🔥 BAB 5. FIREWALL DAN SISTEM DETEKSI INTRUSI

🔥 BAB 5. FIREWALL DAN SISTEM DETEKSI INTRUSI


🎯 Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan konsep dasar firewall dalam keamanan jaringan.
  2. Mengidentifikasi jenis-jenis firewall dan fungsinya.
  3. Melakukan instalasi dan konfigurasi dasar firewall menggunakan simulator jaringan (Cisco Packet Tracer).
  4. Menjelaskan konsep dan perbedaan antara IDS (Intrusion Detection System) dan IPS (Intrusion Prevention System).
  5. Mensimulasikan pengamanan jaringan dengan firewall dan IDS sederhana.

🧱 5.1 Konsep Dasar Firewall

📘 Pengertian

Firewall adalah sistem keamanan jaringan yang bertugas untuk memantau dan mengontrol lalu lintas data (traffic) yang masuk dan keluar dari jaringan berdasarkan aturan keamanan yang telah ditetapkan.

🔒 Analoginya: Firewall seperti penjaga gerbang — hanya mengizinkan paket data tertentu lewat dan menolak paket yang mencurigakan.


📡 Fungsi Utama Firewall

  1. Menyaring lalu lintas jaringan (Packet Filtering)
    Menentukan paket mana yang boleh masuk/keluar.
  2. Mencegah akses tidak sah (Unauthorized Access)
    Hanya alamat IP dan port tertentu yang diperbolehkan.
  3. Melindungi dari serangan luar (External Attack)
    Seperti virus, worm, atau hacker.
  4. Membatasi penggunaan jaringan internal
    Misalnya, membatasi akses siswa ke situs tertentu.
  5. Mencatat aktivitas (Logging)
    Firewall mencatat setiap koneksi yang terjadi.

🧩 Contoh di Cisco Packet Tracer

Dalam simulasi jaringan, router Cisco bisa berfungsi sebagai firewall dengan mengatur Access Control List (ACL).

Contoh:

Router(config)# access-list 10 deny 192.168.2.0 0.0.0.255

Router(config)# access-list 10 permit any

Router(config)# interface fa0/0

Router(config-if)# ip access-group 10 in

🧠 Penjelasan:
Perintah ini melarang semua IP dari jaringan 192.168.2.0 mengakses router, tapi mengizinkan lainnya.


🧩 Simulasi Praktikum Cisco Packet Tracer

Tujuan: Membuat firewall sederhana untuk melindungi server.

Langkah:

  1. Buat topologi: 2 PC (LAN internal), 1 Server, 1 Router.
  2. Atur IP:
    • LAN: 192.168.10.0/24
    • Internet simulasi: 10.0.0.0/24
  3. Gunakan ACL di router untuk menolak IP dari jaringan internet.
  4. Uji dengan ping dari kedua sisi.

Hasil:
PC di jaringan 10.0.0.0 tidak bisa mengakses server, sedangkan PC 192.168.10.0 bisa.


🧩 Kesimpulan Subbab 5.1

Firewall adalah lapisan pertama pertahanan jaringan yang menyaring dan mengontrol lalu lintas data untuk menjaga keamanan sistem dari ancaman internal maupun eksternal.


⚙️ 5.2 Jenis dan Fungsi Firewall

📘 Berdasarkan Letak dan Cara Kerja

Jenis Firewall

Keterangan

Contoh

Packet Filtering Firewall

Menyaring paket berdasarkan IP, port, dan protokol.

Cisco ACL

Stateful Inspection Firewall

Memantau status koneksi dan hanya mengizinkan paket yang sah.

Cisco ASA

Proxy Firewall (Application Gateway)

Menjadi perantara antara pengguna dan layanan, menyembunyikan identitas pengguna.

Squid Proxy

Next-Generation Firewall (NGFW)

Mendeteksi serangan canggih dan memiliki fitur IDS/IPS.

Palo Alto, Fortigate

Software Firewall

Dipasang di komputer/laptop individu.

Windows Defender Firewall


📡 Berdasarkan Posisi di Jaringan

Posisi

Fungsi

Network Firewall

Melindungi seluruh jaringan (biasanya di router/gateway)

Host-based Firewall

Melindungi satu perangkat (PC atau server)

Cloud Firewall

Firewall berbasis cloud untuk jaringan virtual


🔍 Contoh Praktis di Sekolah

  • Router Sekolah → firewall jaringan utama (mencegah serangan dari luar).
  • PC Guru → menggunakan Windows Firewall (host-based).
  • Server Sekolah → menggunakan software seperti pfSense atau iptables untuk keamanan tambahan.

🧩 Latihan Praktikum Cisco Packet Tracer

Tujuan: Mengimplementasikan Packet Filtering Firewall dengan ACL.

Langkah:

  1. Buat 2 jaringan:
    • Jaringan siswa: 192.168.10.0
    • Jaringan guru: 192.168.20.0
  2. Hubungkan keduanya lewat router.
  3. Konfigurasikan ACL agar siswa tidak bisa ping ke jaringan guru, tapi guru bisa mengakses jaringan siswa.

Router(config)# access-list 100 deny ip 192.168.10.0 0.0.0.255 192.168.20.0 0.0.0.255

Router(config)# access-list 100 permit ip any any

Router(config)# interface fa0/0

Router(config-if)# ip access-group 100 in

Hasil:
Siswa tidak bisa mengakses guru, tapi guru tetap bisa mengakses siswa.
Firewall berfungsi.


🧰 5.3 Instalasi dan Konfigurasi Firewall

📘 Firewall pada Perangkat Cisco

Firewall dapat diterapkan melalui ACL (Access Control List) atau Cisco Security Appliance (ASA).


⚙️ Langkah Konfigurasi Dasar Firewall Cisco

  1. Masuk ke konfigurasi router

2.      Router> enable

3.      Router# configure terminal

  1. Buat daftar akses (ACL)

5.      Router(config)# access-list 101 permit tcp 192.168.1.0 0.0.0.255 any eq 80

6.      Router(config)# access-list 101 deny ip any any

  1. Terapkan pada antarmuka

8.      Router(config)# interface fa0/0

9.      Router(config-if)# ip access-group 101 in

  1. Simpan konfigurasi

11.  Router# copy running-config startup-config

🧠 Penjelasan:
Hanya mengizinkan jaringan 192.168.1.0 mengakses port 80 (HTTP), dan menolak lainnya.


💻 Simulasi Praktikum di Cisco Packet Tracer

Tujuan: Menyaring akses ke server web.

  1. Tambahkan Router, Switch, PC Client, dan Web Server.
  2. Buat ACL seperti di atas.
  3. Tes akses ke server menggunakan browser pada PC.
  4. PC dengan IP yang tidak diizinkan tidak dapat mengakses server.

🔒 Firewall Software Alternatif

Selain Cisco, firewall juga dapat diinstal pada komputer server:

  • pfSense (open source, berbasis FreeBSD)
  • IPTables / UFW (Linux Firewall)
  • Windows Defender Firewall

Contoh Linux:

sudo ufw enable

sudo ufw allow 80/tcp

sudo ufw deny 23/tcp


🛡️ 5.4 Intrusion Detection System (IDS) dan Intrusion Prevention System (IPS)

📘 Pengertian

Sistem

Fungsi

IDS (Intrusion Detection System)

Mendeteksi aktivitas mencurigakan dalam jaringan. Memberikan peringatan (alert).

IPS (Intrusion Prevention System)

Selain mendeteksi, juga mencegah dan memblokir serangan secara otomatis.


⚙️ Cara Kerja

  1. IDS memantau lalu lintas jaringan menggunakan sensor.
  2. Jika menemukan pola mencurigakan (misal serangan DoS), IDS mengirimkan alert ke admin.
  3. IPS dapat langsung menolak paket atau memutus koneksi yang berbahaya.

📊 Perbedaan IDS vs IPS

Aspek

IDS

IPS

Fungsi

Deteksi dan Peringatan

Deteksi dan Pencegahan

Aksi

Memberi notifikasi

Memblokir secara otomatis

Mode Kerja

Passive

Active

Penempatan

Di dalam jaringan (monitor)

Antara jaringan (inline)

Contoh

Snort, OSSEC

Cisco Firepower, Suricata


🧩 Simulasi IDS Sederhana (Konseptual di Cisco Packet Tracer)

Cisco Packet Tracer tidak mendukung IDS/IPS asli, tetapi dapat disimulasikan konsepnya:

Langkah:

  1. Buat dua jaringan (Internal dan External).
  2. Gunakan router tengah sebagai IPS Router.
  3. Gunakan ACL untuk “memblokir” IP penyerang yang berulang kali mencoba ping ke server.

Contoh:

Router(config)# access-list 105 deny icmp host 10.0.0.5 any

Router(config)# access-list 105 permit ip any any

Router(config)# interface fa0/0

Router(config-if)# ip access-group 105 in

🧠 Penjelasan:
Jika IP 10.0.0.5 melakukan ping flood, maka router mendeteksi dan menolak paket ICMP dari IP tersebut.


🧠 Studi Kasus Dunia Nyata

  • IDS: Snort digunakan oleh perusahaan untuk memantau lalu lintas mencurigakan.
  • IPS: Cisco Firepower digunakan untuk mencegah serangan DDoS secara real-time.
  • Sekolah: Firewall router digunakan untuk memblokir situs berbahaya dan melindungi data server e-learning.

📋 Kesimpulan BAB 5

  1. Firewall adalah sistem pengaman utama untuk mengatur lalu lintas jaringan.
  2. Firewall bekerja berdasarkan aturan (ACL) untuk menyaring akses.
  3. IDS mendeteksi ancaman, sedangkan IPS mencegah ancaman secara langsung.
  4. Kombinasi Firewall + IDS/IPS membuat jaringan jauh lebih aman dan terkontrol.
  5. Cisco Packet Tracer dapat digunakan untuk simulasi dasar konfigurasi firewall.

💡 Tugas Praktikum BAB 5

  1. Buat topologi sederhana dengan router, switch, server, dan dua jaringan (internal–eksternal).
  2. Konfigurasikan firewall agar hanya IP tertentu yang bisa mengakses server.
  3. Simulasikan IDS sederhana dengan ACL (blokir IP penyerang).
  4. Dokumentasikan hasil konfigurasi (CLI dan hasil ping/browser test).
  5. Jelaskan manfaat firewall dan IDS pada laporan.

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama