BAB 3. ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DAN STANDAR OPERASIONAL KEAMANAN

BAB 3. ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DAN STANDAR OPERASIONAL KEAMANAN

3.1 Macam-macam APD yang relevan untuk TKJ

Alat Pelindung Diri (APD) adalah alat yang dikenakan atau digunakan oleh seseorang untuk melindungi dirinya dari satu atau beberapa risiko bahaya yang dapat mengancam keselamatan atau kesehatan pekerja. (Alodokter)
Dalam domain TKJ (laboratorium komputer, instalasi jaringan, ruang server, workshop perangkat keras), beberapa jenis APD yang sangat relevan meliputi:

·         Sarung tangan isolasi / sarung tangan safety: melindungi tangan dari sengatan listrik ringan, goresan, bagian kabel terbuka, juga dari debu atau potongan logam kecil.

·         Sepatu safety (safety shoes): melindungi kaki dari benda berat jatuh, tertimpa, tersandung kabel, jatuh di area workshop, dan dari kemungkinan arus bocor atau lantai basah.

·         Kaca pelindung / safety goggles atau kacamata pelindung: melindungi mata dari percikan soldering, debu elektronik, partikel kecil saat membuka casing, saat instalasi kabel.

·         Anti-statik (misalnya gelang anti-statik, mat anti-statik): melindungi perangkat elektronik dari kerusakan akibat listrik statis, dan sekaligus memperkecil risiko kejutan listrik kecil atau kerusakan komponen jaringan/dis-assembly.

·         APD tambahan yang bisa relevan: sarung tangan anti-cut, apron atau jas lab, masker debu ketika membersihkan ruang server berdebu, pelindung telinga jika ruangan sangat berisik (kipas besar atau AC server). (Mutu International)
Penting untuk memilih APD yang sesuai dengan jenis bahaya dan tingkat risikonya—contohnya APD dengan spesifikasi atau level yang tepat. (monotaro.id)

3.2 Fungsi, cara pemakaian dan pemeriksaan APD

Fungsi APD

·         Melindungi bagian tubuh tertentu (tangan, kaki, mata, tubuh) dari potensi bahaya di lingkungan kerja. (Mutu International)

·         Meminimalkan kemungkinan cedera atau kerusakan akibat kecelakaan kerja, misalnya tersengat listrik, terjatuh, terluka karena komponen tajam, atau terpapar debu elektronik.

·         Membantu menjaga agar proses kerja dalam laboratorium atau workshop berlangsung dengan aman dan efisien.

Cara pemakaian APD yang benar

·         Pastikan APD dalam keadaan bersih dan layak pakai sebelum digunakan (tidak robek, tidak retak, bagian isolasi sarung tangan utuh, sepatu safety kondisi sol tidak aus, kacamata tidak pecah).

·         Kenakan APD sesuai prosedur: Sarung tangan harus dipakai sebelum menyentuh kabel atau perangkat yang masih terhubung listrik; Sepatu safety dipakai selama penginstalan/perbaikan di workshop; Kacamata pelindung digunakan saat membuka casing, soldering atau bekerja di ruangan dengan partikel.

·         Pastikan APD pas dan nyaman: sepatu ukuran tepat, sarung tangan pas jari, kacamata tidak longgar.

·         Setelah pemakaian, keluarkan APD dengan cara yang aman: sarung tangan dilepas dari bagian cuff agar tidak menyentuh bagian luar yang mungkin terkontaminasi; kacamata dibersihkan; sepatu dibersihkan dari debu.

·         Pemeriksaan secara rutin: periksa kondisi APD sebelum dan setelah digunakan—apakah ada kerusakan, aus, isolasi terkelupas, ada retak, karet anti-statik rusak, sol sepatu abraded, kacamata goyah atau lensa tergores.

Pemeriksaan APD

·         Buat daftar pemeriksaan (checklist) rutin: sarung tangan isolasi (tidak sobek, isolasi utuh), sepatu safety (sol tidak tipis, pelindung jari (steel toe) masih utuh), kacamata pelindung (lensa bersih, bingkai tidak pecah), gelang anti-statik (pengukur kontinuitas).

·         Catat tanggal pemeriksaan, kondisi, tindakan jika rusak, dan jadwal penggantian.

·         Pastikan semua APD sesuai standar nasional (misalnya SNI) atau standar yang berlaku di sekolah/industri. (Mutu International)

3.3 Pemeliharaan dan penyimpanan APD

Agar APD tetap efektif dan umur pakainya optimal, pemeliharaan dan penyimpanan yang baik sangat diperlukan:

·         Simpan APD di tempat kering, bersih dan mudah dijangkau; hindari menyimpan di lantai basah atau di dekat permukaan panas.

·         Bersihkan alat setelah pemakaian: kacamata dengan kain lembut, lap sepatu dari debu/logam kecil, sarung tangan isolasi dibersihkan jika kotor (jika jenis memungkinkan).

·         Jangan serahkan penyimpanan ke siswa secara sembarangan—guru atau teknisi harus menetapkan tempat penyimpanan khusus (rak APD, lemari tertutup) dan sistem peminjaman/pendataan.

·         Periksa secara berkala kondisi APD yang sudah lama digunakan; segera gantikan jika ada kerusakan atau aus.

·         Buat sistem pencatatan: setiap APD diberi label/personal/pengujiannya; catat tanggal penerimaan, pemeriksaan, penggantian.

·         Hindari penyimpanan di tempat yang terkena sinar matahari langsung, dekat bahan kimia atau kabel listrik yang dapat merusak material APD.

3.4 Standar operasional (SOP) laboratorium dan workshop jaringan

Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah panduan tertulis yang memuat langkah-langkah kerja yang aman dan harus diikuti oleh semua pengguna laboratorium atau workshop jaringan. SOP penting untuk memastikan konsistensi, keamanan, efisiensi, dan kepatuhan terhadap aturan K3LH. Berikut hal-hal yang harus ada dalam SOP:

·         Identifikasi tugas dan aktivitas: misalnya instalasi kabel, servis perangkat keras, pengelolaan server, pembersihan kabel bekas.

·         Persiapan kerja: memeriksa kondisi laboratorium/workshop (kabel rapi, stopkontak grounding, ventilasi baik), pakaian/seragam dan APD yang dipakai.

·         Prosedur penggunaan peralatan: langkah aman menghidupkan/mematikan peralatan listrik, pemeriksaan grounding, prosedur sebelum membuka casing, cara menangani kabel aktif, cara bekerja di rak tinggi. (Contoh: panduan lab komputer dari suatu institusi) (shj.ac.id)

·         Prosedur keadaan darurat: tindakan ketika terjadi kejadian seperti sengatan listrik, kebakaran kecil, tumpahan cairan, kabel terbakar, evakuasi.

·         Pemeliharaan rutin dan inspeksi: pemeriksaan berkala kabel, stopkontak, kondisi lantai, ventilasi, APD, sistem pengelolaan limbah elektronik.

·         Kebersihan dan kerapihan: penerapan 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) di laboratorium jaringan, memastikan tidak ada kabel berserakan, komponen bekas tidak menumpuk.

·         Dokumentasi dan pelaporan: setiap kegiatan praktikum/workshop harus dicatat, setiap insiden dilaporkan, log APD dan pemeriksaan tersedia.

·         Pelatihan dan briefing: setiap siswa dan teknisi wajib mengikuti briefing K3LH sebelum praktikum, memahami SOP.

·         Sanksi dan pengawasan: bila SOP tidak ditaati, harus ada konsekuensi untuk menjaga disiplin (sesuai pedoman laboratorium) (labterpadu.itk.ac.id)

3.5 Simbol bahaya, rambu K3 dan instruksi kerja aman

Untuk mendukung penerapan K3LH di laboratorium atau workshop jaringan, penggunaan simbol bahaya, rambu K3, dan instruksi kerja aman sangat penting agar semua pihak (siswa, guru, teknisi) cepat mengenali risiko dan tahu tindakan yang diperlukan.

·         Simbol bahaya: misalnya simbol “Listrik tegangan rendah/tinggi”, “Bahaya kebakaran”, “Area wajib memakai APD”, “Tidak boleh menyentuh”, dan simbol-simbol lainnya sesuai standar.

·         Rambu K3: contoh “AREA PRAKTIK – WAJIB APD”, “STOP – PERIKSA GROUNDING SEBELUM MEMBONGKAR PERALATAN”, “KABEL DI LANTAI – AWAS TERSANDUNG”, “RUANG SERVER – MASUK HANYA DENGAN IZIN & APD”.

·         Instruksi kerja aman: kalender atau poster di lab yang memuat langkah-langkah kerja aman (“Matikan daya sebelum membuka casing”, “Gunakan sarung tangan isolasi dan kacamata pelindung saat soldering”, “Laporkan kabel rusak segera”, “Rapikan kabel setelah selesai”).
Penggunaan simbol dan rambu membantu membentuk budaya kerja yang sadar keselamatan — meningkatkan kepatuhan, mengurangi insiden.


Soal Latihan

A. Pilihan Ganda (20 soal)

1.      APD yang tepat digunakan ketika membuka casing server yang masih terhubung listrik ialah …
A. Sarung tangan isolasi + kacamata pelindung
B. Sepatu biasa + kacamata biasa
C. Sarung tangan kain biasa
D. Helmet konstruksi
E. Masker debu tanpa jeruk

2.      Fungsi sepatu safety dalam laboratorium/workshop jaringan adalah …
A. Hanya untuk terlihat keren
B. Melindungi kaki dari benda berat, kabel berserakan, arus bocor
C. Tidak perlu jika hanya menggunakan komputer
D. Menggantikan kursi ergonomis
E. Untuk menyimpan alat kecil

3.      Sebelum menggunakan APD, pemeriksaan yang harus dilakukan adalah …
A. Lihat warnanya saja
B. Pastikan kondisi layak pakai (tidak rusak, isolasi utuh)
C. Hanya jika supervisor melihat
D. Setelah pemakaian
E. Tidak perlu sama sekali

4.      Manakah yang bukan termasuk bagian dari SOP laboratorium jaringan?
A. Pemeriksaan kabel dan stopkontak
B. Prosedur penggunaan peralatan listrik
C. Prosedur evakuasi darurat
D. Pelaporan insiden
E. Menghindari penggunaan komputer sama sekali

5.      Simbol rambu K3 “WAJIB APD” biasanya menunjukkan bahwa …
A. Boleh masuk tanpa perlindungan
B. Semua orang harus memakai APD sebelum masuk area
C. Area bebas bahaya
D. Hanya teknisi yang boleh masuk
E. APD boleh dipakai setelah kerja

6.      Pemeriksaan rutin APD meliputi …
A. Memastikan tidak ada kerusakan, aus, isolasi terkelupas
B. Menggunakan APD yang rusak
C. Mengabaikan kondisi APD
D. Mengganti APD setiap minggu tanpa lihat kondisi
E. Hanya pemeriksaan sekali setahun

7.      Instruksi kerja aman untuk pembongkaran perangkat jaringan adalah …
A. Lanjutkan meskipun kabel masih aktif
B. Matikan listrik, gunakan sarung tangan isolasi dan kacamata pelindung
C. Membuka tanpa APD agar cepat
D. Hanya satu orang tanpa pengawasan
E. Gunakan sepatu biasa

8.      Jika sepatu safety solnya sudah sangat aus, maka tindakan yang tepat adalah …
A. Tetap digunakan
B. Diperbaiki atau diganti segera
C. Dipakai hanya ketika hari hujan
D. Diganti dengan sandal
E. Tidak dipakai

9.      Apa fungsi kacamata pelindung saat servis perangkat keras?
A. Agar terlihat profesional
B. Melindungi mata dari debu, potongan logam, percikan listrik kecil
C. Tidak ada fungsi khusus
D. Agar suara komputer jauh
E. Untuk melindungi kaki

10.  APD anti-statik (gelang/talian) berguna untuk …
A. Mempercepat instalasi kabel
B. Melindungi perangkat elektronik dari kerusakan statis dan mengurangi risiko kejutan kecil
C. Mengganti sepatu safety
D. Tidak ada fungsi
E. Mengganti sarung tangan

11.  Penyimpanan APD yang benar adalah …
A. Di lantai workshop
B. Di tempat kering, bersih, mudah dijangkau
C. Di dekat kabel listrik terbuka
D. Digantung di kabel
E. Di lemari alat tanpa label

12.  SOP yang baik di laboratorium jaringan termasuk …
A. Tidak ada pelatihan K3LH
B. Prosedur penggunaan peralatan, pemeriksaan rutinnya, pelaporan insiden
C. Hanya menggunakan komputer tanpa APD
D. Tidak memeriksa kabel
E. Mengabaikan kebersihan

13.  Manakah langkah pertama yang benar sebelum melepas perangkat dari stopkontak?
A. Tarik kabel secara kasar
B. Matikan listrik, lalu cabut steker
C. Buka casing langsung
D. Lepas komputer dari meja
E. Pakai sarung tangan kain

14.  Simbol bahaya “Listrik Tegangan Tinggi” digunakan untuk …
A. Memberi tahu area aman
B. Memberi tahu bahwa ada potensi sengatan listrik tinggi
C. Simbol untuk ruangan istirahat
D. Simbol untuk limbah elektronik
E. Simbol untuk ruangan karyawan

15.  Saat menggunakan sarung tangan isolasi, hal yang tidak boleh dilakukan adalah …
A. Memastikan tangan kering sebelum memakai
B. Memakai sarung tangan yang berlubang
C. Melepas sarung tangan dari bagian cuff
D. Memeriksa kondisi isolasi
E. Menyimpan setelah pemeriksaan

16.  Penggantian APD harus dilakukan jika kondisi …
A. Masih baru
B. Sudah aus, retak, isolasi rusak
C. Warna mulai pudar
D. Hanya setiap 10 tahun
E. Tidak pernah

17.  Rambu K3 “AWAS KABEL BERSERAKAN” bertujuan untuk …
A. Membiarkan kabel tetap berserakan
B. Memberi peringatan bahaya tersandung atau terjatuh
C. Memindah kabel ke luar lab
D. Mengabaikan kabel sama sekali
E. Membiarkan siswa menggunakan kabel sembarangan

18.  Checklist pemeriksaan APD sebaiknya dilakukan oleh …
A. Hanya siswa
B. Guru/teknisi atau petugas yang ditunjuk
C. Orang luar laboratorium
D. Tidak perlu siapa-siapa
E. Siswa tanpa pemantauan

19.  SOP evakuasi di laboratorium jaringan harus mencakup …
A. Apa yang harus dilakukan ketika kebakaran, tersengat listrik, kabel terbakar
B. Hanya bagaimana mematikan komputer
C. Tidak ada instruksi
D. Hanya penggunaan APD
E. Hanya prosedur pencetakan

20.  APD yang tidak dipakai sesuai prosedur dapat menyebabkan …
A. Keamanan meningkat
B. Risiko kecelakaan kerja dan kerusakan perangkat meningkat
C. Tidak ada pengaruh
D. Proses lebih cepat
E. Hanya biaya meningkat

B. Soal Isian (10 soal)

  1. Apa arti singkat dari APD?
  2. Sebutkan tiga (3) jenis APD yang paling relevan untuk lingkungan kerja TKJ.
  3. Jelaskan fungsi sepatu safety di laboratorium atau workshop jaringan.
  4. Mengapa pemeriksaan kondisi APD sebelum pemakaian penting?
  5. Sebutkan dua (2) hal yang harus diperhatikan saat penyimpanan APD.
  6. Apa itu SOP dalam konteks laboratorium jaringan?
  7. Berikan satu contoh simbol bahaya yang harus ada di lab jaringan dan artinya.
  8. Mengapa penggunaan kacamata pelindung penting saat membuka casing perangkat keras?
  9. Sebutkan satu instruksi kerja aman yang harus dilakukan sebelum memulai instalasi kabel listrik.
  10. Apa bahaya jika APD tidak dipakai ketika melakukan instalasi di ruang server yang ramai kabel dan panas?

C. Soal Essay (5 soal)

  1. Uraikan secara lengkap bagaimana proses pemeriksaan, pemakaian dan penyimpanan APD di laboratorium TKJ sehingga memastikan keamanan dan kesehatan kerja.
  2. Pilih satu jenis APD (misalnya sarung tangan isolasi) dan jelaskan: fungsi khususnya, cara pemakaian yang benar, kondisi yang harus diperiksa sebelum dan sesudah pemakaian, serta bagaimana penyimpanannya agar tetap awet.
  3. Buatlah draft SOP praktikum instalasi jaringan yang mencakup persiapan kerja, penggunaan APD, langkah kerja, kondisi darurat, pelaporan insiden.
  4. Jelaskan peran simbol bahaya dan rambu K3 dalam membantu menciptakan budaya kerja aman di laboratorium jaringan. Berikan dua contoh nyata dari lab Anda atau gambaran ideal.
  5. Skenario: Saat bekerja di ruang server, Anda melihat seseorang belum memakai sepatu safety dan kabel berserakan di lantai. Anda sebagai siswa TKJ, apa tindakan Anda? Jelaskan langkah-langkah Anda: penggunaan APD, pelaporan, dan bagaimana Anda membantu memperbaiki kondisi agar tidak berulang.

D. Soal Evaluasi / Ulangan Bab 3

Berikut contoh soal ulangan (campuran pilihan ganda & essay) yang bisa dijadikan untuk evaluasi akhir Bab 3:

Pilihan Ganda (contoh 5)

1.      APD yang wajib dipakai ketika bekerja di workshop jaringan dengan banyak kabel dan bor adalah …
A. Helm dan sabuk pengaman
B. Sarung tangan isolasi dan sepatu safety
C. Masker debu saja
D. Kacamata biasa
E. Sandal

2.      Penyimpanan APD yang benar di laboratorium jaringan ialah …
A. Di lantai kerja
B. Di lemari kotor dekat kabel
C. Di rak khusus, kering, bersih, mudah dijangkau
D. Di meja siswa
E. Digantung di kabel listrik

3.      Simbol “Wajib APD” ditujukan agar …
A. Siswa memakai APD hanya ketika pengawas hadir
B. Semua orang tahu bahwa APD harus dipakai sebelum memasuki area
C. APD boleh dilupakan
D. APD hanya untuk guru
E. APD hanya untuk alat besar

4.      Salah satu bagian dari SOP laboratorium jaringan adalah …
A. Mengabaikan kebersihan kabel
B. Mengunci ruangan selama praktikum
C. Pelaporan insiden dan pemeriksaan rutin APD
D. Tidak memberi briefing keselamatan
E. Membiarkan kabel terbuka

5.      Jika sarung tangan isolasi terlihat robek, maka tindakan yang tepat adalah …
A. Tetap gunakan karena hanya praktik ringan
B. Gunakan sarung tangan kain sebagai pengganti
C. Ganti sarung tangan dengan yang layak pakai
D. Pakai dua sarung tangan tipis
E. Tidak memakai sama sekali

Essay (contoh 2)

1.      Bentuklah instruksi kerja aman yang akan Anda lampirkan di dinding laboratorium jaringan – mencakup penggunaan APD, cek perlengkapan, kondisi kabel, dan langkah darurat jika terjadi listrik korsleting atau jatuh benda berat.

2.      Analisis bagaimana pemilihan, pemeriksaan, dan pemeliharaan APD dapat mempengaruhi tingkat kecelakaan kerja dan produktivitas di laboratorium TKJ dalam jangka satu semester.

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama