BAB 4. PROSEDUR KERJA AMAN DI LABORATORIUM DAN WORKSHOP TKJ

BAB 4. PROSEDUR KERJA AMAN DI LABORATORIUM DAN WORKSHOP TKJ

4.1 Persiapan Kerja: Area Bersih, Rapi, Aman

Sebelum siswa maupun teknisi melakukan aktivitas di lab atau workshop jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan), tahap persiapan kerja sangat penting untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan efisiensi kerja. Persiapan kerja meliputi beberapa hal berikut:

·         Kebersihan dan kerapihan area kerja: Pastikan ruang lab atau workshop dalam kondisi bersih dari debu, tumpahan cairan, kabel yang berserakan, komponen bekas yang tidak disortir, alat-alat tidak dalam posisi rawan jatuh. Kondisi yang rapi mengurangi risiko tersandung, terjatuh, kerusakan alat atau kecelakaan lainnya. ([turn0search3]turn0search9turn0search0)

·         Penataan kabel, stopkontak, dan peralatan listrik: Pastikan kabel rapi dan tertata (misalnya menggunakan kabel tray atau pengikat kabel), stopkontak dalam kondisi baik, tidak ada kabel terkelupas atau terjepit. Panel listrik, UPS, rak server harus berada di tempat yang aman dan mudah dijangkau.

·         Area kerja aman: Lantai tidak licin atau basah, ventilasi baik, pencahayaan cukup, ruang tidak terlalu padat alat sehingga sirkulasi udara dan akses jalan aman. Ruang workshop harus memiliki ruang yang cukup untuk gerak dan tidak terlalu sempit agar siswa/teknisi dapat bekerja dengan aman.

·         Pemeriksaan alat dan kondisi lingkungan sebelum mulai: Sebelum memulai praktikum atau instalasi jaringan, guru/teknisi dan siswa bersama memeriksa kondisi ruang – apakah ada alat rusak, kabel tidak aman, stopkontak bermasalah, APD tersedia, jalur evakuasi jelas.

·         Briefing atau instruksi awal: Sebelum memulai, siswa diberi pengarahan tentang prosedur kerja aman, bahaya yang mungkin muncul, APD yang digunakan, dan aturan lab/workshop yang berlaku. Ini membantu membangun kesadaran keselamatan sejak awal.

Dengan persiapan kerja yang baik, banyak potensi risiko dapat dicegah bahkan sebelum pekerjaan dimulai.

4.2 Pemeriksaan Peralatan Elektronik dan Jaringan Sebelum Digunakan

Setelah area kerja dipersiapkan, tahap berikutnya adalah pemeriksaan peralatan elektronik dan jaringan. Karena di laboratorium dan workshop TKJ banyak bekerja dengan perangkat listrik, jaringan kabel, server, switch, router, maka pemeriksaan rutin sangat penting. Beberapa langkah pemeriksaan:

·         Periksa kondisi kabel listrik dan data: Kabel daya, kabel jaringan (LAN), kabel instalasi harus bebas dari kerusakan fisik (terkelupas, retak, terjepit), konektor pas, tidak ada sambungan yang longgar.

·         Cek stopkontak, panel listrik, grounding: Pastikan stopkontak ter-grounding dengan baik, pelat proteksi (mcb atau fuse) berfungsi, panel listrik tidak terbuka atau rusak.

·         Perangkat jaringan dan server: Pastikan rak server atau perangkat jaringan ditempatkan pada permukaan rata dan kencang, ventilasi cukup, kipas pendingin berfungsi, tidak ada tumpukan kabel yang menghambat aliran udara.

·         Perangkat peripherals / alat praktikum: Pastikan monitor, komputer, UPS, switch, router, alat-alat tangan (obeng, tester, multimeter) dalam kondisi baik, bersih, dan aman digunakan.

·         Verifikasi software / jaringan: Sebelum praktikum jaringan, cek konfigurasi dasar aman, tidak ada virus/malware, semua lisensi software valid (untuk menghindari risiko keamanan digital).

·         Dokumentasi pemeriksaan: Sebaiknya ada checklist pemeriksaan yang dilakukan secara rutin (harian/mingguan) oleh teknisi atau guru laboratorium. Dengan dokumentasi, gangguan atau kerusakan dapat diketahui lebih cepat dan dicegah. ([turn0search1]turn0search8)

Pemeriksaan sebelum penggunaan adalah salah satu upaya penting untuk mencegah kecelakaan atau kerusakan alat dan menjaga proses pembelajaran berjalan lancar.

4.3 Pencegahan Kecelakaan Listrik, Kebakaran dan Ledakan (Komponen Elektronik)

Di lingkungan laboratorium dan workshop TKJ, risiko dari listrik, kebakaran, dan potensi ledakan komponen elektronik harus menjadi perhatian utama. Berikut bahasan detail dan langkah pencegahannya:

Risiko listrik

·         Kabel terkelupas, stopkontak tanpa grounding, sambungan longgar → risiko sengatan listrik atau hubungan arus pendek (short-circuit) → bisa menimbulkan luka atau bahkan kebakaran.

·         Alat listrik digunakan secara terus-menerus tanpa pemeriksaan → isolasi kabel melemah, suhu naik, komponen rusak.

·         Catatan: Dalam prosedur laboratorium komputer disebutkan bahwa: “Semua yang terlibat harus mengetahui lokasi saklar utama listrik, alat pemadam kebakaran, dan harus memakai APD sesuai kegiatan.” (shj.ac.id)

Pencegahan listrik

·         Pastikan grounding stopkontak dan panel listrik berfungsi.

·         Gunakan kabel yang berkualitas dan tidak dililit sembarangan.

·         Jangan membiarkan kabel berserakan di lantai yang mudah diinjak atau tertimpa.

·         Matikan aliran listrik ketika melakukan perbaikan atau instalasi.

·         Sediakan alat tes tegangan atau multimeter untuk memeriksa sambungan listrik sebelum digunakan.

Risiko kebakaran dan ledakan

·         Overheating perangkat jaringan/server karena ventilasi buruk atau beban tinggi → bisa memicu kebakaran.

·         Baterai atau kapasitor komponen elektronik bisa bocor atau meledak jika terlalu panas atau rusak.

·         Tumpukan komponen elektronik atau kabel bekas yang berserakan bisa menjadi bahan mudah terbakar.

·         Dalam dokumen keselamatan laboratorium komputer disebut bahwa “pengendalian terhadap konsleting air dan listrik” adalah bagian penting pencegahan. (Scribd)

Pencegahan kebakaran/ledakan

·         Pastikan ruang server dan lab memiliki ventilasi yang cukup, alat pendingin berfungsi, dan suhu dipantau.

·         Bersihkan debu elektronik secara rutin karena debu dapat menjadi media mudah terbakar.

·         Simpan kabel bekas, baterai, komponen elektronik di tempat yang aman dan jauh dari sumber panas atau api.

·         Sediakan alat pemadam kebakaran (APAR), selimut anti-api, tanda jalur evakuasi.

·         Latihan evakuasi dan pemadaman kecil secara rutin agar semua pengguna lab tahu tindakan apabila terjadi kecelakaan.

4.4 Penanganan Bahan Berbahaya/Beracun (B3) yang Mungkin Ada (Baterai, Kabel, Perangkat Keras)

Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) adalah bahan yang memiliki sifat berbahaya seperti korosif, mudah terbakar, beracun, atau reaktif. Di lingkungan TKJ, beberapa B3 yang mungkin muncul antara lain: baterai bekas (lithium, asam timbal), kabel bekas atau terkelupas, komponen elektronik yang rusak atau terbakar, cairan pendingin atau bahan kimia pembersih/solvent. Penanganan B3 menuntut prosedur khusus agar tidak mencemari lingkungan atau membahayakan kesehatan. Berikut detail langkah-nya:

Identifikasi B3

·         Baterai bekas, terutama yang bocor atau swollen (tanpa pengelolaan) bisa mengeluarkan asam atau gas.

·         Kabel berinsulasi rusak, bisa menghasilkan percikan listrik atau panas yang memicu api.

·         Perangkat keras rusak yang mengandung logam berat (plumbum, merkuri) atau bahan kimia lainnya.

·         Solvent / pembersih elektronik yang mengandung bahan mudah terbakar atau menguap mudah.

Penanganan B3

·         Tentukan tempat penyimpanan sementara yang aman dan terpisah untuk B3 (wadah tertutup, diberi label “B3 – jangan dibuang sembarangan”).

·         Pastikan siswa/teknisi memakai APD yang sesuai ketika menangani B3 (sarung tangan tahan bahan kimia, kacamata pelindung, masker jika diperlukan).

·         Jangan mencampur B3 dengan limbah biasa, pastikan limbah diserah-terimakan ke unit pengelola limbah sekolah atau mitra daur ulang yang sah.

·         Saat baterai bocor, segera latihan evakuasi kecil dan pembersihan menggunakan sarung tangan, jangan disentuh langsung kulit.

·         Pastikan ventilasi cukup saat melakukan pembersihan atau perbaikan yang melibatkan B3.

Pencegahan

·         Kurangi timbulan B3 dengan cara reuse, daur ulang kabel bekas, baterai bekas dikumpulkan rutin.

·         Pastikan perangkat yang rusak segera dilepas dari operasional agar tidak menumpuk dan menjadi risiko.

·         Edukasi siswa/teknisi tentang bahaya B3, cara membaca label dan simbol bahaya.
Dokumen pendidikan kejuruan menyebutkan bahwa “pendidikan kejuruan … lab/bengkel mempunyai potensi timbulnya kecelakaan kerja … oleh karena itu diperlukan tindakan pencegahan”. (Lumbung Pustaka UNY)

4.5 Etika dan Budaya Kerja Aman di Lab TKJ

Mengembangkan etika dan budaya kerja aman merupakan bagian yang tak terpisahkan dari penerapan prosedur kerja aman. Budaya ini membantu agar setiap orang di lab/workshop tidak hanya mengikuti prosedur saat diawasi, tetapi secara otomatis melakukan tindakan yang aman. Beberapa aspek etika dan budaya kerja aman:

·         Disiplin: Datang tepat waktu, mengenakan seragam/alat pelindung diri, mematuhi aturan lab.

·         Bertanggung jawab: Siswa/teknisi bertanggung jawab atas alat yang digunakan, kabel yang dirapikan, melaporkan kondisi tidak aman.

·         Kerjasama tim: Dalam instalasi jaringan atau praktikum, kerja dalam tim dengan saling mengingatkan kondisi aman.

·         Kebersihan dan kerapihan (5S: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke): Lingkungan kerja yang tertib, bersih dan aman mendukung keselamatan dan produktivitas.

·         Sikap proaktif terhadap keselamatan: Siswa/teknisi tidak hanya menunggu instruksi, tetapi aktif mencari kondisi yang aman, melaporkan potensi bahaya, mengikuti pelatihan keselamatan.

·         Moral & profesionalisme: Bagian dari budaya industri – dunia kerja mengharapkan teknisi yang paham K3LH. Dengan budaya aman, sekolah menghasilkan lulusan yang siap dan profesional.

Dengan budaya kerja aman yang baik, laboratorium dan workshop TKJ menjadi tidak hanya tempat praktik, tetapi tempat belajar yang produktif, aman, dan mendukung pengembangan kompetensi siswa.


Soal Latihan

A. Pilihan Ganda (20 soal)

1.      Sebelum memulai instalasi jaringan di lab TKJ, siswa harus …
A. Langsung menarik kabel tanpa persiapan
B. Memastikan area kerja bersih, rapi dan aman
C. Menghidupkan semua alat terlebih dahulu
D. Memakai APD setelah instalasi selesai
E. Tidak memeriksa kabel sama sekali

2.      Pemeriksaan kabel jaringan dan listrik sebelum digunakan bertujuan untuk …
A. Mempercepat praktikum tanpa pemeriksaan
B. Mencegah potensi bahaya listrik atau gangguan alat
C. Hanya untuk bentuk administratif
D. Menunda praktikum
E. Menggantikan pelatihan keselamatan

3.      Salah satu langkah pencegahan kebakaran di ruang server adalah …
A. Menutup semua ventilasi
B. Meletakkan kabel bekas sembarangan
C. Monitoring suhu dan memastikan ventilasi cukup
D. Membiarkan debu menumpuk
E. Menggunakan kabel ulang tanpa pengecekan

4.      Bahan berbahaya/beracun (B3) di laboratorium TKJ contohnya adalah …
A. Kabel baru yang sesuai standar
B. Baterai bekas yang bocor
C. Kursi siswa
D. Meja kerja kosong
E. Monitor yang mati total

5.      Etika kerja aman di lab TKJ mencakup …
A. Siswa bekerja sendiri tanpa koordinasi
B. Mengabaikan kabel tersangkut
C. Mematuhi aturan 5S dan melaporkan kondisi tidak aman
D. Tidak memakai APD karena merasa aman
E. Membawa makan/minum ke dalam lab tanpa izin

6.      Area kerja yang licin atau kabel berserakan berpotensi menyebabkan …
A. Proses kerja lebih cepat
B. Siswa lebih produktif
C. Risiko tersandung, jatuh atau kerusakan alat
D. Ruang server menjadi dingin
E. Tidak ada pengaruh

7.      Perangkat harus dimatikan saat kabel sedang diperiksa untuk mencegah …
A. Materi praktikum lebih cepat selesai
B. Risiko sengatan listrik atau kerusakan alat
C. Siswa tidak perlu memakai APD
D. Kabel tidak perlu dipastikan aman
E. Tidak ada alasan

8.      Saat menangani baterai bekas bocor, tindakan yang tepat adalah …
A. Memegang langsung tanpa sarung tangan
B. Membuangnya sembarangan
C. Menggunakan APD, menyimpan di tempat B3 dan melapor
D. Menunjukkan pada teman
E. Mengabaikannya

9.      Kebersihan dan kerapihan dalam workshop jaringan berguna untuk …
A. Hanya tampilan saja
B. Mencegah kecelakaan dan memudahkan akses kerja
C. Membiarkan alat rusak
D. Hanya ketika ada pengawas
E. Tidak penting

10.  Standar Operasional Prosedur (SOP) laboratorium jaringan sebaiknya mencakup …
A. Hanya cara mematikan komputer
B. Persiapan kerja, penggunaan alat, kondisi darurat, pelaporan
C. Tidak memakai APD
D. Mengubah setting tanpa izin
E. Tidak ada pemeriksaan

11.  Ventilasi ruang server yang buruk bisa menyebabkan …
A. Suhu rendah
B. Perangkat dingin
C. Overheating dan potensi kebakaran
D. Aliran udara lancar
E. Tidak ada pengaruh

12.  Salah satu bagian etika kerja aman adalah …
A. Datang terlambat tanpa izin
B. Memakai APD hanya ketika ingin difoto
C. Melaporkan kondisi tidak aman dengan segera
D. Mengabaikan instruksi guru
E. Membiarkan kabel rusak

13.  Pemeriksaan rutin alat dan lingkungan dimaksudkan untuk …
A. Menambah beban kerja
B. Mencegah kecelakaan dan kerusakan alat
C. Mengurangi produktivitas
D. Hanya formalitas
E. Tidak penting

14.  Tumpukan kabel bekas di lantai workshop adalah …
A. Tidak ada bahaya
B. Risiko tersandung dan kebakaran
C. Memudahkan kerja
D. Hanya masalah estetika
E. Tidak terkait K3

15.  Jika situasi darurat terjadi (seperti kebakaran kecil), langkah awal yang benar adalah …
A. Panik dan berlari sembarangan
B. Matikan listrik, evakuasi, hubungi teknisi
C. Melanjutkan pekerjaan
D. Memadamkan sendiri tanpa APD
E. Tidak memberi tahu siapa-siapa

16.  Mematuhi 5S di laboratorium jaringan membantu …
A. Hanya mempercantik lab
B. Membuat lingkungan kerja lebih aman dan efisien
C. Tidak ada pengaruh terhadap kecelakaan
D. Hanya tugas siswa piket
E. Hanya untuk guru

17.  Dalam persiapan kerja, siswa harus …
A. Menyalakan alat tanpa pemeriksaan
B. Memeriksa kondisi ruang, kabel, stopkontak dan APD
C. Membawa makanan ke dalam lab
D. Melepas sepatu safety
E. Mengabaikan instruksi guru

18.  Alat pemadam kebakaran (APAR) dan selimut tahan api sebaiknya berada …
A. Tersembunyi
B. Di lokasi yang mudah dijangkau dan diketahui semua pengguna lab
C. Di ruang guru saja
D. Tidak perlu di lab TKJ
E. Hanya untuk labouratorium kimia

19.  Materi etika dan budaya kerja aman bertujuan agar …
A. Siswa merasa bebas melakukan apa saja
B. Hanya guru yang peduli keselamatan
C. Semua pihak sadar, bertanggung jawab dan saling membantu dalam keselamatan
D. Mengabaikan aturan
E. Tidak ada perubahan

20.  Salah satu pemeriksaan sebelum memulai praktikum adalah …
A. Menyalakan semua mesin tanpa pemeriksaan
B. Memastikan kabel tidak terkelupas dan lingkungan aman
C. Meninggalkan lab dalam kondisi acak
D. Memakai APD setelah kerja
E. Tidak memeriksa stopkontak

B. Soal Isian (10 soal)

  1. Sebutkan tiga (3) hal yang harus diperiksa dalam area kerja sebelum memulai praktikum di lab TKJ.
  2. Jelaskan mengapa pemeriksaan kabel dan stopkontak penting sebelum menggunakan peralatan jaringan.
  3. Apa arti singkat dari istilah “B3” dalam konteks laboratorium?
  4. Sebutkan dua (2) contoh bahan berbahaya/beracun yang mungkin ada di workshop TKJ.
  5. Jelaskan satu langkah pencegahan kebakaran di ruang server.
  6. Apa yang dimaksud dengan budaya kerja aman di laboratorium?
  7. Sebutkan dua (2) komponen yang harus ada dalam SOP laboratorium jaringan.
  8. Mengapa kebersihan dan kerapihan area kerja dapat mengurangi risiko kecelakaan?
  9. Saat terjadi tumpahan cairan di lantai lab, apa yang harus dilakukan segera?
  10. Jelaskan mengapa ventilasi yang baik penting di ruang server atau workshop jaringan.

C. Soal Essay (5 soal)

  1. Uraikan secara mendetail bagaimana Anda akan melakukan persiapan kerja untuk praktikum instalasi jaringan di lab TKJ — mulai dari pemeriksaan area hingga briefing keselamatan.
  2. Ambil contoh kabel yang berserakan di lantai dan stopkontak tanpa grounding di ruang workshop jaringan — buat analisis risiko dan rencana tindakan pencegahan yang akan Anda usulkan.
  3. Jelaskan bagaimana Anda menangani sebuah baterai bekas bocor (B3) di lab jaringan — mulai dari identifikasi, penggunaan APD, penyimpanan sementara, hingga pengiriman limbah.
  4. Bagaimana etika dan budaya kerja aman dapat meningkatkan produktivitas dan menurunkan insiden kecelakaan di laboratorium TKJ? Berikan minimal tiga contoh konkret.
  5. Susunlah draft SOP singkat untuk keadaan darurat di lab TKJ (misalnya kebakaran listrik, tersengat listrik) yang mencakup tindakan awal, evakuasi, pelaporan dan evaluasi.

D. Soal Evaluasi / Ulangan Bab 4

Pilihan Ganda (contoh 5)

1.      Persiapan kerja yang benar sebelum instalasi jaringan adalah …
A. Mengabaikan pemeriksaan kabel
B. Area kerja bersih, rapi dan aman
C. Menyalakan alat tanpa pemeriksaan
D. Tidak memakai APD
E. Melepas sepatu safety

2.      Pemeriksaan perangkat elektronik sebelum digunakan bertujuan untuk …
A. Mempercepat praktikum
B. Menghindari kerusakan dan risiko keselamatan
C. Hanya formalitas
D. Tidak penting
E. Menunda praktikum

3.      Salah satu tindakan pencegahan ledakan di lab jaringan adalah …
A. Membiarkan baterai bocor
B. Memastikan baterai bekas diperlakukan sebagai limbah B3
C. Menyimpan kabel di jalan keluar
D. Tidak memeriksa ventilasi
E. Mengabaikan APD

4.      Budaya kerja aman di laboratorium jaringan mencakup …
A. Siswa bekerja sendiri tanpa koordinasi
B. Melaporkan kondisi tidak aman dan menggunakan APD
C. Mengabaikan kebersihan
D. Memakai APD hanya ketika difoto
E. Melewatkan briefing keselamatan

5.      Jika terjadi tumpahan cairan di lantai lab jaringan, tindakan pertama yang benar adalah …
A. Melanjutkan praktikum
B. Memberi tanda/lokasi bahaya, membersihkan cairan segera, memakai alat pelindung
C. Melaporkan besok pagi
D. Membiarkan siswa berjalan di atasnya
E. Tidak memberi tahu siapa-pun

Essay (contoh 2)

1.      Buatlah instruksi kerja aman yang akan Anda tempel di dinding lab TKJ untuk persiapan kerja, pemeriksaan alat, penggunaan APD, dan keadaan darurat.

2.      Analisis peran guru dan teknisi dalam pembentukan budaya kerja aman di laboratorium TKJ dan bagaimana mereka dapat bekerja sama dengan siswa untuk menurunkan angka insiden kecelakaan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama