BAB 2. IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO DI LINGKUNGAN TKJ
2.1 Jenis-Jenis Bahaya dalam Lingkungan Kerja Teknis: Listrik, Mekanik, Ergonomi, Lingkungan Digital
Pengertian Bahaya
Bahaya (hazard) adalah sumber, situasi, atau tindakan yang memiliki potensi untuk menyebabkan cedera, penyakit, kerusakan aset atau lingkungan. (safetysign.co.id)
Risiko (risk) adalah kombinasi antara kemungkinan (peluang) terjadinya suatu bahaya dan dampak (konsekuensi) bila bahaya tersebut terjadi. (safetysign.co.id)
Dalam konteks bidang TKJ, banyak jenis bahaya muncul karena lingkungan kerja yang teknis: komputer, jaringan, instalasi kabel, ruang server, peralatan listrik, dan lingkungan kerja digital.
a. Bahaya Listrik (Elektrikal)
– Kabel yang terkelupas, stopkontak tanpa grounding, instalasi listrik yang overload, panel terbuka, hubung singkat (short circuit)
– Arus bocor, sengatan listrik, kebakaran akibat hubungan arus pendek atau panas berlebih
Contoh: Di lab jaringan, siswa mungkin menggunakan kabel tanpa isolasi atau memegang peralatan sambil listrik masih menyala — ini risiko bahaya listrik.
b. Bahaya Mekanik / Fisik
– Alat atau perangkat yang bergerak (misalnya kipas server, rak jaringan yang terbuka), bagian tajam (casing perangkat keras, komponen elektronik)
– Instalasi jaringan di ketinggian (atap, tiang) yang bisa menyebabkan jatuh atau tersandung
Contoh: Saat memasang kabel di rak tinggi, tanpa tangga yang aman atau pengaman, siswa/teknisi bisa terpeleset atau terbentur alat.
c. Bahaya Ergonomi
– Posisi kerja yang tidak baik: duduk / membungkuk terlalu lama di depan komputer atau saat kabel/tray instalasi
– Pengulangan gerakan yang sama terus-menerus (misalnya menyolder kabel, menghubungkan konektor), memegang beban berat (rak server)
– Lingkungan kerja yang tidak mendukung: kursi tidak ergonomis, monitor terlalu rendah/tinggi, tidak ada istirahat
Contoh: Setelah praktik jaringan 4 jam tanpa istirahat, siswa merasakan sakit pinggang, leher pegal.
d. Bahaya Lingkungan Digital / Lingkungan Kerja Teknis
– Suhu tinggi dalam ruang server atau lab yang banyak komputer, ventilasi buruk → risiko panas/kelelahan/perangkat rusak
– Debu elektronik, kabel bekas, tumpukan peralatan yang tidak dikelola → risiko kebakaran, iritasi kesehatan
– Radiasi monitor, pancaran elektromagnetik, kebisingan, pencahayaan buruk
Contoh: Ruang server yang penuh rak dan kabel, ventilasi minimal, kipas pendingin mati, suhu naik → risiko kerusakan perangkat atau kebakaran.
2.2 Identifikasi Bahaya di Lab TKJ dan Ruang Server
Identifikasi bahaya berarti mengenali secara sistematis semua potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja — baik yang rutin maupun non-rutin. (Scribd)
Contoh identifikasi bahaya di lab TKJ / ruang server:
-
Kabel yang terkelupas atau tidak terlindungi di lantai → bahaya tersandung atau kontak listrik
-
Stopkontak tanpa grounding atau panel terbuka → bahaya sengatan atau kebakaran
-
Rak server penuh kabel, ventilasi buruk → bahaya overheating, kebakaran
-
Kursi dan meja kerja yang tidak ergonomis, monitor terlalu rendah atau tinggi → bahaya ergonomi
-
Tumpukan kabel bekas, baterai, komponen elektronik tanpa pengelolaan → bahaya limbah elektronik dan lingkungan
-
Lingkungan kurang pencahayaan atau ventilasi, kebisingan tinggi → bahaya kesehatan
-
Instalasi jaringan di ketinggian (atap, tiang) tanpa pengaman → bahaya jatuh. (Scribd)
Langkah-langkah identifikasi: melakukan inspeksi fisik, mengumpulkan informasi dari pengguna (siswa, guru, teknisi), melihat riwayat insiden, melihat kondisi peralatan, melihat aktivitas rutin dan non-rutin. (safetysign.co.id)
2.3 Analisis Risiko: Tingkat Bahaya, Peluang Terjadi, Dampak
Setelah sebuah bahaya diidentifikasi, tahap berikutnya adalah menilai risiko yang terkait: seberapa sering bisa terjadi (peluang) dan seberapa besar dampaknya bila terjadi (konsekuensi). (ResearchGate)
Tahapan umum dalam analisis risiko:
-
Tentukan bahaya yang telah diidentifikasi (misalnya: stopkontak tanpa grounding)
-
Tentukan peluang terjadinya (misalnya: sering digunakan siswa, tidak rutin diperiksa)
-
Tentukan dampak jika terjadi (misalnya: siswa tersengat listrik, kebakaran kecil, kerusakan alat)
-
Gunakan matriks risiko (peluang × dampak) untuk menentukan tingkat risiko: biasanya “rendah”, “sedang”, atau “tinggi”
-
Prioritaskan bahaya dengan tingkat risiko “sedang” atau “tinggi” untuk segera dikendalikan (ResearchGate)
Contoh tabel sederhana:
| Bahaya | Peluang | Dampak | Tingkat Risiko |
|---|---|---|---|
| Kabel lantai tak terlindung | Sedang | Cedera ringan atau tersandung | Sedang |
| Stopkontak tanpa grounding | Tinggi | Tersengat listrik atau kebakaran | Tinggi |
Pentingnya analisis risiko:
-
Agar tindakan pengendalian tepat sasaran dan efektif
-
Agar sumber daya (waktu, biaya, tenaga) digunakan pada bahaya yang paling berisiko
-
Agar pihak sekolah/lab memiliki dokumentasi dan prioritas mitigasi yang jelas.
2.4 Penerapan Contoh Kasus Kecelakaan atau Insiden di TKJ
Memahami kasus nyata sangat membantu siswa dalam mengaitkan teori dengan praktik. Berikut beberapa contoh yang bisa dijadikan studi:
Kasus 1: Seorang siswa melakukan instalasi kabel jaringan pada rak server. Karena kabel tidak dirapikan, sang siswa tersandung kabel dan memegang bagian logam rak yang ternyata bersinggungan dengan aliran listrik (grounding tidak baik). Akibatnya tersengat listrik ringan.
Analisis: Bahaya – kabel tak terlindung + grounding lemah. Peluang – banyak aktivitas instalasi jaringan. Dampak – sengatan listrik (keselamatan) + perangkat rusak (kerugian).
Tindakan mitigasi: Rapihkan kabel, pasang pelindung kabel, periksa grounding, beri pelatihan instalasi aman.
Kasus 2: Ruang server mengalami peningkatan suhu karena banyak komputer dan rak server tertutup ventilasi. Kipas pendingin mati. Suhu naik secara bertahap dan akhirnya kabel mulai melebur bagian plastiknya → kebakaran kecil terjadi.
Analisis: Bahaya – overheating + ventilasi buruk. Peluang – banyak perangkat dalam ruang kecil. Dampak – kebakaran, kerusakan alat, gangguan pembelajaran.
Tindakan mitigasi: Pastikan ventilasi cukup, kipas bekerja, sistem monitoring suhu, jadwal pemeriksaan rutin.
Kasus 3: Siswa duduk di depan monitor selama 5 jam tanpa istirahat, posisi membungkuk, kursi tidak mendukung. Akhirnya ia mengalami nyeri leher/punggung serta mata cepat lelah.
Analisis: Bahaya – ergonomi buruk. Peluang – durasi kerja panjang, kurang istirahat. Dampak – gangguan kesehatan jangka panjang, produktivitas rendah.
Tindakan mitigasi: Atur postur kerja, sediakan kursi ergonomis, jadwalkan istirahat, edukasi ergonomi.
Kasus-kasus ini dapat dijadikan tugas diskusi atau simulasi agar siswa memahami pentingnya penerapan K3LH.
2.5 Langkah-Keamanan Awal untuk Mitigasi Risiko
Setelah analisis dilakukan, berikut adalah langkah-keamanan atau strategi mitigasi yang dapat segera dilakukan di lingkungan TKJ:
-
Eliminasi manakala memungkinkan: misalnya mengganti stopkontak tanpa grounding dengan stopkontak yang sudah dilengkapi grounding, menghilangkan kabel lantai yang berserakan.
-
Substitusi/penggantian: menggunakan kabel dengan isolasi lebih baik, menggunakan peralatan yang lebih aman atau sistem monitoring suhu.
-
Engineering controls: memasang pelindung kabel, kanal kabel, ventilasi yang baik, sistem pendingin ruang server, alarm suhu/kebakaran.
-
Administrative controls: prosedur kerja aman, instruksi kerja, jadwal pemeriksaan rutin, pelatihan bagi siswa dan teknisi, shift istirahat, rotasi tugas.
-
Penggunaan alat pelindung diri (APD): sarung tangan isolasi, sepatu safety, kacamata pelindung saat instalasi, helm saat kerja di ketinggian.
-
Pemeliharaan dan inspeksi rutin: pemeriksaan kabel, stopkontak, grounding, rak server, kipas/AC, kontrol suhu, kebersihan lab/workshop.
-
Penyusunan prosedur keadaan darurat: evakuasi kebakaran, pemadaman kebakaran kecil, penanganan sengatan listrik, pelaporan insiden.
-
Pengelolaan limbah elektronik dan kabel bekas: pemilahan, penyimpanan aman, pengiriman ke pihak yang berwenang, program daur ulang.
-
Kesadaran budaya kerja aman: siswa, guru, teknisi memiliki sikap aktif melaporkan kondisi tidak aman, menjaga kerapihan, merapikan kabel setelah praktik.
-
Evaluasi dan tindak lanjut: setelah mitigasi dilakukan, lakukan pengecekan ulang, refleksi bersama dan perbaikan berkelanjutan.
Dengan memahami semua tahapan di atas — jenis bahaya, identifikasi bahaya di lingkungan konkret, analisis risiko, contoh kasus, dan langkah mitigasi — siswa TKJ diharapkan lebih siap bekerja di laboratorium atau dunia industri secara aman, sehat dan ramah lingkungan.
Soal Latihan Bab 2
A. Pilihan Ganda (20 soal)
Pilihlah jawaban yang paling tepat!
-
Bahaya ergonomi di laboratorium TKJ bisa berupa …
A. Kabel listrik berserakan
B. Kursi tidak ergonomis dan monitor terlalu rendah
C. Stopkontak tanpa grounding
D. Rak server yang ventilasinya buruk
E. Debu elektronik berserakan -
Identifikasi bahaya berarti …
A. Mengabaikan potensi kecelakaan kerja
B. Mengetahui dan mengenali sumber bahaya di tempat kerja
C. Langsung melakukan tindakan tanpa analisis
D. Hanya memeriksa kabel listrik
E. Mengatur meja kerja saja -
Dalam analisis risiko, faktor “peluang” berarti …
A. Banyaknya korban yang terjadi
B. Seberapa besar kerugian yang ditimbulkan
C. Seberapa sering bahaya dapat terjadi
D. Seberapa besar ukuran ruang server
E. Berapa banyak siswa yang menggunakan lab -
Suhu ruang server yang tinggi karena ventilasi buruk termasuk jenis bahaya …
A. Listrik
B. Mekanik
C. Ergonomi
D. Lingkungan digital / fisik
E. Kimia -
Kabel lantai yang tidak terlindung dan mudah tersandung adalah contoh bahaya …
A. Listrik
B. Mekanik / fisik
C. Ergonomi
D. Lingkungan digital
E. Kimia -
Stopkontak tanpa grounding yang sering digunakan banyak siswa termasuk risiko …
A. Rendah
B. Sedang
C. Tinggi
D. Tidak ada
E. Ekstrem -
Identifikasi bahaya harus dilakukan …
A. Hanya sekali saat lab dibuka
B. Rutin dan mencakup aktivitas rutin dan non-rutin
C. Hanya oleh teknisi
D. Hanya setelah kecelakaan terjadi
E. Tidak penting -
Langkah mitigasi awal yang tepat untuk kabel berserakan adalah …
A. Biarkan saja karena tidak langsung bahaya
B. Memindahkan kabel ke ruang lain tanpa dokumentasi
C. Merapikan kabel, memasang kanal atau pelindung kabel
D. Menyembunyikan kabel agar tidak terlihat
E. Mengganti seluruh kabel setiap hari -
Analisis risiko bertujuan untuk …
A. Menentukan siapa yang salah
B. Menentukan tingkat prioritas pengendalian bahaya
C. Mengabaikan bahaya yang sulit dikendalikan
D. Mempercepat produksi tanpa memperhatikan safety
E. Mematikan listrik lab setiap hari -
Posisi duduk yang membungkuk terus-menerus di depan komputer tanpa istirahat adalah bahaya …
A. Listrik
B. Mekanik
C. Ergonomi
D. Lingkungan digital
E. Biologis -
Tumpukan kabel bekas dan baterai di lab tanpa pengelolaan limbah adalah bahaya terhadap …
A. Keselamatan kerja saja
B. Lingkungan hidup dan kesehatan
C. Produksi saja
D. Pencahayaan
E. Pekerjaan jaringan -
Rak server yang terlalu penuh dan ventilasi tidak memadai menyebabkan risiko …
A. Ergonomi
B. Mekanik
C. Kebisingan
D. Kebakaran akibat overheating
E. Kimia -
Salah satu tahap analisis risiko adalah …
A. Menyembunyikan bahaya
B. Mengabaikan dampak
C. Menilai peluang dan dampak
D. Mengatur jam kerja tanpa istirahat
E. Tidak melakukan inventarisasi -
Bahaya mekanik dalam lab TKJ bisa contoh …
A. Monitor terlalu rendah
B. Instalasi di ketinggian tanpa tali pengaman
C. Kabel berserakan
D. Stopkontak overload
E. Suhu ruangan tinggi -
Monitoring suhu dan kipas pendingin ruang server mati termasuk tahapan identifikasi bahaya jenis …
A. Ergonomi
B. Lingkungan digital/fisik
C. Mekanik
D. Listrik
E. Kimia -
Apabila risiko ditentukan sebagai “tinggi”, maka tindakan …
A. Bisa ditunda saja
B. Diprioritaskan untuk segera dikendalikan
C. Diabaikan
D. Hanya dilaporkan di akhir semester
E. Hanya dikeluhkan ke siswa -
Siswa yang duduk terlalu lama di depan komputer tanpa istirahat bisa terkena …
A. Sengatan listrik
B. Cidera akibat alat mekanik
C. Nyeri punggung/leher atau gangguan mata
D. Kebakaran lab
E. Kerusakan kabel -
Langkah pertama dalam mitigasi bahaya listrik adalah …
A. Menggunakan kabel bekas
B. Mengabaikan stopkontak tanpa grounding
C. Memeriksa kondisi grounding dan instalasi listrik
D. Meminta siswa membuat kabel sendiri
E. Mengubah arus listrik -
Identifikasi potensi bahaya di laboratorium komputer dapat dilakukan dengan metode …
A. Hanya wawancara
B. Observasi, checklist, data insiden
C. Menunggu insiden terjadi
D. Menghapus semua kabel
E. Memindahkan lab ke luar ruangan -
Bahaya yang bersumber dari lingkungan digital/fisik dalam lab TKJ adalah …
A. Kabel yang rapi
B. Ventilasi baik
C. Monitor dengan radiasi rendah
D. Ruang server panas dan ventilasi buruk
E. Kursi ergonomis
B. Soal Isian (10 soal)
Isilah jawaban yang tepat!
- Jelaskan apa yang dimaksud dengan “risk assessment” dalam konteks K3.
- Sebutkan empat (4) jenis bahaya yang paling umum di lingkungan kerja teknis TKJ.
- Sebutkan dua (2) contoh bahaya ergonomi di laboratorium jaringan komputer.
- Dalam analisis risiko, dua faktor utama apa yang digunakan untuk menentukan tingkat risiko?
- Sebutkan satu metode yang bisa digunakan untuk identifikasi bahaya di tempat kerja.
- Mengapa tumpukan kabel bekas tanpa pengelolaan limbah bisa menjadi bahaya lingkungan dalam lab TKJ?
- Apa tindakan mitigasi awal yang tepat untuk stopkontak tanpa grounding?
- Sebutkan satu contoh kebetulan (insiden) yang menggambarkan bahaya listrik di lab TKJ.
- Kenapa posisi duduk yang salah di depan komputer bisa menimbulkan risiko kesehatan?
- Apa arti “engineering control” dalam hierarki pengendalian risiko?
C. Soal Essay (5 soal)
Jawablah dengan uraian lengkap!
-
Jelaskan secara mendalam bagaimana proses identifikasi bahaya dan analisis risiko dilakukan di laboratorium TKJ sekolah Anda — mulai dari pengumpulan data hingga prioritas pengendalian bahaya.
-
Pilih satu bahaya spesifik (misalnya: kabel berserakan, stopkontak tanpa grounding, atau ventilasi ruang server buruk). Analisis secara lengkap: jenis bahaya, peluang terjadi, dampak jika terjadi, dan rencana mitigasi yang akan Anda usulkan.
-
Bagaimana penerapan mitigasi risiko di lingkungan kerja TKJ dapat membantu menciptakan budaya kerja yang aman dan produktif? Berikan minimal tiga poin dengan contoh konkret.
-
Dari sebuah kasus: siswa tersengat listrik ringan karena kabel terkelupas di bawah meja lab. Buatlah langkah-tindakan yang harus dilakukan mulai dari identifikasi bahaya hingga evaluasi setelah tindakan.
-
Diskusikan peran siswa, guru dan teknisi dalam mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya di lab TKJ — bagaimana mereka sebaiknya berkolaborasi, dan apa tantangan yang mungkin muncul serta cara mengatasinya.
D. Soal Evaluasi / Ulangan Bab 2
Berikut contoh soal ulangan (kombinasi pilihan ganda dan essay) yang bisa dijadikan soal evaluasi akhir Bab 2. Anda bisa memilih 10-15 soal dari di bawah ini atau semua, sesuai kebutuhan waktu dan bobot evaluasi.
Pilihan Ganda (contoh 5)
-
Ketika kabel instalasi berada di lantai dan tidak terlindungi, hal ini termasuk bahaya …
A. Ergonomi
B. Mekanik / fisik
C. Listrik
D. Lingkungan digital
E. Biologis -
Matriks risiko biasanya terdiri dari dua dimensi yaitu …
A. Bahaya dan alat pelindung diri
B. Peluang dan dampak
C. Jenis bahaya dan jenis risiko
D. Waktu dan biaya
E. Peluang dan sumber -
Rak server yang terlalu penuh dan ventilasi buruk bisa menyebabkan …
A. Ergonomi saja
B. Overheating dan kebakaran
C. Sengatan listrik saja
D. Tersandung kabel
E. Kelelahan mata -
Metode untuk mengidentifikasi bahaya secara sistematis sesuai standar K3 misalnya …
A. HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control)
B. SWOT
C. PEST
D. 5S
E. Budgeting -
Tindakan untuk mengendalikan risiko setelah identifikasi dan analisis adalah …
A. Mengabaikan bahaya kecil
B. Menyembunyikan kabel
C. Merapikan kabel, memasang pelindung, membuat prosedur kerja aman
D. Melarang semua siswa praktik
E. Hanya memberi ceramah saja
Essay (contoh 2)
-
Uraikan secara lengkap bagaimana Anda akan melakukan inspeksi laboratorium TKJ untuk mengidentifikasi semua potensi bahaya terkait listrik, ergonomi dan lingkungan digital. Sertakan checklist atau langkah-langkah yang akan Anda lakukan.
-
Buatlah rencana mitigasi jangka pendek dan jangka panjang untuk ruang server sekolah yang saat ini mengalami masalah ventilasi, kabel terbuka dan banyak kabel bekas berserakan — sertakan analisis risiko awal dan tindakan yang akan dilakukan.