BAB 3 - Perawatan dan Perbaikan Jaringan Kabel dan Nirkabel

 

RPP PEMBELAJARAN MENDALAM

Mata Pelajaran          : Teknologi Jaringan Kabel dan Nirkabel
Topik/Materi             : Perawatan dan Perbaikan Jaringan Kabel dan Nirkabel
Fase/Kelas/Semester : Fase F / XI / Ganjil
Alokasi Waktu           : 2 × 45 menit × 2 pertemuan
Guru Pengampu       : Achmad Rawi Baihaqi, S.Kom


1. Identifikasi Peserta Didik

Peserta didik kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan telah memahami dasar instalasi dan pengujian jaringan. Mereka telah mampu melakukan penyambungan kabel, konfigurasi perangkat, serta uji konektivitas sederhana.
Namun sebagian peserta masih mengalami kesulitan dalam melakukan pemeliharaan (maintenance) dan perbaikan (troubleshooting) jaringan ketika terjadi gangguan.
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan dilatih untuk menganalisis masalah jaringan, melakukan perawatan rutin, serta memperbaiki kerusakan jaringan kabel maupun nirkabel.


2. Identifikasi Materi Pelajaran

Materi Perawatan dan Perbaikan Jaringan mencakup:

  • Pengetahuan Faktual: Jenis-jenis perawatan, alat bantu perawatan, dan logbook jaringan.
  • Pengetahuan Konseptual: Prinsip kerja pemeliharaan preventif dan korektif.
  • Pengetahuan Prosedural: Langkah-langkah troubleshooting jaringan kabel dan nirkabel.
  • Pengetahuan Metakognitif: Strategi menjaga performa jaringan dan mencegah kerusakan berulang.

3. Dimensi Profil Pelajar Pancasila

✅ Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
✅ Bernalar kritis
✅ Gotong royong
✅ Kreatif
✅ Mandiri
✅ Tanggung jawab


4. Capaian Pembelajaran

Peserta didik mampu melakukan perawatan dan perbaikan jaringan kabel maupun nirkabel sesuai prosedur kerja yang aman, serta mendokumentasikan hasil kegiatan dalam laporan maintenance jaringan.


5. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta didik mampu:

  1. Menjelaskan tujuan dan pentingnya perawatan jaringan.
  2. Mengidentifikasi jenis-jenis perawatan jaringan (preventif dan korektif).
  3. Melakukan perawatan rutin jaringan kabel dan nirkabel dengan benar.
  4. Mengidentifikasi jenis gangguan jaringan dan penyebabnya.
  5. Melakukan langkah-langkah perbaikan (troubleshooting) jaringan.
  6. Menyusun laporan hasil perawatan dan perbaikan jaringan.

6. Praktik Pedagogis

  • Pendekatan Project-Based Learning dan Problem-Based Learning (PBL).
  • Pembelajaran berbasis praktik lapangan di laboratorium jaringan.
  • Observasi, diskusi, dan presentasi hasil perawatan/perbaikan jaringan.
  • Refleksi pembelajaran dan dokumentasi kegiatan.

7. Mitra Pembelajaran

  • Teknisi jaringan profesional dari dunia industri.
  • Komunitas IT / Network Engineer lokal.
  • Dosen tamu bidang infrastruktur jaringan.

8. Lingkungan Pembelajaran

  • Ruang Fisik: Laboratorium jaringan komputer, area server, dan ruang router/AP.
  • Ruang Virtual: Simulasi menggunakan Cisco Packet Tracer atau aplikasi Wireshark.
  • Budaya Belajar: Kolaboratif, disiplin, sistematis, berbasis masalah, dan reflektif.

9. Pemanfaatan Digital

  • Perencanaan: Trello / Google Classroom untuk jadwal dan dokumentasi.
  • Pelaksanaan: Simulasi pengujian dan perawatan dengan Packet Tracer & Wireshark.
  • Asesmen: Laporan digital perawatan jaringan dan video hasil praktik.

10. Langkah-Langkah Pembelajaran


🧭 Pertemuan 1 – Perawatan Jaringan Kabel dan Nirkabel (2 × 45 menit)

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan apersepsi.
  • Menampilkan video pendek tentang pentingnya maintenance jaringan di perusahaan.
  • Pertanyaan pemantik:
    • “Mengapa jaringan perlu dirawat secara rutin?”
    • “Apa yang terjadi jika switch atau router jarang dibersihkan?”
  • Guru menjelaskan tujuan dan manfaat pembelajaran hari ini.

Kegiatan Inti (70 menit)

  1. Memahami (Eksplorasi):
    • Guru menjelaskan jenis perawatan jaringan (preventif dan korektif).
    • Menjelaskan alat dan dokumen penting: logbook, LAN tester, cleaning kit, Wi-Fi analyzer.
    • Siswa mencatat langkah-langkah perawatan jaringan kabel dan nirkabel.
  2. Menerapkan (Praktik):
    • Peserta didik membersihkan port, kabel, dan perangkat jaringan di laboratorium.
    • Melakukan uji konektivitas dasar setelah perawatan.
    • Mengisi logbook kegiatan perawatan.
  3. Menganalisis (Diskusi):
    • Membandingkan kondisi jaringan sebelum dan sesudah perawatan.
    • Diskusi mengenai penyebab gangguan jaringan di lingkungan sekolah.

Kegiatan Penutup (10 menit)

  • Refleksi: siswa menuliskan kesimpulan tentang pentingnya perawatan rutin.
  • Guru memberikan tugas rumah: membuat jadwal perawatan jaringan sekolah selama 1 bulan.

⚙️ Pertemuan 2 – Perbaikan dan Troubleshooting Jaringan (2 × 45 menit)

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)

  • Guru membuka pelajaran dan meninjau hasil pertemuan sebelumnya.
  • Guru menayangkan video “Langkah-langkah Troubleshooting Jaringan”.
  • Pertanyaan pemantik:
    • “Apa langkah pertama ketika jaringan komputer tidak bisa konek?”
    • “Bagaimana membedakan gangguan dari kabel atau router?”

Kegiatan Inti (70 menit)

  1. Memahami (Eksplorasi):
    • Guru menjelaskan tahapan troubleshooting: identifikasi – analisis – perbaikan – uji ulang – dokumentasi.
    • Menunjukkan contoh kasus jaringan tidak bisa ping.
  2. Menerapkan (Praktik):
    • Siswa melakukan pengujian kabel (LAN Tester) dan jaringan (ping, ipconfig).
    • Mengidentifikasi sumber masalah dan memperbaikinya.
    • Melakukan pengujian ulang konektivitas setelah perbaikan.
  3. Menganalisis (Diskusi):
    • Setiap kelompok menjelaskan hasil perbaikan dan solusi yang dilakukan.
    • Guru memberikan umpan balik teknis terhadap langkah siswa.

Kegiatan Penutup (10 menit)

  • Refleksi pembelajaran.
  • Guru memberikan penguatan: pentingnya dokumentasi perawatan dan troubleshooting.
  • Tugas proyek: membuat laporan hasil perbaikan jaringan di laboratorium sekolah.

11. Asesmen Pembelajaran

Tahap

Bentuk Asesmen

Aspek yang Dinilai

Instrumen

Awal

Tanya jawab

Pemahaman awal konsep perawatan dan troubleshooting

Kuesioner digital

Proses

Observasi praktik

Kedisiplinan, ketelitian, kerja sama, dan prosedur kerja

Lembar observasi

Akhir

Proyek perawatan dan laporan troubleshooting

Kualitas hasil perbaikan, dokumentasi, refleksi

Rubrik proyek


Rubrik Penilaian Proyek

Kriteria

Skor 4 (Sangat Baik)

Skor 3 (Baik)

Skor 2 (Cukup)

Skor 1 (Kurang)

Ketepatan Diagnosa

Masalah teridentifikasi dengan tepat dan cepat

Hampir semua benar

Ada beberapa kesalahan

Tidak mampu menganalisis

Proses Perbaikan

Langkah sistematis dan aman

Langkah benar namun kurang efisien

Ada kesalahan prosedur kecil

Tidak mengikuti prosedur

Penggunaan Alat

Alat digunakan dengan tepat dan efisien

Cukup baik

Kadang salah

Tidak memahami fungsi alat

Dokumentasi

Lengkap, sistematis, rapi

Lengkap namun kurang rapi

Sebagian tidak dicatat

Tidak ada laporan


12. BAHAN BACAAN – BAB 3: PERAWATAN DAN PERBAIKAN JARINGAN KABEL DAN NIRKABEL


1️ Pendahuluan

Perawatan dan perbaikan jaringan merupakan bagian penting dalam manajemen infrastruktur jaringan komputer. Setelah instalasi dan pengujian selesai dilakukan, jaringan harus dijaga agar tetap stabil, aman, dan berfungsi dengan baik.

Perawatan dilakukan untuk mencegah kerusakan, sedangkan perbaikan dilakukan untuk mengatasi kerusakan yang sudah terjadi.
Kegiatan ini memastikan bahwa koneksi antarperangkat tetap berjalan optimal, baik pada jaringan kabel (wired) maupun nirkabel (wireless).


2️ Tujuan Perawatan dan Perbaikan

  1. Menjaga performa jaringan tetap cepat dan stabil.
  2. Mencegah kerusakan yang dapat mengganggu proses komunikasi data.
  3. Memperpanjang umur perangkat jaringan seperti switch, router, dan kabel.
  4. Memastikan konfigurasi jaringan tetap aman dan benar.
  5. Menghemat biaya perbaikan besar dengan tindakan preventif yang rutin.

3️ Jenis Perawatan Jaringan

🔹 A. Perawatan Preventif (Pencegahan)

Perawatan preventif dilakukan secara terjadwal dan rutin sebelum terjadi kerusakan. Tujuannya adalah mencegah gangguan sejak dini.

Kegiatan utama:

  • Membersihkan perangkat jaringan dari debu.
  • Mengecek konektor dan kabel agar tidak longgar.
  • Memeriksa suhu ruangan server dan ventilasi udara.
  • Melakukan backup konfigurasi router, switch, dan server.
  • Mengupdate firmware Access Point dan Router.

Contoh:
Teknisi jaringan sekolah memeriksa port switch dan membersihkannya setiap 2 minggu agar tidak terjadi karat.


🔹 B. Perawatan Korektif (Perbaikan)

Perawatan korektif dilakukan setelah ditemukan gangguan atau kerusakan pada jaringan.

Kegiatan utama:

  • Mengganti kabel UTP yang rusak.
  • Memasang ulang konektor RJ-45 yang lepas.
  • Mengonfigurasi ulang Access Point yang error.
  • Mengganti perangkat yang sudah tidak berfungsi.

Contoh:
Jika komputer tidak dapat terhubung ke jaringan, teknisi mengganti kabel patch cord dan melakukan ping test untuk memastikan koneksi pulih.


4️ Langkah-Langkah Umum Perawatan Jaringan

Langkah

Kegiatan

Tujuan

1

Identifikasi kondisi perangkat

Mengetahui status jaringan dan potensi masalah

2

Pemeriksaan fisik

Menemukan kabel rusak, port longgar, atau debu

3

Pembersihan perangkat

Menjaga perangkat agar tidak overheat

4

Pengujian ulang

Memastikan sistem berfungsi normal

5

Dokumentasi logbook

Mencatat hasil perawatan untuk evaluasi


5️ Perawatan Jaringan Kabel (Wired)

Perawatan jaringan kabel berfokus pada media fisik transmisi data.

Hal-hal yang dilakukan:

  1. Cek kabel UTP/STP: Pastikan tidak terlipat atau rusak.
  2. Uji kabel dengan LAN Tester: Pastikan urutan pin benar dan tidak short.
  3. Periksa port RJ-45 dan patch panel: Pastikan tidak longgar atau berkarat.
  4. Gunakan pelindung kabel: Hindari posisi kabel dekat sumber panas atau listrik tinggi.
  5. Gunakan label kabel: Agar mudah dikenali saat perbaikan.

Tips:
Jangan menarik kabel terlalu kuat, karena dapat menyebabkan pin konektor lepas dan data tidak dapat dikirim.


6️ Perawatan Jaringan Nirkabel (Wireless)

Pada jaringan nirkabel, fokus utama adalah sinyal, perangkat AP, dan konfigurasi.

Langkah perawatan:

  1. Cek kekuatan sinyal menggunakan aplikasi Wi-Fi Analyzer.
  2. Pastikan Access Point tidak terhalang tembok atau logam.
  3. Ganti password Wi-Fi secara berkala untuk keamanan.
  4. Periksa channel agar tidak tumpang tindih dengan jaringan lain.
  5. Update firmware Access Point secara berkala.

Contoh:
Sinyal Wi-Fi lemah di area tertentu → pindahkan Access Point ke posisi tengah atau tambahkan repeater.


7️ Perbaikan (Troubleshooting) Jaringan

Troubleshooting adalah proses mencari dan memperbaiki sumber masalah pada jaringan.

Langkah-langkah Troubleshooting:

  1. Identifikasi Masalah → Catat gejala (misal: tidak bisa internet).
  2. Analisis Penyebab → Gunakan perintah ping, ipconfig, atau LAN Tester.
  3. Perbaiki Kerusakan → Ganti kabel, ubah IP, atau reset router.
  4. Uji Ulang → Pastikan koneksi kembali normal.
  5. Dokumentasikan Hasil → Catat tindakan dalam logbook.

Contoh Kasus:

  • Komputer tidak bisa ping ke router.
  • Setelah diperiksa, ternyata kabel terputus di tengah.
  • Solusi: ganti kabel dan lakukan uji ulang → hasil “Reply from 192.168.1.1”.

8️ Gangguan Umum pada Jaringan dan Solusinya

Jenis Gangguan

Penyebab

Solusi

Tidak ada koneksi

Kabel putus, IP salah

Ganti kabel, atur ulang IP

Internet lambat

Bandwidth penuh, sinyal lemah

Atur ulang channel, upgrade AP

IP conflict

Duplikasi IP antar perangkat

Gunakan DHCP atau ubah IP manual

Wi-Fi tidak terdeteksi

Access Point mati

Periksa kabel power dan restart AP

Port switch tidak menyala

Port rusak atau berdebu

Bersihkan atau ganti port


9️ Alat Bantu Perawatan dan Perbaikan

Alat

Fungsi

LAN Tester

Menguji urutan kabel UTP

Crimping Tool

Memasang konektor RJ-45

Obeng set

Membuka casing perangkat

Multimeter

Mengukur arus dan tegangan

Wireshark

Menganalisis lalu lintas data

Wi-Fi Analyzer

Melihat kekuatan sinyal

Cleaning Kit

Membersihkan port dan perangkat

Logbook

Mencatat kegiatan perawatan


🔟 Dokumentasi dan Logbook

Semua hasil perawatan dan perbaikan harus dicatat pada logbook jaringan agar mudah dipantau dan dianalisis.

Contoh Format Logbook:

Tanggal

Kegiatan

Perangkat

Hasil

Teknisi

11/11/2025

Ganti kabel LAN rusak

Komputer 07

Normal

Rawi

12/11/2025

Update firmware AP

TP-Link Archer C6

Berhasil

Rawi


11️ Studi Kasus

Kasus:
Beberapa komputer di laboratorium SMK Bakti 17 tidak dapat mengakses internet, namun masih bisa ping antar komputer.

Analisis:

  • Kabel jaringan baik, artinya masalah bukan di sisi fisik.
  • Gateway atau DNS mungkin bermasalah.

Langkah Perbaikan:

  1. Periksa IP dan gateway menggunakan ipconfig.
  2. Ubah DNS ke 8.8.8.8 (Google DNS).
  3. Uji ping google.com → berhasil.

Kesimpulan:
Masalah berasal dari DNS server sekolah yang tidak aktif.


12️ Rangkuman

  • Perawatan jaringan penting untuk menjaga kinerja dan mencegah kerusakan.
  • Ada dua jenis perawatan: preventif (rutin) dan korektif (perbaikan).
  • Troubleshooting dilakukan secara sistematis: identifikasi, analisis, perbaikan, uji ulang, dokumentasi.
  • Penggunaan alat bantu dan logbook mempercepat perawatan dan memperkuat keprofesionalan teknisi.

EVALUASI BAB 3

🧠 A. Pilihan Ganda (20 Soal)

Pilih jawaban yang paling tepat (A, B, C, D, atau E)!

  1. Tujuan utama perawatan jaringan adalah …
    A. Menambah kapasitas jaringan
    B. Mencegah kerusakan dan menjaga kinerja
    C. Mengurangi jumlah perangkat
    D. Menghapus konfigurasi lama
    E. Menonaktifkan perangkat lama
  2. Perawatan yang dilakukan secara rutin disebut …
    A. Korektif
    B. Kuratif
    C. Preventif
    D. Reaktif
    E. Otomatis
  3. Perawatan korektif dilakukan ketika …
    A. Belum ada kerusakan
    B. Diperlukan update firmware
    C. Gangguan sudah terjadi
    D. Pengujian rutin dilakukan
    E. Instalasi jaringan baru
  4. Alat yang digunakan untuk menguji kabel jaringan adalah …
    A. Multimeter
    B. Crimping tool
    C. LAN Tester
    D. Switch
    E. Access Point
  5. Firmware Access Point perlu diperbarui untuk …
    A. Menghapus data lama
    B. Meningkatkan performa dan keamanan
    C. Mengganti alamat IP
    D. Menghemat bandwidth
    E. Mengurangi sinyal
  6. Fungsi utama logbook jaringan adalah …
    A. Menyimpan file konfigurasi
    B. Mencatat hasil perawatan dan perbaikan
    C. Menyimpan data user
    D. Mengatur DHCP server
    E. Melacak virus jaringan
  7. Kabel UTP yang rusak dapat diketahui dengan …
    A. Tracert
    B. PING
    C. LAN Tester
    D. Wireshark
    E. CMD
  8. Perawatan jaringan nirkabel dilakukan untuk menjaga …
    A. Kecepatan CPU
    B. Kualitas sinyal Wi-Fi
    C. Warna kabel
    D. Ukuran file data
    E. Jumlah konektor
  9. Access Point sebaiknya diletakkan di …
    A. Sudut ruangan
    B. Dekat lantai
    C. Tengah dan posisi tinggi
    D. Dalam lemari
    E. Luar gedung
  10. Backup konfigurasi jaringan dilakukan agar …
    A. File hilang
    B. Bisa diakses semua orang
    C. Data bisa dipulihkan saat error
    D. Menambah bandwidth
    E. Menghapus bug

️ B. Isian Singkat (10 Soal)

  1. Perawatan yang dilakukan setelah gangguan terjadi disebut ________.
  2. Alat untuk menguji sambungan kabel jaringan adalah ________.
  3. Kegiatan membersihkan perangkat dari debu termasuk perawatan ________.
  4. Dokumen pencatatan hasil maintenance disebut ________.
  5. Perintah CMD untuk melihat IP komputer adalah ________.
  6. Sinyal Wi-Fi diukur dalam satuan ________.
  7. AP yang terlalu dekat tembok menyebabkan sinyal ________.
  8. Firmware perlu diperbarui agar sistem tetap ________.
  9. DHCP digunakan untuk memberikan ________ secara otomatis.
  10. IP conflict terjadi jika dua perangkat memiliki ________ yang sama.

🧩 C. Esai (5 Soal)

  1. Jelaskan perbedaan antara perawatan preventif dan korektif!
  2. Sebutkan lima langkah dasar dalam melakukan troubleshooting jaringan!
  3. Mengapa dokumentasi sangat penting dalam perawatan jaringan?
  4. Jelaskan penyebab umum jaringan nirkabel mengalami gangguan!
  5. Bagaimana cara menjaga agar perangkat jaringan tidak cepat rusak?

13. Studi Kasus

Kasus:
Laboratorium jaringan sekolah sering mengalami Wi-Fi putus dan lampu indikator di switch padam sebagian.

Analisis:

  • Kemungkinan switch terlalu panas atau kabel power longgar.
  • AP diletakkan terlalu jauh dari ruang utama.

Langkah Perbaikan:

  1. Bersihkan dan beri ventilasi pada switch.
  2. Pastikan power supply aman.
  3. Ubah posisi AP agar jangkauan lebih luas.
  4. Uji koneksi menggunakan ping ke router.

Kesimpulan:
Masalah teratasi setelah perangkat dibersihkan dan AP dipindahkan ke posisi optimal.


14. Rangkuman

  • Perawatan jaringan penting untuk menjaga performa dan umur perangkat.
  • Terdapat dua jenis perawatan: preventif (pencegahan) dan korektif (perbaikan).
  • Troubleshooting dilakukan secara sistematis dari identifikasi hingga dokumentasi.
  • Penggunaan alat bantu dan catatan logbook mempermudah pengawasan jaringan.

 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama