BAB 6. Kesehatan Kerja dan Ergonomi di Lingkungan TKJ

🧠 BAB 6. Kesehatan Kerja dan Ergonomi di Lingkungan TKJ

Mata pelajaran K3LH (Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup) kelas X SMKS Bakti 17.


🧾 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP PEMBELAJARAN MENDALAM)


IDENTIFIKASI

Komponen

Keterangan

Mata Pelajaran

K3LH (Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup)

Satuan Pendidikan

SMKS Bakti 17

Pendidik Pengampu

Achmad Rawi Baihaqi, S.Kom

Fase / Kelas / Semester / Jurusan

Fase E / X / Semester 2 / Teknik Komputer dan Jaringan

Waktu

2 x Pertemuan (2 x 45 Menit)

Pengetahuan Awal

Peserta didik telah mempelajari dasar K3LH, pemahaman risiko kerja di bidang TKJ, dan dasar keselamatan kerja di laboratorium.

🧩 Peserta Didik

Memiliki minat kuat terhadap dunia teknologi dan jaringan komputer. Pengetahuan awal mereka mencakup praktik dasar di laboratorium komputer. Namun, sebagian siswa masih kurang memperhatikan posisi kerja ergonomis, kebiasaan duduk lama, dan manajemen stres saat menghadapi tugas berat.

📘 Analisis Materi Pelajaran

·         Jenis Pengetahuan: Pengetahuan konseptual (konsep ergonomi, kesehatan kerja), prosedural (posisi kerja, pengaturan waktu, manajemen stres), dan afektif (sikap sadar kesehatan dan keselamatan kerja).

·         Relevansi: Sangat dekat dengan kehidupan siswa SMK TKJ karena mereka sering bekerja di depan komputer, mengangkat alat berat, atau bekerja di ruangan berpendingin dengan waktu lama.

·         Nilai dan Karakter: Disiplin, tanggung jawab, kerja sama, peduli kesehatan diri dan rekan kerja.


💠 Dimensi Profil Pelajar Pancasila

1.      Kesehatan – Menjaga diri dari risiko fisik dan mental selama bekerja.

2.      Penalaran Kritis – Mampu menganalisis penyebab gangguan ergonomi dan stres kerja.

3.      Kreativitas – Mendesain area kerja ergonomis yang efisien dan aman.

4.      Kolaborasi – Bekerja sama dalam tim untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat.

5.      Kemandirian – Mengatur waktu kerja dan istirahat secara mandiri.


🎯 DESAIN PEMBELAJARAN

Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu memahami dan menerapkan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta lingkungan hidup di bidang komputer dan jaringan, dengan memperhatikan aspek ergonomi, kesehatan fisik, dan psikososial.

Tujuan Pembelajaran

1.      Menjelaskan konsep ergonomi dalam kegiatan kerja di bidang TKJ.

2.      Mengidentifikasi faktor-faktor kesehatan kerja seperti radiasi monitor, kelelahan, dan pengaturan waktu kerja.

3.      Menganalisis kondisi lingkungan kerja digital ideal (suhu, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan).

4.      Menunjukkan kesadaran terhadap manajemen stres dan keselamatan psikososial.

5.      Menerapkan gaya hidup sehat dan kebiasaan kerja ergonomis untuk menjaga performa jangka panjang.

Topik Pembelajaran

BAB 6. Kesehatan Kerja dan Ergonomi di Lingkungan TKJ
Subbab 6.1 s.d. 6.5 (Ergonomi, Kesehatan, Lingkungan Digital, Stres, dan Gaya Hidup Sehat)

Praktik Pedagogis

Model Pembelajaran: Deep Learning Approach (Pembelajaran Mendalam)
Metode:

·         Project Based Learning (PjBL)

·         Problem Solving dan Refleksi

·         Diskusi Kolaboratif dan Simulasi Ergonomi

Lingkungan Pembelajaran

·         Fisik: Laboratorium komputer TKJ dan ruang kelas.

·         Virtual: Google Classroom & YouTube (video postur ergonomis).

·         Budaya: Kelas kolaboratif, aman, dan terbuka terhadap diskusi serta refleksi pribadi.

Pemanfaatan Digital

·         Video simulasi postur kerja ergonomis (YouTube).

·         Platform digital (Padlet/Canva) untuk desain ruang kerja ergonomis.

·         Google Form untuk refleksi dan penilaian diri.


🧩 PERTEMUAN PERTAMA

Langkah-Langkah Pembelajaran


A. KEGIATAN AWAL (10 menit)

Prinsip: Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan

1.      Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama.

2.      Guru menayangkan video singkat tentang postur kerja teknisi jaringan yang salah dan benar.

3.      Apersepsi: Guru bertanya,

“Siapa yang pernah merasa pegal atau pusing setelah duduk lama di depan komputer?”

4.      Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan manfaat praktis ergonomi bagi teknisi TKJ.


B. KEGIATAN INTI (65 menit)

1. Memahami (Berkesadaran dan Bermakna)

·         Siswa membaca bahan bacaan “Konsep Ergonomi dan Risiko Kerja TKJ” (lihat di bawah).

·         Guru memfasilitasi diskusi:

o    Apa saja risiko postur kerja yang salah?

o    Mengapa sirkulasi udara dan pencahayaan penting bagi teknisi?

·         Siswa mencatat konsep penting dalam buku catatan digital (Google Docs).

🧾 Bahan Bacaan Pendukung:

Ergonomi berasal dari kata Yunani “ergon” (kerja) dan “nomos” (aturan). Dalam bidang TKJ, ergonomi berarti mengatur posisi kerja, pencahayaan, dan peralatan agar tubuh tidak cepat lelah. Posisi duduk tegak, jarak monitor 50–70 cm, dan waktu istirahat setiap 2 jam sangat penting. Bila diabaikan, risiko jangka panjang bisa berupa sakit punggung, gangguan mata, dan stres.


2. Mengaplikasi (Bermakna dan Menyenangkan)

·         Siswa dibagi ke dalam kelompok kecil (4–5 orang).

·         Tugas proyek: Menganalisis kondisi ergonomi ruang lab TKJ sekolah.

o    Ukur tinggi meja, posisi monitor, suhu ruangan, tingkat kebisingan.

o    Dokumentasikan dengan foto/video.

·         Siswa membuat poster edukatif “Ergonomi yang Baik untuk Teknisi Jaringan” melalui Canva atau PowerPoint.

·         Hasil dipresentasikan secara singkat (5 menit per kelompok).


3. Merefleksi (Berkesadaran dan Menggembirakan)

·         Guru meminta siswa menulis refleksi pribadi:

“Apa kebiasaan kerja saya yang perlu diperbaiki?”
“Bagaimana saya bisa menjaga kesehatan saat bekerja di depan komputer?”

·         Siswa melakukan peer feedback (penilaian sejawat) terhadap hasil kelompok lain.


C. PENUTUP (10 menit)

Prinsip: Bermakna dan Menggembirakan

1.      Guru dan siswa menyimpulkan hasil pembelajaran hari ini.

2.      Guru memberi apresiasi terhadap kelompok terbaik.

3.      Guru memberikan teaser untuk pertemuan berikutnya (manajemen stres dan gaya hidup sehat).

4.      Doa penutup dan refleksi akhir.


🧠 ASESMEN PEMBELAJARAN

Jenis dan Instrumen Asesmen

Jenis Asesmen

Teknik

Instrumen

Keterangan

Penilaian Diri

Refleksi pribadi

Formulir refleksi (Google Form)

Siswa menilai kebiasaan kerja sendiri

Penilaian Sejawat

Peer review

Lembar evaluasi kelompok

Antar siswa memberi umpan balik

Penilaian Produk/Proyek

Analisis dan desain poster ergonomi

Rubrik penilaian proyek

Kolaboratif

Observasi

Sikap dan keaktifan

Lembar observasi guru

Penilaian selama diskusi

Tes Formatif

Tes tertulis

10 soal pilihan ganda

Evaluasi konsep dasar ergonomi


🧾 Contoh Tes Formatif

No

Soal

Jawaban

1

Tujuan utama ergonomi adalah...

C. Meningkatkan kenyamanan dan efisiensi kerja

2

Posisi monitor yang ideal adalah...

B. Sejajar pandangan mata

3

Jarak ideal antara mata dan monitor adalah...

A. 50–70 cm

4

Kelelahan kerja dapat dicegah dengan...

D. Istirahat tiap 2 jam

5

Suhu ideal ruang kerja digital...

B. 20–25°C

6

Stres kerja dapat dikurangi dengan...

E. Mengatur waktu dan komunikasi baik

7

Pencahayaan yang baik mencegah...

B. Gangguan mata

8

Sirkulasi udara penting untuk...

C. Menjaga suhu dan kebersihan ruangan

9

Gaya hidup sehat teknisi termasuk...

A. Minum cukup air dan tidur cukup

10

Ergonomi termasuk dalam aspek...

D. Kesehatan kerja


🧾 Rencana Asesmen Formatif

·         Evaluasi konsep ergonomi melalui 10 soal di atas.

·         Diskusi kelompok tentang risiko kerja nyata.

🧾 Rencana Asesmen Sumatif

·         Proyek “Desain Ruang Kerja Ergonomis” (produk digital + presentasi).

·         Refleksi pribadi dan jurnal stres kerja.


📊 Rubrik Penilaian Sumatif

Aspek

Indikator

Skor 1

Skor 2

Skor 3

Skor 4

Pemahaman Konsep

Menjelaskan prinsip ergonomi

Tidak paham

Kurang lengkap

Cukup baik

Lengkap dan mendalam

Ketepatan Analisis

Mampu menganalisis kondisi kerja

Tidak sesuai

Kurang tepat

Tepat

Sangat tepat dan logis

Kreativitas Produk

Desain ergonomis menarik dan fungsional

Tidak kreatif

Kurang menarik

Menarik

Inovatif dan aplikatif

Kolaborasi

Partisipasi dan kerja tim

Pasif

Kadang aktif

Aktif

Sangat aktif dan suportif

Refleksi Diri

Menunjukkan kesadaran dan rencana perbaikan diri

Tidak ada refleksi

Refleksi dangkal

Refleksi baik

Refleksi mendalam dan realistis


📚 Studi Kasus

Seorang teknisi jaringan bernama Rudi bekerja di ruang server dengan pencahayaan rendah dan suhu ruangan 18°C. Ia duduk membungkuk di depan laptop selama 6 jam tanpa istirahat.
Setelah 3 bulan, ia sering mengeluh nyeri punggung dan mata lelah.

Tugas:

1.      Identifikasi kesalahan kerja yang dilakukan Rudi.

2.      Jelaskan bagaimana prinsip ergonomi dapat diterapkan untuk memperbaikinya.

3.      Buat rekomendasi layout ruang server yang lebih ergonomis.


📖 Daftar Pustaka

1.      Sutanto, E. (2021). Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Bidang Teknologi Informasi. Yogyakarta: Deepublish.

2.      Suma’mur, P.K. (2020). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Gunung Agung.

3.      Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja.

4.      Modul K3LH SMK Bidang TKJ.

5.      Video Edukasi Kemenaker: Penerapan Ergonomi di Tempat Kerja Digital (YouTube, 2023).

 

🧠 BAB 6. KESEHATAN KERJA DAN ERGONOMI DI LINGKUNGAN TKJ


🎯 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:

1.      Menjelaskan konsep ergonomi dalam kegiatan kerja di bidang TKJ, termasuk postur tubuh dan posisi kerja yang benar.

2.      Mengidentifikasi faktor-faktor kesehatan kerja seperti radiasi monitor, kelelahan, serta pentingnya pengaturan waktu kerja dan istirahat.

3.      Menganalisis kondisi lingkungan kerja digital yang ideal dari segi suhu, pencahayaan, kebisingan, dan sirkulasi udara.

4.      Menunjukkan kesadaran terhadap manajemen stres dan keselamatan psikososial selama praktik kerja teknis.

5.      Menerapkan gaya hidup sehat dan kebiasaan kerja ergonomis untuk menjaga performa dan kesehatan jangka panjang sebagai teknisi jaringan.


6.1 💺 Konsep Ergonomi: Postur Tubuh dan Posisi Kerja di Bidang TKJ

a. Pengertian Ergonomi

Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari cara menyesuaikan pekerjaan, peralatan, dan lingkungan kerja agar sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan manusia.
Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi kerja, kenyamanan, serta mencegah gangguan kesehatan akibat pekerjaan.

🧩 Contoh: Seorang teknisi jaringan mengatur posisi duduk dan ketinggian monitor agar tidak menunduk saat konfigurasi router di depan komputer.

b. Prinsip Ergonomi dalam Bidang TKJ

1.      Postur tubuh netral: Punggung tegak, bahu rileks, pergelangan tangan sejajar dengan meja.

2.      Ketinggian monitor: Sejajar dengan tinggi mata.

3.      Jarak pandang: ± 50–70 cm dari layar monitor.

4.      Pencahayaan: Tidak terlalu terang dan tidak menyilaukan mata.

5.      Istirahat aktif: Setiap 1 jam kerja, istirahat 5–10 menit dengan melakukan peregangan.

c. Ergonomi Saat Instalasi Jaringan

Teknisi TKJ sering melakukan kegiatan lapangan seperti:

·         Menarik dan memasang kabel LAN.

·         Memasang konektor RJ45.

·         Menyambungkan router dan switch.

⚠️ Risiko umum:

·         Nyeri punggung karena terlalu lama membungkuk.

·         Tangan pegal akibat gerakan berulang (crimping, stripping).

💡 Solusi Ergonomis:

·         Gunakan alat bantu seperti tangga kecil atau kursi lipat untuk posisi tinggi.

·         Ganti posisi setiap 15–20 menit.

·         Gunakan alas lutut (kneepad) saat bekerja di lantai.


6.2 🧍‍♂ Faktor-Faktor Kesehatan Kerja di Bidang TKJ

a. Radiasi Monitor

Monitor memancarkan cahaya biru (blue light) yang berlebihan dapat menyebabkan mata lelah, sakit kepala, dan gangguan tidur.

Pencegahan:

1.      Gunakan filter layar anti-radiasi.

2.      Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, alihkan pandangan 20 detik sejauh 20 kaki (6 meter).

3.      Atur kecerahan layar sesuai cahaya ruangan.


b. Kelelahan Kerja

Kelelahan bisa bersifat fisik maupun mental. Dalam dunia TKJ, kelelahan sering muncul karena:

·         Terlalu lama di depan komputer.

·         Kurang istirahat atau tidur.

·         Tekanan pekerjaan dan proyek.

Gejala:
✅ Sulit fokus
✅ Sakit kepala
✅ Emosi tidak stabil
✅ Produktivitas menurun

Solusi:

·         Jadwal kerja dan istirahat seimbang.

·         Minum air putih cukup.

·         Tidur 7–8 jam per hari.


c. Pengaturan Kerja dan Istirahat

Keseimbangan antara waktu kerja dan istirahat sangat penting untuk mencegah burnout dan menjaga efisiensi kerja.

Aktivitas

Durasi Maksimal

Saran Istirahat

Bekerja di depan komputer

1 jam

Istirahat 5–10 menit

Instalasi jaringan

2 jam

Peregangan 10 menit

Konfigurasi perangkat

45 menit

Rehat 5 menit


6.3 🖥️ Lingkungan Kerja Digital

Lingkungan kerja digital yang baik meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan fokus kerja.

a. Suhu Ruangan

·         Idealnya antara 22–26°C.

·         Terlalu panas → mudah lelah.

·         Terlalu dingin → kaku dan tidak nyaman.

b. Sirkulasi Udara

·         Ruangan harus memiliki ventilasi baik untuk menjaga oksigen tetap segar.

·         Gunakan kipas atau exhaust fan bila tidak ada AC.

c. Pencahayaan

·         Gunakan cahaya alami (siang hari) sebisa mungkin.

·         Hindari cahaya langsung ke layar monitor.

·         Gunakan lampu LED putih netral.

d. Kebisingan

·         Gunakan earplug jika bekerja di area bising (server room).

·         Batasi penggunaan speaker keras di ruang konfigurasi.

·         Pasang peredam suara bila diperlukan.

💡 Prinsip utama: Lingkungan kerja harus aman, nyaman, dan produktif.


6.4 🧘‍♂ Manajemen Stres dan Keselamatan Psikososial

a. Pengertian

Manajemen stres adalah kemampuan mengendalikan tekanan emosional dan mental yang timbul dari pekerjaan.

Dalam bidang TKJ, stres bisa muncul karena:

·         Deadline proyek yang ketat.

·         Gangguan jaringan saat troubleshooting.

·         Tekanan dari klien atau atasan.

b. Tanda-Tanda Stres Kerja

·         Mudah marah.

·         Sering cemas atau gugup.

·         Sakit kepala tanpa sebab.

·         Produktivitas menurun.

c. Strategi Mengelola Stres

1.      Atur waktu kerja: Gunakan to-do list harian.

2.      Ambil jeda pendek: Keluar ruangan sebentar untuk menghirup udara segar.

3.      Relaksasi ringan: Tarik napas dalam, meditasi, atau dengarkan musik santai.

4.      Komunikasi positif: Sampaikan beban kerja pada rekan atau guru pembimbing.

d. Keselamatan Psikososial

Keselamatan psikososial mencakup kondisi mental dan sosial yang mendukung kenyamanan di tempat kerja.

Contoh praktik baik:

·         Tidak melakukan perundungan (bullying).

·         Saling menghargai antaranggota tim.

·         Menjaga etika berbicara saat proyek berlangsung.


6.5 🏃‍♂ Praktik Gaya Hidup Sehat untuk Teknisi TKJ

a. Mengapa Gaya Hidup Sehat Penting?

Karena teknisi TKJ sering bekerja dalam posisi statis, sehingga rentan terhadap gangguan kesehatan seperti:

·         Nyeri punggung

·         Obesitas

·         Gangguan mata

b. Langkah Gaya Hidup Sehat

1.      Olahraga ringan setiap hari: Jalan kaki 30 menit atau peregangan.

2.      Konsumsi makanan bergizi: Kurangi junk food dan minuman berkafein.

3.      Tidur cukup: Minimal 7 jam setiap malam.

4.      Minum air putih: Minimal 8 gelas per hari.

5.      Istirahat aktif: Berdiri atau berjalan setelah duduk lama.

c. Etika dan Sikap Profesional

·         Menjaga kebersihan diri dan area kerja.

·         Menggunakan pakaian kerja yang sesuai (sepatu, ID card, pakaian rapi).

·         Disiplin waktu dan tanggung jawab dalam setiap tugas.


💬 STUDI KASUS

Kasus 1: “Teknisi Pegal dan Kurang Fokus”

Seorang siswa TKJ, Fajar, mengeluh nyeri di punggung dan mata perih setelah 3 jam mengetik laporan konfigurasi jaringan.
Pertanyaan:

1.      Apa penyebab masalah kesehatan yang dialami Fajar?

2.      Bagaimana cara pencegahannya dari sisi ergonomi dan gaya hidup?

Kasus 2: “Lingkungan Lab yang Panas dan Bising”

Laboratorium jaringan di sekolah terasa panas dan bising karena kipas pendingin server keras.
Tugas:

·         Identifikasi masalah lingkungan kerja digital.

·         Rancang solusi praktis agar ruangan lebih nyaman dan produktif.


🧾 RANGKUMAN

1.      Ergonomi membantu pekerja menyesuaikan posisi kerja agar aman dan efisien.

2.      Faktor kesehatan seperti radiasi monitor dan kelelahan perlu dikendalikan.

3.      Lingkungan kerja digital ideal mencakup suhu, pencahayaan, sirkulasi, dan kebisingan.

4.      Manajemen stres dan keselamatan psikososial mendukung kesehatan mental teknisi.

5.      Gaya hidup sehat menjaga stamina dan performa teknisi TKJ.


📘 SOAL LATIHAN

A. Pilihan Ganda

1.      Ergonomi bertujuan untuk...
A. Meningkatkan kecepatan kerja
B. Menyesuaikan pekerjaan dengan kemampuan tubuh manusia 
C. Mengatur waktu kerja yang panjang
D. Menghilangkan semua risiko kerja

2.      Sudut ideal antara paha dan betis saat duduk adalah...
A. 45°
B. 60°
C. 90° 
D. 120°

3.      Aturan 20-20-20 digunakan untuk...
A. Melatih fokus kerja
B. Mengurangi stres kerja
C. Menjaga kesehatan mata 
D. Meningkatkan produktivitas

4.      Suhu ruangan ideal untuk kerja komputer adalah...
A. 16–18°C
B. 22–26°C 
C. 30°C
D. 10–12°C

5.      Manajemen stres bertujuan untuk...
A. Menunda pekerjaan
B. Menghindari semua tekanan
C. Mengontrol tekanan agar tetap produktif 
D. Menghapus semua tugas


B. Isian Singkat

1.      Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara ______ dan ______.

2.      Istirahat ideal saat bekerja di depan komputer adalah setiap ______ menit.

3.      Cahaya yang terlalu terang atau silau dapat menyebabkan ______.

4.      Kelelahan kerja dapat bersifat ______ dan ______.

5.      Teknik relaksasi sederhana untuk mengurangi stres adalah ______.


C. Essay Singkat

1.      Jelaskan pentingnya penerapan ergonomi bagi teknisi jaringan!

2.      Bagaimana pengaruh pencahayaan terhadap produktivitas kerja di lab komputer?

3.      Sebutkan langkah-langkah sederhana menjaga kesehatan mata bagi teknisi TKJ!


D. Studi Kasus

Seorang teknisi jaringan di perusahaan harus bekerja lembur selama 7 jam di depan komputer tanpa istirahat. Setelah beberapa hari, ia mengeluh sakit punggung dan sulit tidur.

Tugas:

1.      Identifikasi 3 kesalahan kerja yang dilakukan.

2.      Berikan 3 solusi perbaikan dari sisi ergonomi dan manajemen kesehatan kerja.

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama