RPP
PEMBELAJARAN MENDALAM
Mata
Pelajaran : Teknologi Jaringan Kabel
dan Nirkabel
Topik/Materi :
Perawatan dan Perbaikan Jaringan Kabel dan Nirkabel
Fase/Kelas/Semester : Fase F / XI / Ganjil
Alokasi Waktu : 2 × 45
menit × 2 pertemuan
Guru Pengampu : Achmad Rawi
Baihaqi, S.Kom
1.
Identifikasi Peserta Didik
Peserta
didik kelas XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan telah memahami dasar
instalasi dan pengujian jaringan. Mereka telah mampu melakukan penyambungan
kabel, konfigurasi perangkat, serta uji konektivitas sederhana.
Namun sebagian peserta masih mengalami kesulitan dalam melakukan pemeliharaan
(maintenance) dan perbaikan (troubleshooting) jaringan ketika
terjadi gangguan.
Melalui pembelajaran ini, peserta didik akan dilatih untuk menganalisis
masalah jaringan, melakukan perawatan rutin, serta memperbaiki kerusakan
jaringan kabel maupun nirkabel.
2.
Identifikasi Materi Pelajaran
Materi
Perawatan dan Perbaikan Jaringan mencakup:
- Pengetahuan Faktual: Jenis-jenis perawatan, alat bantu perawatan, dan
logbook jaringan.
- Pengetahuan Konseptual: Prinsip kerja pemeliharaan preventif dan korektif.
- Pengetahuan Prosedural: Langkah-langkah troubleshooting jaringan kabel dan
nirkabel.
- Pengetahuan Metakognitif: Strategi menjaga performa jaringan dan mencegah
kerusakan berulang.
3.
Dimensi Profil Pelajar Pancasila
✅
Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
✅ Bernalar kritis
✅ Gotong royong
✅ Kreatif
✅ Mandiri
✅ Tanggung jawab
4.
Capaian Pembelajaran
Peserta
didik mampu melakukan perawatan dan perbaikan jaringan kabel maupun nirkabel
sesuai prosedur kerja yang aman, serta mendokumentasikan hasil kegiatan dalam
laporan maintenance jaringan.
5.
Tujuan Pembelajaran
Setelah
mengikuti pembelajaran ini, peserta didik mampu:
- Menjelaskan tujuan dan
pentingnya perawatan jaringan.
- Mengidentifikasi jenis-jenis
perawatan jaringan (preventif dan korektif).
- Melakukan perawatan rutin
jaringan kabel dan nirkabel dengan benar.
- Mengidentifikasi jenis gangguan
jaringan dan penyebabnya.
- Melakukan langkah-langkah
perbaikan (troubleshooting) jaringan.
- Menyusun laporan hasil
perawatan dan perbaikan jaringan.
6.
Praktik Pedagogis
- Pendekatan Project-Based
Learning dan Problem-Based Learning (PBL).
- Pembelajaran berbasis praktik
lapangan di laboratorium jaringan.
- Observasi, diskusi, dan
presentasi hasil perawatan/perbaikan jaringan.
- Refleksi pembelajaran dan
dokumentasi kegiatan.
7.
Mitra Pembelajaran
- Teknisi jaringan profesional
dari dunia industri.
- Komunitas IT / Network Engineer
lokal.
- Dosen tamu bidang infrastruktur
jaringan.
8.
Lingkungan Pembelajaran
- Ruang Fisik: Laboratorium jaringan komputer, area server, dan ruang
router/AP.
- Ruang Virtual: Simulasi menggunakan Cisco Packet Tracer atau aplikasi
Wireshark.
- Budaya Belajar: Kolaboratif, disiplin, sistematis, berbasis masalah,
dan reflektif.
9.
Pemanfaatan Digital
- Perencanaan: Trello / Google Classroom untuk jadwal dan
dokumentasi.
- Pelaksanaan: Simulasi pengujian dan perawatan dengan Packet Tracer
& Wireshark.
- Asesmen: Laporan digital perawatan jaringan dan video hasil
praktik.
10.
Langkah-Langkah Pembelajaran
ðŸ§
Pertemuan 1 – Perawatan Jaringan Kabel dan Nirkabel (2 × 45 menit)
Kegiatan
Pendahuluan (10 menit)
- Guru membuka pelajaran dengan
salam, doa, dan apersepsi.
- Menampilkan video pendek
tentang pentingnya maintenance jaringan di perusahaan.
- Pertanyaan pemantik:
- “Mengapa jaringan perlu
dirawat secara rutin?”
- “Apa yang terjadi jika switch
atau router jarang dibersihkan?”
- Guru menjelaskan tujuan dan
manfaat pembelajaran hari ini.
Kegiatan
Inti (70 menit)
- Memahami (Eksplorasi):
- Guru menjelaskan jenis
perawatan jaringan (preventif dan korektif).
- Menjelaskan alat dan dokumen
penting: logbook, LAN tester, cleaning kit, Wi-Fi analyzer.
- Siswa mencatat langkah-langkah
perawatan jaringan kabel dan nirkabel.
- Menerapkan (Praktik):
- Peserta didik membersihkan
port, kabel, dan perangkat jaringan di laboratorium.
- Melakukan uji konektivitas
dasar setelah perawatan.
- Mengisi logbook kegiatan
perawatan.
- Menganalisis (Diskusi):
- Membandingkan kondisi jaringan
sebelum dan sesudah perawatan.
- Diskusi mengenai penyebab
gangguan jaringan di lingkungan sekolah.
Kegiatan
Penutup (10 menit)
- Refleksi: siswa menuliskan
kesimpulan tentang pentingnya perawatan rutin.
- Guru memberikan tugas rumah:
membuat jadwal perawatan jaringan sekolah selama 1 bulan.
⚙️ Pertemuan
2 – Perbaikan dan Troubleshooting Jaringan (2 × 45 menit)
Kegiatan
Pendahuluan (10 menit)
- Guru membuka pelajaran dan
meninjau hasil pertemuan sebelumnya.
- Guru menayangkan video
“Langkah-langkah Troubleshooting Jaringan”.
- Pertanyaan pemantik:
- “Apa langkah pertama ketika
jaringan komputer tidak bisa konek?”
- “Bagaimana membedakan gangguan
dari kabel atau router?”
Kegiatan
Inti (70 menit)
- Memahami (Eksplorasi):
- Guru menjelaskan tahapan
troubleshooting: identifikasi – analisis – perbaikan – uji ulang –
dokumentasi.
- Menunjukkan contoh kasus jaringan
tidak bisa ping.
- Menerapkan (Praktik):
- Siswa melakukan pengujian
kabel (LAN Tester) dan jaringan (ping, ipconfig).
- Mengidentifikasi sumber
masalah dan memperbaikinya.
- Melakukan pengujian ulang
konektivitas setelah perbaikan.
- Menganalisis (Diskusi):
- Setiap kelompok menjelaskan
hasil perbaikan dan solusi yang dilakukan.
- Guru memberikan umpan balik
teknis terhadap langkah siswa.
Kegiatan
Penutup (10 menit)
- Refleksi pembelajaran.
- Guru memberikan penguatan:
pentingnya dokumentasi perawatan dan troubleshooting.
- Tugas proyek: membuat laporan
hasil perbaikan jaringan di laboratorium sekolah.
11.
Asesmen Pembelajaran
|
Tahap |
Bentuk Asesmen |
Aspek yang Dinilai |
Instrumen |
|
Awal |
Tanya
jawab |
Pemahaman
awal konsep perawatan dan troubleshooting |
Kuesioner
digital |
|
Proses |
Observasi
praktik |
Kedisiplinan,
ketelitian, kerja sama, dan prosedur kerja |
Lembar
observasi |
|
Akhir |
Proyek
perawatan dan laporan troubleshooting |
Kualitas
hasil perbaikan, dokumentasi, refleksi |
Rubrik
proyek |
Rubrik
Penilaian Proyek
|
Kriteria |
Skor 4 (Sangat Baik) |
Skor 3 (Baik) |
Skor 2 (Cukup) |
Skor 1 (Kurang) |
|
Ketepatan
Diagnosa |
Masalah
teridentifikasi dengan tepat dan cepat |
Hampir
semua benar |
Ada
beberapa kesalahan |
Tidak
mampu menganalisis |
|
Proses
Perbaikan |
Langkah
sistematis dan aman |
Langkah
benar namun kurang efisien |
Ada
kesalahan prosedur kecil |
Tidak
mengikuti prosedur |
|
Penggunaan
Alat |
Alat
digunakan dengan tepat dan efisien |
Cukup
baik |
Kadang
salah |
Tidak
memahami fungsi alat |
|
Dokumentasi |
Lengkap,
sistematis, rapi |
Lengkap
namun kurang rapi |
Sebagian
tidak dicatat |
Tidak
ada laporan |
12.
BAHAN BACAAN – BAB 3: PERAWATAN DAN
PERBAIKAN JARINGAN KABEL DAN NIRKABEL
1️ Pendahuluan
Perawatan
dan perbaikan jaringan merupakan bagian penting dalam manajemen infrastruktur
jaringan komputer. Setelah instalasi dan pengujian selesai dilakukan, jaringan
harus dijaga agar tetap stabil, aman, dan berfungsi dengan baik.
Perawatan
dilakukan untuk mencegah kerusakan, sedangkan perbaikan dilakukan untuk mengatasi
kerusakan yang sudah terjadi.
Kegiatan ini memastikan bahwa koneksi antarperangkat tetap berjalan optimal,
baik pada jaringan kabel (wired) maupun nirkabel (wireless).
2️ Tujuan Perawatan dan
Perbaikan
- Menjaga performa jaringan tetap
cepat dan stabil.
- Mencegah kerusakan yang dapat
mengganggu proses komunikasi data.
- Memperpanjang umur perangkat
jaringan seperti switch, router, dan kabel.
- Memastikan konfigurasi jaringan
tetap aman dan benar.
- Menghemat biaya perbaikan besar
dengan tindakan preventif yang rutin.
3️ Jenis Perawatan Jaringan
🔹
A. Perawatan Preventif (Pencegahan)
Perawatan
preventif dilakukan secara terjadwal dan rutin sebelum terjadi
kerusakan. Tujuannya adalah mencegah gangguan sejak dini.
Kegiatan
utama:
- Membersihkan perangkat jaringan
dari debu.
- Mengecek konektor dan kabel
agar tidak longgar.
- Memeriksa suhu ruangan server
dan ventilasi udara.
- Melakukan backup
konfigurasi router, switch, dan server.
- Mengupdate firmware Access
Point dan Router.
Contoh:
Teknisi jaringan sekolah memeriksa port switch dan membersihkannya setiap 2
minggu agar tidak terjadi karat.
🔹
B. Perawatan Korektif (Perbaikan)
Perawatan
korektif dilakukan setelah ditemukan gangguan atau kerusakan pada
jaringan.
Kegiatan
utama:
- Mengganti kabel UTP yang rusak.
- Memasang ulang konektor RJ-45
yang lepas.
- Mengonfigurasi ulang Access
Point yang error.
- Mengganti perangkat yang sudah
tidak berfungsi.
Contoh:
Jika komputer tidak dapat terhubung ke jaringan, teknisi mengganti kabel patch
cord dan melakukan ping test untuk memastikan koneksi pulih.
4️ Langkah-Langkah Umum
Perawatan Jaringan
|
Langkah |
Kegiatan |
Tujuan |
|
1 |
Identifikasi
kondisi perangkat |
Mengetahui
status jaringan dan potensi masalah |
|
2 |
Pemeriksaan
fisik |
Menemukan
kabel rusak, port longgar, atau debu |
|
3 |
Pembersihan
perangkat |
Menjaga
perangkat agar tidak overheat |
|
4 |
Pengujian
ulang |
Memastikan
sistem berfungsi normal |
|
5 |
Dokumentasi
logbook |
Mencatat
hasil perawatan untuk evaluasi |
5️ Perawatan
Jaringan Kabel (Wired)
Perawatan
jaringan kabel berfokus pada media fisik transmisi data.
Hal-hal
yang dilakukan:
- Cek kabel UTP/STP: Pastikan tidak terlipat atau rusak.
- Uji kabel dengan LAN Tester: Pastikan urutan pin benar dan tidak short.
- Periksa port RJ-45 dan patch
panel: Pastikan tidak longgar atau
berkarat.
- Gunakan pelindung kabel: Hindari posisi kabel dekat sumber panas atau listrik
tinggi.
- Gunakan label kabel: Agar mudah dikenali saat perbaikan.
Tips:
Jangan menarik kabel terlalu kuat, karena dapat menyebabkan pin konektor lepas
dan data tidak dapat dikirim.
6️ Perawatan
Jaringan Nirkabel (Wireless)
Pada
jaringan nirkabel, fokus utama adalah sinyal, perangkat AP, dan konfigurasi.
Langkah
perawatan:
- Cek kekuatan sinyal menggunakan
aplikasi Wi-Fi Analyzer.
- Pastikan Access Point tidak
terhalang tembok atau logam.
- Ganti password Wi-Fi secara
berkala untuk keamanan.
- Periksa channel agar tidak
tumpang tindih dengan jaringan lain.
- Update firmware Access Point
secara berkala.
Contoh:
Sinyal Wi-Fi lemah di area tertentu → pindahkan Access Point ke posisi tengah
atau tambahkan repeater.
7️ Perbaikan
(Troubleshooting) Jaringan
Troubleshooting
adalah proses mencari dan memperbaiki sumber masalah pada jaringan.
Langkah-langkah
Troubleshooting:
- Identifikasi Masalah → Catat gejala (misal: tidak bisa internet).
- Analisis Penyebab → Gunakan perintah ping, ipconfig, atau LAN Tester.
- Perbaiki Kerusakan → Ganti kabel, ubah IP, atau reset router.
- Uji Ulang → Pastikan koneksi kembali normal.
- Dokumentasikan Hasil → Catat tindakan dalam logbook.
Contoh
Kasus:
- Komputer tidak bisa ping
ke router.
- Setelah diperiksa, ternyata
kabel terputus di tengah.
- Solusi: ganti kabel dan lakukan
uji ulang → hasil “Reply from 192.168.1.1”.
8️ Gangguan
Umum pada Jaringan dan Solusinya
|
Jenis Gangguan |
Penyebab |
Solusi |
|
Tidak
ada koneksi |
Kabel
putus, IP salah |
Ganti
kabel, atur ulang IP |
|
Internet
lambat |
Bandwidth
penuh, sinyal lemah |
Atur
ulang channel, upgrade AP |
|
IP
conflict |
Duplikasi
IP antar perangkat |
Gunakan
DHCP atau ubah IP manual |
|
Wi-Fi
tidak terdeteksi |
Access
Point mati |
Periksa
kabel power dan restart AP |
|
Port
switch tidak menyala |
Port
rusak atau berdebu |
Bersihkan
atau ganti port |
9️ Alat
Bantu Perawatan dan Perbaikan
|
Alat |
Fungsi |
|
LAN
Tester |
Menguji
urutan kabel UTP |
|
Crimping
Tool |
Memasang
konektor RJ-45 |
|
Obeng
set |
Membuka
casing perangkat |
|
Multimeter |
Mengukur
arus dan tegangan |
|
Wireshark |
Menganalisis
lalu lintas data |
|
Wi-Fi
Analyzer |
Melihat
kekuatan sinyal |
|
Cleaning
Kit |
Membersihkan
port dan perangkat |
|
Logbook |
Mencatat
kegiatan perawatan |
🔟
Dokumentasi dan Logbook
Semua
hasil perawatan dan perbaikan harus dicatat pada logbook jaringan agar
mudah dipantau dan dianalisis.
Contoh
Format Logbook:
|
Tanggal |
Kegiatan |
Perangkat |
Hasil |
Teknisi |
|
11/11/2025 |
Ganti
kabel LAN rusak |
Komputer
07 |
Normal |
Rawi |
|
12/11/2025 |
Update
firmware AP |
TP-Link
Archer C6 |
Berhasil |
Rawi |
11️
Studi Kasus
Kasus:
Beberapa komputer di laboratorium SMK Bakti 17 tidak dapat mengakses internet,
namun masih bisa ping antar komputer.
Analisis:
- Kabel jaringan baik, artinya
masalah bukan di sisi fisik.
- Gateway atau DNS mungkin
bermasalah.
Langkah
Perbaikan:
- Periksa IP dan gateway
menggunakan ipconfig.
- Ubah DNS ke 8.8.8.8 (Google
DNS).
- Uji ping google.com →
berhasil.
Kesimpulan:
Masalah berasal dari DNS server sekolah yang tidak aktif.
12️
Rangkuman
- Perawatan jaringan penting
untuk menjaga kinerja dan mencegah kerusakan.
- Ada dua jenis perawatan: preventif
(rutin) dan korektif (perbaikan).
- Troubleshooting dilakukan
secara sistematis: identifikasi, analisis, perbaikan, uji ulang,
dokumentasi.
- Penggunaan alat bantu dan
logbook mempercepat perawatan dan memperkuat keprofesionalan teknisi.
EVALUASI
BAB 3
ðŸ§
A. Pilihan Ganda (20 Soal)
Pilih
jawaban yang paling tepat (A, B, C, D, atau E)!
- Tujuan utama perawatan jaringan
adalah …
A. Menambah kapasitas jaringan
B. Mencegah kerusakan dan menjaga kinerja
C. Mengurangi jumlah perangkat
D. Menghapus konfigurasi lama
E. Menonaktifkan perangkat lama - Perawatan yang dilakukan secara
rutin disebut …
A. Korektif
B. Kuratif
C. Preventif
D. Reaktif
E. Otomatis - Perawatan korektif dilakukan
ketika …
A. Belum ada kerusakan
B. Diperlukan update firmware
C. Gangguan sudah terjadi
D. Pengujian rutin dilakukan
E. Instalasi jaringan baru - Alat yang digunakan untuk
menguji kabel jaringan adalah …
A. Multimeter
B. Crimping tool
C. LAN Tester
D. Switch
E. Access Point - Firmware Access Point perlu
diperbarui untuk …
A. Menghapus data lama
B. Meningkatkan performa dan keamanan
C. Mengganti alamat IP
D. Menghemat bandwidth
E. Mengurangi sinyal - Fungsi utama logbook jaringan
adalah …
A. Menyimpan file konfigurasi
B. Mencatat hasil perawatan dan perbaikan
C. Menyimpan data user
D. Mengatur DHCP server
E. Melacak virus jaringan - Kabel UTP yang rusak dapat
diketahui dengan …
A. Tracert
B. PING
C. LAN Tester
D. Wireshark
E. CMD - Perawatan jaringan nirkabel
dilakukan untuk menjaga …
A. Kecepatan CPU
B. Kualitas sinyal Wi-Fi
C. Warna kabel
D. Ukuran file data
E. Jumlah konektor - Access Point sebaiknya
diletakkan di …
A. Sudut ruangan
B. Dekat lantai
C. Tengah dan posisi tinggi
D. Dalam lemari
E. Luar gedung - Backup konfigurasi jaringan dilakukan agar …
A. File hilang
B. Bisa diakses semua orang
C. Data bisa dipulihkan saat error
D. Menambah bandwidth
E. Menghapus bug
✍️ B. Isian Singkat (10
Soal)
- Perawatan yang dilakukan
setelah gangguan terjadi disebut ________.
- Alat untuk menguji sambungan
kabel jaringan adalah ________.
- Kegiatan membersihkan perangkat
dari debu termasuk perawatan ________.
- Dokumen pencatatan hasil
maintenance disebut ________.
- Perintah CMD untuk melihat IP
komputer adalah ________.
- Sinyal Wi-Fi diukur dalam
satuan ________.
- AP yang terlalu dekat tembok menyebabkan
sinyal ________.
- Firmware perlu diperbarui agar
sistem tetap ________.
- DHCP digunakan untuk memberikan
________ secara otomatis.
- IP conflict terjadi jika dua perangkat memiliki ________ yang sama.
🧩
C. Esai (5 Soal)
- Jelaskan perbedaan antara
perawatan preventif dan korektif!
- Sebutkan lima langkah dasar
dalam melakukan troubleshooting jaringan!
- Mengapa dokumentasi sangat
penting dalam perawatan jaringan?
- Jelaskan penyebab umum jaringan
nirkabel mengalami gangguan!
- Bagaimana cara menjaga agar
perangkat jaringan tidak cepat rusak?
13.
Studi Kasus
Kasus:
Laboratorium jaringan sekolah sering mengalami Wi-Fi putus dan lampu indikator di
switch padam sebagian.
Analisis:
- Kemungkinan switch terlalu
panas atau kabel power longgar.
- AP diletakkan terlalu jauh dari
ruang utama.
Langkah
Perbaikan:
- Bersihkan dan beri ventilasi
pada switch.
- Pastikan power supply aman.
- Ubah posisi AP agar jangkauan
lebih luas.
- Uji koneksi menggunakan ping
ke router.
Kesimpulan:
Masalah teratasi setelah perangkat dibersihkan dan AP dipindahkan ke posisi
optimal.
14.
Rangkuman
- Perawatan jaringan penting
untuk menjaga performa dan umur perangkat.
- Terdapat dua jenis perawatan: preventif
(pencegahan) dan korektif (perbaikan).
- Troubleshooting dilakukan
secara sistematis dari identifikasi hingga dokumentasi.
- Penggunaan alat bantu dan
catatan logbook mempermudah pengawasan jaringan.