PERENCANAAN
PEMBELAJARAN
(MODUL
AJAR)
A. IDENTIFIKASI
|
Mata Pelajaran |
Keamanan Jaringan |
|
Satuan Pendidikan |
SMKS Bakti 17 |
|
Pendidik Pengampu |
Achmad Rawi Baihaqi, S.Kom |
|
Fase/Kelas/Semester |
F / XI TKJ / Ganjil |
|
Topik/Materi |
Memahami Kebijakan Pengguna Jaringan |
|
Waktu |
2 x Pertemuan (2 x 45 Menit) |
|
Peserta Didik |
Peserta didik kelas XI TKJ memiliki pengetahuan
dasar mengenai jaringan komputer, namun pemahaman mereka mengenai aspek tata
kelola, etika, dan regulasi penggunaan jaringan masih terbatas. Minat belajar
mereka tinggi pada aspek praktik teknis, sehingga pembelajaran perlu
dikaitkan dengan studi kasus nyata (misalnya, dampak pelanggaran kebijakan di
dunia industri) agar relevan dan menarik. |
|
Materi Pelajaran |
Materi ini berfokus pada pengetahuan konseptual dan
prosedural. Relevansinya sangat tinggi karena setiap pengguna teknologi
digital terikat pada kebijakan tertentu, dan sebagai calon profesional IT,
mereka harus mampu merancang dan menegakkannya. Tingkat kesulitannya sedang,
lebih menekankan pada penalaran kritis dan analisis daripada konfigurasi
teknis. Materi ini mengintegrasikan nilai karakter seperti tanggung jawab,
integritas, dan etika digital. |
|
Dimensi Profil Pelajar Pancasila |
1. Penalaran Kritis:
Menganalisis kebutuhan, dampak, dan efektivitas sebuah kebijakan pengguna
jaringan. 2. Kolaborasi:
Bekerja sama dalam kelompok untuk membedah studi kasus dan menyusun draf
kebijakan. 3. Kewargaan:
Memahami hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga digital yang baik
di lingkungan sekolah maupun masyarakat. 4. Kreativitas:
Menghasilkan draf kebijakan yang solutif dan relevan dengan konteks yang
diberikan. 5. Komunikasi:
Menyampaikan hasil analisis dan draf kebijakan secara efektif di depan kelas. |
B. DESAIN PEMBELAJARAN
|
Capaian Pembelajaran |
Pada akhir fase F, peserta didik mampu merencanakan,
menerapkan, dan memelihara sistem keamanan jaringan, termasuk di dalamnya
perancangan, sosialisasi, dan penegakan kebijakan keamanan untuk melindungi
aset dan data organisasi. |
|
Lintas Disiplin Ilmu |
- Bahasa Indonesia:
Kemampuan menyusun kalimat yang efektif, jelas, dan tidak ambigu dalam
dokumen kebijakan. - Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
(PPKn): Memahami konsep aturan, hak, kewajiban, dan sanksi dalam
sebuah tata tertib. - Dasar-dasar Hukum dan Etika
Profesi: Memahami implikasi legal dan etis dari penggunaan
teknologi. |
|
Tujuan Pembelajaran |
1. Menjelaskan pengertian kebijakan pengguna
jaringan secara jelas dan benar. 2. Mengidentifikasi prinsip, aturan, dan
contoh kebijakan pengguna jaringan yang berlaku di sekolah maupun dunia
industri. 3. Menganalisis dampak yang ditimbulkan apabila kebijakan pengguna
jaringan dilanggar. 4. Menerapkan sikap etis dan bertanggung jawab dalam
menggunakan jaringan di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari. 5.
Menyusun contoh draft sederhana kebijakan pengguna jaringan untuk lingkungan
kelas/laboratorium sekolah. |
|
Topik Pembelajaran |
1. Definisi, Fungsi, dan Urgensi Kebijakan Pengguna
Jaringan (AUP). 2. Prinsip dan Komponen Kunci dalam AUP. 3. Studi Kasus
Pelanggaran Kebijakan dan Analisis Dampaknya. 4. Etika dan Tanggung Jawab
Digital. 5. Praktik Penyusunan Draf AUP. |
|
Praktik Pedagogis |
- Model:
Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning). - Strategi: Pembelajaran Kontekstual (Contextual
Teaching and Learning). - Metode: Ceramah
interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, presentasi, dan penugasan proyek
mini. |
|
Kemitraan Pembelajaran |
Kolaborasi dengan Kepala Laboratorium Komputer atau
tim IT sekolah untuk mendapatkan contoh nyata kebijakan penggunaan jaringan
Wi-Fi dan laboratorium yang berlaku di SMKS Bakti 17 sebagai bahan analisis
awal. |
|
Lingkungan Pembelajaran |
- Budaya Belajar:
Menciptakan suasana kelas yang aman, nyaman, dan terbuka, di mana peserta
didik didorong untuk bertanya, berpendapat, dan mengemukakan hasil analisisnya
tanpa rasa takut. Menekankan budaya saling menghargai pendapat dan etika
dalam berdiskusi. - Ruang Fisik: Mengatur tempat
duduk menjadi format kelompok (cluster) untuk memfasilitasi diskusi dan
kolaborasi. |
|
Pemanfaatan Digital |
Proyektor/Layar Interaktif: Menampilkan materi presentasi, video singkat tentang studi kasus
pelanggaran siber, dan contoh kebijakan dari berbagai institusi. Google Docs/Platform Kolaboratif: Digunakan oleh peserta didik untuk menyusun draf kebijakan secara
bersama-sama dalam kelompok. G-Drive |
C.
PENGALAMAN
BELAJAR
Catatan : pengalaman belajar pada topik ini ditujukan untuk 1 kali pertemuan, namun dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi siswa di kelas
Langkah-Langkah Pembelajaran:
Awal (10 Menit)
·
Persiapan
Pembelajaran:
Ø
Guru
menyapa peserta didik, mengajak berdoa bersama untuk memulai pembelajaran
(Dimensi: Keimanan dan Ketakwaan).
Ø
Guru
memastikan kebersihan dan kerapian kelas untuk menciptakan lingkungan belajar
yang kondusif.
Ø Guru memeriksa kehadiran dan menanyakan kabar peserta didik.
·
Apersepsi
dan Motivasi:
Ø Guru memulai dengan pertanyaan pemantik: "Aturan
apa saja yang kalian ketahui tentang penggunaan Wi-Fi di sekolah kita? Mengapa
aturan itu perlu ada?"
Ø
Guru
mengaitkan jawaban peserta didik dengan topik yang akan dibahas, yaitu
pentingnya sebuah aturan formal yang disebut "Kebijakan Pengguna
Jaringan".
·
Penyampaian
Tujuan:
Ø
Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai serta alur kegiatan yang
akan dilaksanakan (diskusi, analisis kasus, dan penyusunan draf).
Ø
Guru dan
peserta didik menyepakati kembali aturan main dalam kelas (misal: aktif
berpartisipasi, menghargai pendapat orang lain).
INTI (70 Menit)
·
Memahami
(30 Menit)
Prinsip:
Bermakna, Menggembirakan
Ø Kegiatan:
o Guru menyajikan materi secara interaktif menggunakan
slide mengenai:
o
Definisi
dan fungsi kebijakan pengguna jaringan (Acceptable Use Policy - AUP).
o
Pentingnya
AUP untuk melindungi pengguna, data, dan aset organisasi.
o
Prinsip-prinsip
dasar (misalnya, privasi, legalitas, keamanan).
o
Contoh
nyata aturan dalam AUP di lingkungan sekolah (misal: larangan membuka situs
terlarang) dan industri (misal: larangan membocorkan data perusahaan).
o
Guru
menampilkan video singkat atau artikel berita tentang dampak pelanggaran
kebijakan jaringan (contoh: kebocoran data akibat kelalaian karyawan). Peserta
didik diminta memberikan tanggapan singkat. (Prinsip: Menggembirakan, karena
menggunakan media audiovisual yang relevan).
·
Mengaplikasi
(30 Menit)
Prinsip:
Bermakna, Berkesadaran
Ø
Kegiatan:
- Peserta
didik dibagi menjadi beberapa kelompok (4-5 orang).
- Setiap
kelompok diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi sebuah Studi Kasus tentang masalah-masalah yang terjadi
di sebuah laboratorium komputer sekolah.
- Dalam kelompok,
peserta didik berdiskusi untuk:
-
Menganalisis
dampak negatif dari setiap masalah yang ada dalam studi kasus.
-
Mengaitkan
setiap masalah dengan prinsip atau aturan kebijakan yang dilanggar.
-
Mengusulkan
solusi konkret berupa poin-poin aturan yang harus diterapkan.
·
Merefleksi
(10 Menit)
Prinsip: Berkesadaran
Ø Kegiatan:
- Perwakilan
dari beberapa kelompok mempresentasikan hasil analisis dan usulan solusi
mereka secara singkat.
- Guru
memfasilitasi diskusi kelas, memberikan penguatan dan umpan balik
konstruktif.
- Peserta
didik diajak untuk merefleksikan secara individu: "Sikap bertanggung
jawab seperti apa yang seharusnya saya tunjukkan saat menggunakan
fasilitas jaringan sekolah setelah mempelajari materi ini?"
PENUTUP (10 Menit)
Prinsip:
Bermakna, Menggembirakan
Ø Kegiatan:
·
Guru
bersama peserta didik merangkum kesimpulan utama dari pembelajaran hari ini.
·
Guru
memberikan apresiasi terhadap partisipasi aktif seluruh peserta didik.
·
Guru
memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mulai menyusun draf kebijakan
lengkap berdasarkan hasil diskusi, yang akan diselesaikan pada pertemuan
berikutnya.
·
Pembelajaran
diakhiri dengan doa bersama.
D. ASESMEN PEMBELAJARAN
Asesmen dilaksanakan secara komprehensif melalui:
·
Assessment
as Learning: Penilaian diri dan refleksi peserta didik pada akhir
sesi pembelajaran.
·
Assessment
for Learning: Observasi keaktifan diskusi kelompok, tanya jawab,
dan umpan balik lisan (formatif).
·
Assessment
of Learning: Penilaian produk (draf kebijakan) dan tes tertulis
(sumatif) untuk mengukur ketercapaian tujuan.
Rencana Asesmen Formatif (Tes Tulis Singkat)
|
No. |
Pertanyaan |
Jawaban |
|
1. |
Apa yang dimaksud dengan Kebijakan Pengguna Jaringan
(AUP)? |
|
|
2. |
Sebutkan dua alasan utama mengapa sebuah sekolah
perlu memiliki AUP! |
|
|
3. |
Berikan satu contoh aturan AUP yang berkaitan dengan
keamanan data! |
|
|
4. |
Apa dampak negatif bagi perusahaan jika seorang
karyawan menginstal software bajakan menggunakan jaringan kantor? |
|
|
5. |
Siapa saja yang harus mematuhi kebijakan pengguna
jaringan di lingkungan sekolah? |
|
|
6. |
Mengapa penggunaan email resmi untuk urusan pribadi
sering dilarang dalam AUP? |
|
|
7. |
Jelaskan apa yang dimaksud dengan "sikap
etis" dalam menggunakan jaringan! |
|
|
8. |
Sebutkan satu contoh sanksi jika seorang siswa
melanggar AUP di sekolah! |
|
|
9. |
Apa hubungan antara AUP dengan produktivitas di
lingkungan kerja? |
|
|
10. |
Bagaimana AUP dapat melindungi privasi pengguna
lain? |
|
Rencana Asesmen Sumatif (Pilihan Ganda)
1. Dokumen formal yang mendefinisikan batasan dan praktik
yang dapat diterima oleh pengguna dalam mengakses sumber daya IT dan informasi
milik organisasi disebut...
a. Standard Operating Procedure (SOP)
b. Service Level Agreement (SLA)
c. Acceptable Use Policy (AUP)
d. Topologi Jaringan
e. Manual Pengguna
2. Berikut ini merupakan tujuan utama dari implementasi
AUP di sebuah perusahaan, KECUALI...
a. Melindungi aset informasi dari ancaman siber.
b. Mencegah aktivitas ilegal yang dilakukan melalui
jaringan perusahaan.
c. Meningkatkan bandwidth internet tanpa batas untuk
semua karyawan.
d. Menetapkan ekspektasi yang jelas mengenai
penggunaan teknologi.
e. Mengurangi risiko hukum bagi perusahaan.
3. Seorang siswa menggunakan Wi-Fi sekolah untuk
mengunduh dan menyebarkan konten yang dilindungi hak cipta. Tindakan ini secara
langsung melanggar prinsip...
a. Ketersediaan Jaringan
b. Privasi Data
c. Legalitas dan Kepatuhan Hukum
d. Manajemen Perangkat
e. Enkripsi Data
4. Dampak langsung yang paling mungkin terjadi jika
banyak pengguna melanggar aturan AUP dengan melakukan streaming video
berkualitas tinggi secara bersamaan selama jam kerja adalah...
a. Server email perusahaan akan mati.
b. Semua komputer akan terinfeksi virus.
c. Terjadi penurunan kinerja jaringan (lemot) yang
signifikan.
d. Data keuangan perusahaan akan bocor.
e. Perusahaan akan mendapat penghargaan.
5. Dalam sebuah AUP, bagian yang menjelaskan konsekuensi
jika terjadi pelanggaran aturan disebut...
a. Ruang Lingkup
b. Tujuan
c. Definisi
d. Sanksi (Sanctions)
e. Lampiran
6. Manakah dari pernyataan berikut yang merupakan contoh
penerapan sikap bertanggung jawab dalam menggunakan jaringan?
a. Membagikan password Wi-Fi kepada teman dari luar
sekolah.
b. Segera melapor ke guru atau admin IT jika menemukan
celah keamanan.
c. Mencoba mengakses folder milik guru di server
sekolah.
d. Menggunakan komputer lab untuk bermain game online
setelah jam pelajaran usai.
e. Menginstal aplikasi apa pun yang disukai di
komputer lab.
7. Sebuah kebijakan yang menyatakan "Pengguna tidak
diizinkan untuk menggunakan jaringan untuk aktivitas komersial pribadi"
bertujuan untuk...
a. Memastikan jaringan hanya digunakan untuk tujuan
yang mendukung misi organisasi.
b. Menghalangi karyawan untuk belajar berwirausaha.
c. Meningkatkan penjualan produk perusahaan.
d. Membuat karyawan tidak betah.
e. Mengurangi penggunaan listrik.
8. Pihak yang biasanya memiliki tanggung jawab utama
dalam memantau dan menegakkan AUP di sebuah organisasi adalah...
a. Departemen Pemasaran
b. Departemen Keuangan
c. Departemen Teknologi Informasi (IT)
d. Setiap pengguna secara individu
e. Manajemen Puncak
9. Mengapa sebuah AUP perlu ditinjau dan diperbarui
secara berkala?
a. Agar dokumennya terlihat baru setiap tahun.
b. Karena teknologi dan ancaman keamanan terus
berkembang.
c. Supaya karyawan memiliki bahan bacaan baru.
d. Karena peraturan pemerintah mewajibkannya setiap
bulan.
e. Agar biaya cetak dokumen meningkat.
10. Langkah pertama yang paling penting sebelum menyusun
AUP untuk sebuah laboratorium komputer adalah...
a. Membeli komputer baru.
b. Mengidentifikasi aset yang perlu dilindungi dan
risiko yang ada.
c. Menentukan sanksi yang paling berat.
d. Memilih warna cat untuk dinding laboratorium.
e. Memasang jaringan internet tercepat.
Tabel Rubrik Sumatif Ketercapaian Tujuan Pembelajaran
(Penilaian Proyek)
|
Tujuan
Pembelajaran |
Belum
Tercapai (0-59) |
Cukup
Tercapai (60-74) |
Tercapai
(75-89) |
Sangat
Tercapai (90-100) |
|
Menjelaskan pengertian kebijakan |
Tidak mampu menjelaskan pengertian dan fungsi AUP. |
Mampu menjelaskan pengertian AUP namun kurang tepat atau
tidak lengkap. |
Mampu menjelaskan pengertian dan fungsi dasar AUP
dengan benar. |
Mampu menjelaskan pengertian, fungsi, dan urgensi
AUP secara komprehensif. |
|
Mengidentifikasi prinsip & aturan |
Tidak mampu mengidentifikasi prinsip atau aturan
dalam AUP. |
Mampu mengidentifikasi 1-2 aturan dasar. |
Mampu mengidentifikasi beberapa prinsip dan aturan
penting dalam AUP. |
Mampu mengidentifikasi dan menjelaskan berbagai
prinsip dan aturan secara rinci. |
|
Menganalisis dampak pelanggaran |
Tidak mampu menganalisis dampak dari pelanggaran
kebijakan. |
Mampu menyebutkan 1-2 dampak yang bersifat umum. |
Mampu menganalisis dampak pelanggaran secara cukup
rinci pada studi kasus. |
Mampu menganalisis dampak pelanggaran dari berbagai
aspek (teknis, finansial, reputasi). |
|
Menyusun draf kebijakan |
Draf yang disusun tidak sistematis dan tidak
menjawab masalah pada studi kasus. |
Draf hanya berisi beberapa poin aturan yang tidak
terstruktur. |
Draf yang disusun cukup sistematis, mencakup
komponen dasar, dan relevan dengan kasus. |
Draf yang disusun sangat sistematis, lengkap, jelas,
dan memberikan solusi yang efektif untuk studi kasus. |
Rencana Tindak Lanjut
|
Jenis
Tindak Lanjut |
Kegiatan |
Sasaran |
|
Remedial |
Memberikan pendampingan khusus dalam kelompok kecil
untuk kembali membedah studi kasus yang lebih sederhana dan memberikan contoh
template AUP sebagai panduan. |
Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada
tujuan pembelajaran. |
|
Pengayaan |
Memberikan tugas untuk mencari, membandingkan, dan
menganalisis kebijakan penggunaan jaringan dari dua perusahaan teknologi
global. Peserta didik diminta membuat laporan perbandingan dan presentasi
singkat. |
Peserta didik yang telah mencapai ketuntasan dengan
nilai sangat baik. |
Studi
Kasus & Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Lembar
Kerja Peserta Didik (LKPD)
Topik :
Analisis Masalah dan Perancangan Solusi Kebijakan Jaringan
Nama Kelompok :
.........................................................................
Anggota :
1.
.........................................................................
2.
.........................................................................
3.
.........................................................................
4.
.........................................................................
Tujuan Kegiatan:
1. Menganalisis permasalahan yang timbul akibat tidak
adanya kebijakan yang jelas.
2. Merumuskan usulan poin-poin kebijakan untuk mengatasi
permasalahan tersebut.
Studi Kasus: Laboratorium Komputer "Cerdas
Berkarya"
Laboratorium Komputer "Cerdas Berkarya" di
SMKS Bakti 17 adalah fasilitas utama untuk praktik siswa TKJ. Namun, Pak Achmad
selaku kepala lab sering menghadapi masalah berulang setiap minggunya:
1. Komputer Lambat dan Sering Error: Banyak
siswa menginstal aplikasi game dan software aneh yang diunduh dari internet,
menyebabkan komputer menjadi lambat dan beberapa bahkan terkena adware (virus
iklan).
2. Flashdisk Sebagai Sumber Masalah: Siswa
sering mencolokkan flashdisk pribadi tanpa melakukan pemindaian (scan) virus
terlebih dahulu. Akibatnya, beberapa virus menyebar cepat ke hampir semua
komputer di lab.
3. Pengaturan Berubah: Setiap
kali kelas selesai, konfigurasi penting seperti IP Address atau wallpaper
seringkali diubah oleh siswa yang iseng, sehingga mengganggu pengguna
selanjutnya.
4. Histori Browser Tidak Pantas: Saat
diperiksa, beberapa komputer memiliki riwayat penelusuran (browsing history) ke
situs-situs yang tidak edukatif dan tidak pantas untuk lingkungan sekolah.
5. Data Praktik Hilang: Siswa
seringkali menyimpan data hasil praktik mereka di Desktop. Karena tidak ada
aturan yang jelas, data tersebut sering tidak sengaja terhapus oleh siswa lain
atau hilang saat komputer di-restart.
Instruksi Diskusi Kelompok:
1. Analisis Dampak: Untuk
setiap masalah (nomor 1-5) di atas, diskusikan dan tuliskan dampak negatifnya
bagi proses pembelajaran, keamanan data, dan kondisi perangkat!
2. Usulan Aturan (Solusi):
Berdasarkan analisis Anda, buatlah minimal 5 (lima) usulan aturan spesifik
untuk dimasukkan ke dalam "Kebijakan Pengguna Laboratorium Komputer Cerdas
Berkarya"! Pastikan setiap aturan yang Anda usulkan dapat menjadi solusi
untuk salah satu atau beberapa masalah di atas.
o
Usulan
Aturan 1:
_________________________________________________________________
o
Usulan
Aturan 2:
_________________________________________________________________
o
Usulan
Aturan 3:
_________________________________________________________________
o
Usulan
Aturan 4:
_________________________________________________________________
o
Usulan
Aturan 5:
_________________________________________________________________
3. Sanksi yang Mendidik:
Diskusikan dan usulkan 2 (dua) contoh sanksi yang bersifat mendidik jika ada
siswa yang melanggar kebijakan tersebut!
o
Sanksi
1:
_________________________________________________________________
o
Sanksi
2: _________________________________________________________________
DAFTAR
PUSTAKA
·
Kurose,
J. F., & Ross, K. W. (2021). Computer Networking: A Top-Down
Approach (8th ed.). Pearson.
·
SANS
Institute. (2023). Information Security Policy Templates.
Diakses dari https://www.sans.org/information-security-policy/
·
Stallings,
W., & Brown, L. (2018). Computer Security: Principles
and Practice (4th ed.). Pearson.
·
Whitman,
M. E., & Mattord, H. J. (2019). Principles of Information Security
(6th ed.). Cengage Learning.