAN HIDUP DAN PENGELOLAAN LIMBAH ELEKTRONIK
7.1 Konsep Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan dalam Bidang TKJ
A. Pengertian Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang memengaruhi kelangsungan kehidupan.
Dalam konteks Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), lingkungan hidup mencakup ruang kerja, laboratorium, serta ekosistem yang terdampak oleh kegiatan instalasi, perawatan, dan penggunaan perangkat jaringan.
B. Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development)
Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya.
Di bidang TKJ, pembangunan berkelanjutan berarti:
-
Menggunakan perangkat hemat energi (green technology).
-
Mengurangi limbah elektronik.
-
Menghemat sumber daya (listrik, kabel, bahan logam, dll).
-
Menerapkan prinsip efisiensi dan ramah lingkungan dalam setiap kegiatan teknis.
C. Hubungan TKJ dengan Keberlanjutan Lingkungan
Kegiatan dalam bidang TKJ, seperti perakitan komputer, instalasi jaringan, dan perawatan server, menghasilkan limbah elektronik dan konsumsi energi tinggi.
Oleh karena itu, teknisi TKJ harus:
-
Memahami dampak ekologis dari teknologi.
-
Melakukan audit energi dan limbah secara berkala.
-
Menerapkan konsep eco-efficiency dalam pekerjaan.
7.2 Limbah Elektronik (E-Waste) dan Dampaknya terhadap Kesehatan dan Lingkungan
A. Pengertian Limbah Elektronik (E-Waste)
Limbah elektronik adalah barang elektronik yang sudah tidak terpakai atau rusak dan mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3).
Contohnya:
-
Monitor CRT/LCD rusak
-
Kabel jaringan bekas
-
Motherboard, power supply, baterai laptop
-
Router atau switch bekas
B. Jenis Limbah Elektronik
-
Perangkat keras (hardware): CPU, printer, router, kabel, harddisk, dll.
-
Perangkat penyimpanan data: CD/DVD, flashdisk rusak, SSD bekas.
-
Baterai dan komponen listrik: aki, baterai laptop, adaptor.
-
Perangkat input/output: keyboard, mouse, monitor.
C. Dampak Terhadap Kesehatan dan Lingkungan
| Komponen | Zat Berbahaya | Dampak Kesehatan | Dampak Lingkungan |
|---|---|---|---|
| Monitor CRT | Timbal (Pb) | Gangguan saraf dan otak | Pencemaran tanah dan air |
| Baterai | Merkuri (Hg), Kadmium (Cd) | Gangguan ginjal dan sistem saraf | Racun logam berat di tanah |
| PCB (Motherboard) | Tembaga, timbal | Iritasi kulit dan paru-paru | Logam berat mencemari sungai |
| Plastik | PVC | Gas beracun saat dibakar | Polusi udara |
7.3 Pengelolaan Limbah Perangkat Keras, Kabel, Baterai, Komponen Rusak
A. Prinsip Pengelolaan Limbah TKJ
-
Reduce (mengurangi) — mengurangi penggunaan perangkat baru jika tidak perlu.
-
Reuse (menggunakan kembali) — menggunakan kembali komponen yang masih berfungsi.
-
Recycle (mendaur ulang) — memanfaatkan material bekas menjadi produk baru.
B. Prosedur Penanganan Limbah Elektronik
-
Pemilahan
Pisahkan limbah berdasarkan jenisnya (logam, plastik, elektronik, baterai). -
Penyimpanan sementara
Simpan limbah dalam wadah tertutup dan diberi label “Limbah Elektronik”. -
Pengumpulan dan pengiriman
Kirim ke bank sampah elektronik, lembaga daur ulang, atau mitra industri yang berlisensi. -
Pencatatan dan pelaporan
Catat setiap jenis limbah yang dihasilkan untuk evaluasi periodik.
C. Contoh Praktik di Laboratorium TKJ
-
Kabel LAN sisa instalasi dikumpulkan dalam wadah khusus.
-
Komponen komputer rusak disimpan sebelum dikirim ke pengumpul e-waste.
-
Menghindari pembakaran sampah elektronik karena menghasilkan gas beracun.
7.4 Daur Ulang, Reuse, dan Pengurangan Limbah di Laboratorium Jaringan
A. Konsep 3R
-
Reduce — Menghemat penggunaan energi listrik dan alat.
-
Reuse — Menggunakan kembali kabel atau komponen yang masih layak.
-
Recycle — Mendaur ulang logam atau plastik dari perangkat rusak.
B. Praktik Nyata di Sekolah
-
Membuat proyek daur ulang dari komponen komputer bekas (contoh: lampu dari CPU rusak).
-
Mengatur jadwal pembersihan laboratorium TKJ secara rutin.
-
Menghemat listrik dengan mematikan perangkat yang tidak digunakan.
C. Rencana Tindakan Pengurangan Limbah Digital
-
Hemat listrik di ruang server.
-
Gunakan printer hemat tinta dan double-sided printing.
-
Simpan data di cloud storage untuk mengurangi penggunaan perangkat keras.
7.5 Peran Teknisi TKJ dalam Pelestarian Lingkungan dan Budaya 5R/5S
A. Pengertian 5R/5S
Budaya kerja 5R/5S adalah prinsip yang diterapkan untuk menciptakan lingkungan kerja bersih, tertib, dan efisien.
| Bahasa Jepang | Bahasa Indonesia | Makna |
|---|---|---|
| Seiri | Ringkas | Pilih yang perlu dan buang yang tidak perlu |
| Seiton | Rapi | Tempatkan semua barang sesuai fungsinya |
| Seiso | Resik | Bersihkan area kerja dari debu dan kotoran |
| Seiketsu | Rawat | Pelihara kebersihan dan kerapian secara rutin |
| Shitsuke | Rajin | Biasakan disiplin dan tanggung jawab dalam bekerja |
B. Penerapan 5R/5S di Laboratorium TKJ
-
Menyusun kabel dan alat di rak sesuai label.
-
Membersihkan meja kerja dan komputer setelah digunakan.
-
Melatih disiplin waktu dan kerapian kerja.
-
Mengarsipkan data digital dengan sistematis.
C. Peran Teknisi TKJ dalam Pelestarian Lingkungan
-
Menjadi contoh perilaku ramah lingkungan.
-
Melaksanakan audit limbah laboratorium.
-
Menerapkan prinsip Green Networking (hemat energi, efisiensi bandwidth).
-
Menyusun kebijakan penggunaan alat dan energi secara efisien.
📚 BAHAN BACAAN TAMBAHAN
-
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
-
Peraturan Pemerintah No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun.
-
Artikel: “E-Waste Management in ICT Industry” – International Telecommunication Union (ITU).
-
Buku: Teknologi Ramah Lingkungan di Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, oleh Eko Widodo (2022).
📘 STUDI KASUS
Kasus 1: Limbah Laboratorium TKJ Sekolah
Laboratorium TKJ di SMKS Bakti 17 menghasilkan banyak perangkat rusak seperti kabel, harddisk, dan monitor. Banyak limbah disimpan tanpa pengelolaan yang benar dan sebagian dibuang ke tempat sampah umum.
Pertanyaan:
-
Apa bahaya dari praktik tersebut bagi kesehatan dan lingkungan?
-
Langkah apa yang sebaiknya dilakukan siswa dan guru untuk mengelola limbah dengan benar?
-
Bagaimana prinsip 3R dapat diterapkan dalam kasus ini?
💡 CONTOH PRAKTIK LAPANGAN
-
Membuat proyek bank sampah elektronik sekolah.
-
Melakukan pameran hasil daur ulang komponen komputer bekas.
-
Melakukan kampanye digital “Go Green TKJ” melalui media sosial sekolah.
-
Melaksanakan piket laboratorium 5S setiap minggu.