RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) PEMBELAJARAN MENDALAM
BAB 8. Budaya Kerja Industri dan Profesionalisme
IDENTIFIKASI
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Mata Pelajaran | K3LH (Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup) |
| Satuan Pendidikan | SMKS Bakti 17 |
| Pendidik Pengampu | Achmad Rawi Baihaqi, S.Kom |
| Fase/Kelas/Semester/Jurusan | Fase E / X / 2 / Teknik Komputer dan Jaringan |
| Waktu | 2 Pertemuan (2 x 45 menit) |
| Pengetahuan Awal | Peserta didik telah memahami konsep dasar K3LH dan budaya kerja di lingkungan sekolah |
| Peserta Didik | Peserta didik memiliki latar belakang pemahaman dasar tentang kerja tim, keselamatan kerja, dan tanggung jawab, namun perlu pendalaman nilai profesionalisme dan budaya industri. |
| Materi Pelajaran | Analisis budaya kerja dan profesionalisme dalam industri komputer dan jaringan serta penerapannya di lingkungan sekolah dan laboratorium. |
| Dimensi Profil Pelajar Pancasila | 1. Penalaran Kritis 2. Kolaborasi 3. Kewargaan 4. Kreativitas 5. Kemandirian 6. Komunikasi |
DESAIN PEMBELAJARAN
Capaian Pembelajaran (CP)
Peserta didik mampu menunjukkan pemahaman, sikap, dan perilaku kerja profesional sesuai nilai-nilai budaya kerja industri, serta menerapkannya dalam konteks kerja bidang komputer dan jaringan.
Lintas Disiplin Ilmu
-
Etika profesi (Sosiologi Industri)
-
Manajemen proyek jaringan komputer
-
Bahasa Indonesia (komunikasi profesional)
TUJUAN PEMBELAJARAN
8.1 Pengertian Budaya Kerja dan Etos Kerja di Industri Komputer dan Jaringan
-
Menjelaskan pengertian budaya kerja industri serta kaitannya dengan lingkungan kerja di bidang komputer dan jaringan.
-
Mengidentifikasi unsur etos kerja positif: semangat, tanggung jawab, dan produktivitas.
-
Menganalisis pentingnya penerapan budaya kerja untuk meningkatkan efisiensi, kualitas kerja, dan kepuasan pelanggan.
-
Menunjukkan sikap profesional dalam kegiatan praktik di laboratorium.
8.2 Nilai-Nilai Profesionalisme
-
Menjelaskan makna profesionalisme teknisi jaringan.
-
Menunjukkan contoh penerapan disiplin, tanggung jawab, dan keselamatan kerja.
-
Menjelaskan pentingnya kerjasama tim dalam proyek jaringan.
-
Berlatih bekerja sama secara efektif dalam kelompok.
8.3 Komunikasi Efektif di Lingkungan Kerja
-
Memahami konsep komunikasi efektif di tempat kerja.
-
Membedakan komunikasi vertikal dan horizontal.
-
Menyusun dan menyampaikan laporan teknis dengan bahasa profesional.
-
Menerapkan etika komunikasi dengan klien dan tim.
8.4 Budaya Kerja 5R/5S
-
Menjelaskan prinsip 5R/5S (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin).
-
Menerapkan prinsip 5R/5S di laboratorium TKJ.
-
Menunjukkan sikap disiplin menjaga kebersihan dan keamanan area kerja.
-
Membuat rencana penerapan budaya 5R/5S di proyek jaringan sekolah.
8.5 Refleksi Diri dan Pengembangan Karakter
-
Mengenali kelebihan dan kekurangan diri.
-
Menyusun rencana pengembangan diri sebagai teknisi profesional.
-
Menunjukkan sikap terbuka terhadap umpan balik.
-
Meneladani nilai kejujuran, disiplin, dan kerja keras.
TOPIK PEMBELAJARAN
BAB 8 – Budaya Kerja Industri dan Profesionalisme
PRAKTIK PEDAGOGIS
-
Model: Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)
-
Strategi: Diskusi kelompok, studi kasus, simulasi komunikasi kerja, refleksi diri
-
Metode: Problem Solving, Kolaboratif, dan Inkuiri Terbimbing
KEMITRAAN PEMBELAJARAN
Kolaborasi dengan:
-
Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) mitra TKJ
-
Guru lintas mata pelajaran (Bahasa Indonesia dan PKK)
-
Kegiatan simulasi komunikasi klien dan supervisor
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN
-
Fisik: Laboratorium TKJ, ruang kelas, area praktik jaringan
-
Virtual: Google Classroom / Edmodo untuk diskusi reflektif
-
Budaya belajar terbuka, menghargai pendapat, dan disiplin industri
PEMANFAATAN DIGITAL
-
Video pembelajaran tentang budaya kerja industri
-
Modul digital interaktif K3LH
-
Forum diskusi daring untuk refleksi diri
-
Aplikasi kuis (Quizizz / Kahoot) untuk asesmen formatif
PERTEMUAN PERTAMA
Pengalaman Belajar
Langkah-Langkah Pembelajaran
AWAL (10 menit)
Prinsip: Berkesadaran dan Menggembirakan
-
Guru memberi salam dan memotivasi dengan kisah nyata teknisi profesional di industri IT.
-
Apersepsi: Tanya jawab tentang “apa yang dimaksud budaya kerja profesional?”
-
Menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaatnya bagi masa depan karier siswa.
INTI (60 menit)
Memahami (Prinsip: Berkesadaran dan Bermakna)
-
Guru menayangkan video singkat tentang “Budaya Kerja di Industri Komputer dan Jaringan”.
-
Siswa membaca bahan bacaan:
Budaya kerja adalah seperangkat nilai, kebiasaan, dan perilaku yang menjadi pedoman dalam bekerja untuk mencapai hasil terbaik dengan profesionalisme tinggi. Dalam bidang TKJ, budaya kerja mencakup ketepatan waktu, disiplin, tanggung jawab, komunikasi efektif, dan menjaga keselamatan kerja.
-
Diskusi kelompok: “Mengapa etos kerja penting dalam proyek jaringan?”
-
Presentasi hasil diskusi dan umpan balik dari guru.
Mengaplikasi (Prinsip: Bermakna dan Menggembirakan)
-
Siswa dibagi menjadi kelompok kecil untuk melakukan simulasi kerja proyek jaringan:
-
Satu kelompok berperan sebagai teknisi, satu sebagai klien, satu sebagai supervisor.
-
Tujuan: menerapkan nilai profesionalisme, komunikasi, dan 5S dalam kerja tim.
-
-
Guru mengamati sikap kerja siswa (disiplin, tanggung jawab, kerjasama).
Merefleksi (Prinsip: Berkesadaran)
-
Siswa menulis refleksi singkat:
Apa nilai profesionalisme yang sudah saya miliki? Apa yang perlu saya perbaiki?
-
Diskusi kelas: membagikan pengalaman belajar dan insight dari simulasi kerja.
PENUTUP (10 menit)
Prinsip: Bermakna dan Menggembirakan
-
Guru memberikan umpan balik dan apresiasi terhadap siswa yang aktif.
-
Menyimpulkan pembelajaran hari ini: “Budaya kerja adalah kunci keberhasilan di dunia industri.”
-
Tugas rumah: membuat poster digital tentang “Etos Kerja Profesional di Bidang TKJ”.
ASESMEN PEMBELAJARAN
Jenis dan Teknik Asesmen
| Jenis Asesmen | Bentuk Instrumen | Tujuan Penilaian |
|---|---|---|
| Penilaian Sejawat | Observasi antar kelompok saat simulasi kerja | Mengukur kerjasama dan komunikasi |
| Penilaian Diri | Refleksi individu tentang nilai profesionalisme | Menilai kesadaran diri dan etika kerja |
| Penilaian Proyek | Laporan simulasi kerja dan poster digital | Menilai penerapan budaya kerja |
| Penilaian Produk | Poster digital “Etos Kerja Profesional” | Kreativitas dan pemahaman konsep |
| Tes Tertulis (Formatif) | 10 soal pilihan ganda | Mengukur pemahaman konsep dasar |
| Portofolio | Kumpulan refleksi dan proyek kelompok | Menilai perkembangan belajar siswa |
Contoh Soal Formatif (Pilihan Ganda)
| No | Soal | Jawaban |
|---|---|---|
| 1 | Apa yang dimaksud dengan budaya kerja? | A. Nilai dan kebiasaan yang membentuk perilaku kerja (A) |
| 2 | Etos kerja tinggi ditunjukkan dengan… | D. Disiplin, tanggung jawab, dan produktivitas tinggi (D) |
| 3 | Profesionalisme berarti… | B. Melakukan pekerjaan sesuai standar dan etika kerja (B) |
| 4 | Komunikasi vertikal terjadi antara… | A. Teknisi dengan supervisor (A) |
| 5 | Tujuan utama 5R/5S adalah… | C. Menciptakan tempat kerja bersih, rapi, dan efisien (C) |
| 6 | Nilai tanggung jawab ditunjukkan dengan… | D. Menyelesaikan tugas tepat waktu tanpa pengawasan (D) |
| 7 | Kerjasama tim penting karena… | B. Meningkatkan efektivitas dan kualitas hasil kerja (B) |
| 8 | Sikap profesional ditandai dengan… | C. Integritas dan kejujuran dalam bekerja (C) |
| 9 | Budaya kerja 5R berasal dari… | B. Jepang (B) |
| 10 | Refleksi diri membantu dalam… | D. Menyadari kelebihan dan kekurangan diri (D) |
Rencana Asesmen Sumatif
-
Proyek Kelompok: Simulasi kerja industri TKJ dengan laporan hasil.
-
Tes Sumatif: Esai tentang penerapan nilai profesionalisme dan budaya kerja 5R/5S.
Rubrik Sumatif Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
| Aspek Dinilai | Skor 4 (Sangat Baik) | Skor 3 (Baik) | Skor 2 (Cukup) | Skor 1 (Kurang) |
|---|---|---|---|---|
| Pemahaman Konsep | Menjelaskan dengan jelas dan mengaitkan dengan dunia kerja | Menjelaskan dengan benar namun belum lengkap | Menjawab sebagian konsep | Tidak memahami konsep |
| Sikap Profesional | Konsisten disiplin, tanggung jawab, dan komunikatif | Terkadang menunjukkan sikap profesional | Kurang konsisten | Tidak menunjukkan sikap profesional |
| Kerjasama Tim | Aktif, menghargai pendapat, dan berbagi tugas dengan baik | Bekerja sama dengan cukup baik | Kurang aktif dalam tim | Tidak berpartisipasi |
| Produk/Poster Digital | Kreatif, informatif, dan orisinal | Baik, namun kurang menarik | Kurang lengkap | Tidak sesuai tema |
Bahan Bacaan
-
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Modul K3LH dan Budaya Kerja Industri SMK.
-
Wibowo, S. (2021). Etos Kerja Profesional di Era Industri 4.0. Jakarta: Elex Media.
-
Jurnal Pendidikan Vokasi (2023). Penerapan Budaya 5R/5S di Lingkungan Kerja Industri Teknologi.
-
Sumber daring: www.kemnaker.go.id (Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri)
BAB 8. BUDAYA KERJA INDUSTRI DAN PROFESIONALISME
8.1 Pengertian Budaya Kerja dan Etos Kerja di Industri Komputer dan Jaringan
A. Pengertian Budaya Kerja
Budaya kerja adalah nilai-nilai, kebiasaan, dan pola perilaku yang menjadi pedoman seseorang dalam bekerja di suatu lingkungan. Dalam dunia industri komputer dan jaringan, budaya kerja menentukan bagaimana seorang teknisi bekerja dengan disiplin, teliti, efisien, dan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaannya.
Budaya kerja bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga komitmen dan sikap mental positif terhadap pekerjaan. Contohnya:
-
Datang tepat waktu dan siap bekerja dengan peralatan yang lengkap.
-
Menjaga kebersihan dan kerapihan tempat kerja.
-
Melaporkan pekerjaan dengan jelas dan profesional.
-
Bekerja sesuai standar operasional (SOP) perusahaan.
B. Pengertian Etos Kerja
Etos kerja adalah semangat atau motivasi seseorang dalam melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan kejujuran.
Teknisi jaringan dengan etos kerja tinggi akan berusaha memberikan hasil terbaik tanpa harus diawasi terus-menerus.
Contoh penerapan etos kerja dalam bidang TKJ:
-
Menyelesaikan instalasi jaringan sesuai waktu dan prosedur.
-
Menjaga kualitas kerja agar tidak menimbulkan gangguan jaringan.
-
Tidak menunda pekerjaan meskipun tugas terasa sulit.
-
Siap belajar hal baru agar terus berkembang.
C. Hubungan Budaya Kerja dan Etos Kerja
Budaya kerja adalah “lingkungan nilai”, sedangkan etos kerja adalah “jiwa” dari individu yang bekerja di dalamnya.
Jika keduanya bersinergi, akan terbentuk profesionalisme dan produktivitas tinggi di tempat kerja.
💡 Contoh Kasus:
Seorang teknisi TKJ di perusahaan ISP selalu datang tepat waktu, menyiapkan alat kerja dengan rapi, melapor ke supervisor, dan menyelesaikan tugas dengan akurat. Ia dihargai karena memiliki budaya kerja yang baik (disiplin, bersih, tertib) dan etos kerja tinggi (semangat, tanggung jawab, profesional).
8.2 Nilai-Nilai Profesionalisme: Disiplin, Tanggung Jawab, Keselamatan, Kerjasama Tim
A. Pengertian Profesionalisme
Profesionalisme adalah kemampuan dan sikap seseorang dalam melaksanakan pekerjaan sesuai keahlian, etika, dan standar industri.
Seorang teknisi jaringan profesional tidak hanya ahli secara teknis, tetapi juga berperilaku sopan, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi integritas kerja.
B. Nilai-Nilai Utama Profesionalisme
-
Disiplin
-
Menepati waktu dan janji kerja.
-
Mengikuti aturan dan prosedur keselamatan (SOP).
-
Menyusun laporan kerja secara tepat dan benar.
Contoh: Menyelesaikan konfigurasi router sesuai jadwal dan tidak menunda pekerjaan.
-
-
Tanggung Jawab
-
Menyelesaikan tugas tanpa alasan atau menyalahkan orang lain.
-
Menjaga alat dan peralatan jaringan agar tidak rusak.
-
Melaporkan kendala kepada supervisor dengan jujur.
Contoh: Jika kabel jaringan rusak akibat kesalahan sendiri, mengakui dan memperbaikinya.
-
-
Keselamatan (Safety)
-
Menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan atau sepatu safety.
-
Mematikan sumber listrik sebelum melakukan instalasi.
-
Menghindari area berbahaya dan menjaga kabel agar tidak menimbulkan risiko.
Contoh: Saat memasang jaringan di plafon, teknisi memastikan tangga stabil dan area aman.
-
-
Kerjasama Tim (Teamwork)
-
Bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
-
Menghargai pendapat dan kontribusi rekan kerja.
-
Menyelesaikan konflik dengan komunikasi terbuka.
Contoh: Dalam proyek instalasi LAN di laboratorium, anggota tim saling berbagi tugas seperti setting IP, crimping kabel, dan dokumentasi.
-
8.3 Komunikasi Efektif di Lingkungan Kerja: Teknisi, Klien, dan Supervisor
A. Pengertian Komunikasi Efektif
Komunikasi efektif adalah proses penyampaian pesan yang jelas, sopan, dan mudah dipahami antara dua pihak, sehingga tercapai kesamaan pemahaman dan tujuan.
Dalam dunia kerja TKJ, komunikasi efektif sangat penting antara:
-
Teknisi ↔ Klien (Customer)
Menjelaskan masalah jaringan dan solusi dengan bahasa yang sederhana dan sopan. -
Teknisi ↔ Supervisor (Atasan)
Melaporkan hasil kerja, kendala teknis, dan kebutuhan alat secara profesional. -
Teknisi ↔ Rekan Kerja (Tim)
Koordinasi pekerjaan agar tidak tumpang tindih dan menjaga kerja sama tim.
B. Jenis Komunikasi di Tempat Kerja
-
Komunikasi Vertikal:
-
Dari bawahan ke atasan (laporan pekerjaan).
-
Dari atasan ke bawahan (instruksi atau arahan).
-
-
Komunikasi Horizontal:
-
Antar rekan kerja atau antar divisi sejajar.
-
-
Komunikasi Eksternal:
-
Dengan pelanggan, vendor, atau mitra bisnis.
-
C. Prinsip Komunikasi Efektif
-
Jelas: Sampaikan pesan dengan bahasa yang mudah dimengerti.
-
Sopan: Gunakan bahasa yang menghargai lawan bicara.
-
Tepat Waktu: Sampaikan laporan sesuai jadwal kerja.
-
Dua Arah: Dengarkan umpan balik dan tanggapi dengan baik.
💡 Contoh Kasus:
Seorang teknisi menjelaskan kepada klien bahwa koneksi lambat disebabkan oleh switch yang overheat, bukan oleh layanan internet. Ia memberikan solusi penggantian switch dengan cara sopan dan profesional. Akibatnya, klien tetap percaya dan puas dengan pelayanan tersebut.
8.4 Kebersihan, Kerapihan, dan Keamanan Tempat Kerja (5R/5S) sebagai Budaya Kerja
A. Pengertian 5R/5S
Budaya 5R (dalam bahasa Indonesia) atau 5S (dalam bahasa Jepang) adalah sistem kerja yang menekankan kebersihan, kerapihan, dan keteraturan agar tempat kerja aman, nyaman, dan produktif.
| Bahasa Indonesia | Bahasa Jepang | Arti |
|---|---|---|
| Ringkas | Seiri | Pisahkan barang yang perlu dan tidak perlu |
| Rapi | Seiton | Atur barang sesuai tempatnya |
| Resik | Seiso | Bersihkan area kerja secara rutin |
| Rawat | Seiketsu | Jaga kebersihan dan keteraturan |
| Rajin | Shitsuke | Disiplin menjaga kebiasaan baik |
B. Manfaat Penerapan 5R/5S
-
Meningkatkan efisiensi kerja teknisi.
-
Menghindari kecelakaan akibat kabel atau alat berserakan.
-
Menjaga alat tetap awet dan siap pakai.
-
Membentuk karakter kerja yang teratur dan disiplin.
C. Penerapan 5R/5S di Laboratorium TKJ
-
Ringkas: Buang kabel rusak dan pisahkan alat yang tidak digunakan.
-
Rapi: Simpan alat di rak dengan label (misalnya “Kabel LAN”, “Switch”, “Crimping Tool”).
-
Resik: Bersihkan debu pada perangkat jaringan.
-
Rawat: Lakukan pemeriksaan alat mingguan.
-
Rajin: Biasakan menjaga kebersihan sebelum dan sesudah praktik.
💡 Contoh Kasus:
Di Lab TKJ, setiap tim diberi tanggung jawab menjaga area kerja. Setelah praktik, mereka wajib merapikan kabel, membersihkan meja, dan mengembalikan alat ke tempat semula. Hasilnya, lab menjadi nyaman dan efisien untuk digunakan bersama.
8.5 Refleksi Diri dan Pengembangan Karakter Teknisi TKJ
A. Refleksi Diri
Refleksi diri adalah proses menilai dan menyadari kelebihan serta kekurangan diri sendiri setelah melakukan suatu pekerjaan.
Tujuannya agar kita bisa memperbaiki kekurangan dan mempertahankan kelebihan untuk masa depan.
B. Pengembangan Karakter Teknisi TKJ
Karakter seorang teknisi profesional tidak hanya ditentukan oleh keahlian teknis, tetapi juga oleh sikap dan moral kerja.
Nilai karakter yang harus dimiliki:
-
Jujur – tidak memanipulasi hasil kerja atau laporan.
-
Disiplin – menepati waktu dan menjaga komitmen kerja.
-
Tanggung jawab – tidak menyalahkan orang lain saat gagal.
-
Kerja keras dan tangguh – tetap fokus walau menghadapi kesulitan.
-
Terbuka terhadap kritik – siap menerima masukan dari atasan dan rekan kerja.
-
Berorientasi perbaikan berkelanjutan (Continuous Improvement) – selalu ingin lebih baik setiap hari.
💡 Contoh Kasus:
Setelah proyek jaringan sekolah selesai, seorang siswa menyadari bahwa laporan proyeknya masih kurang lengkap. Ia memperbaikinya dengan menambah diagram topologi dan dokumentasi hasil uji koneksi. Tindakan ini menunjukkan refleksi diri dan semangat perbaikan berkelanjutan.
Kesimpulan BAB 8
Budaya kerja dan profesionalisme adalah pondasi utama bagi teknisi TKJ dalam menghadapi dunia industri.
Dengan memiliki etos kerja yang tinggi, nilai profesionalisme, kemampuan komunikasi efektif, dan kebiasaan kerja bersih serta disiplin, seorang teknisi akan menjadi tenaga kerja yang handal, dipercaya, dan berintegritas.
Latihan Soal (Opsional)
Pilihan Ganda
-
Budaya kerja di industri komputer dan jaringan berarti…
a. Cara berpakaian teknisi
b. Nilai dan kebiasaan dalam bekerja profesional
c. Gaya komunikasi antar teknisi
d. Aturan perusahaan -
Etos kerja tinggi ditandai dengan…
a. Datang terlambat tapi cepat pulang
b. Semangat dan tanggung jawab tinggi
c. Banyak bicara tapi sedikit bekerja
d. Hanya bekerja jika disuruh -
Prinsip utama 5R adalah…
a. Keindahan
b. Kebersihan dan keteraturan
c. Kenyamanan
d. Keamanan data -
Profesionalisme dapat dilihat dari…
a. Pakaian kerja
b. Perilaku dan kualitas hasil kerja
c. Umur seseorang
d. Banyaknya proyek yang ditangani -
Komunikasi efektif ditandai dengan…
a. Pesan disampaikan dengan cepat
b. Pesan dipahami dengan benar
c. Menggunakan bahasa rumit
d. Berbicara keras