BAB 8. PEDAGOGIK DAN ETIKA PENGGUNAAN AI
🎯 Tujuan
Pembelajaran
Setelah
mempelajari bab ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Memahami konsep pembelajaran
berbasis proyek (Project-Based Learning) dalam koding dan AI.
- Menjelaskan pendekatan Deep
Learning Approach dalam konteks pendidikan.
- Menerapkan asesmen otentik
untuk menilai kemampuan AI secara nyata.
- Mengidentifikasi isu etika,
privasi, dan tanggung jawab sosial dalam penggunaan AI.
- Melakukan refleksi dan
penilaian akhir terhadap proses belajar AI.
- Mengerjakan proyek akhir
(capstone project) berbasis AI yang berdampak positif bagi sekolah atau
masyarakat.
🧩 1.
Pembelajaran Koding dan AI Berbasis Proyek
📘
Pengertian
Project-Based
Learning (PjBL) adalah
metode pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dengan melibatkan mereka
dalam pembuatan proyek nyata yang relevan dengan dunia kerja atau
kehidupan sehari-hari.
Dalam
konteks AI dan Koding, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga menerapkan
langsung konsep yang dipelajari melalui proyek digital, seperti pembuatan
chatbot, klasifikasi gambar, atau aplikasi sederhana.
🔹 Langkah
umum PjBL:
- Menentukan tema proyek.
Contoh: “AI untuk mendeteksi sampah plastik.” - Melakukan riset sederhana.
Mengumpulkan data dan memahami masalah. - Membuat perencanaan dan desain.
Menentukan tools AI dan tahapan kerja. - Membangun proyek
(implementasi).
Melatih model AI atau membuat aplikasi. - Mempresentasikan hasil.
Menunjukkan solusi kepada guru dan teman. - Refleksi.
Mengevaluasi proses dan hasil belajar.
📌 Analogi:
Belajar AI berbasis proyek seperti belajar memasak sambil benar-benar
membuat makanan, bukan sekadar membaca resep.
🧠 2.
Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning Approach)
Jangan keliru!
Di sini, Deep Learning bukan tentang “jaringan saraf tiruan”, tetapi pendekatan
pembelajaran yang mendalam dan bermakna bagi siswa.
🔹 Ciri-ciri
pendekatan pembelajaran mendalam:
- Peserta didik memahami mengapa
sesuatu penting, bukan sekadar bagaimana.
- Fokus pada pemecahan masalah
nyata.
- Mendorong berpikir kritis,
kreatif, dan reflektif.
- Guru berperan sebagai
fasilitator, bukan hanya pemberi informasi.
📘 Contoh:
Alih-alih hanya belajar perintah Python, siswa diajak membuat proyek “AI
pendeteksi emosi” menggunakan webcam — sehingga memahami penerapan kode dalam
kehidupan nyata.
🧾 3.
Asesmen Otentik dalam Pembelajaran AI
Asesmen
otentik adalah
penilaian berbasis tugas nyata yang menggambarkan kemampuan peserta didik
secara komprehensif.
🔹 Jenis
asesmen otentik dalam AI:
|
Jenis Penilaian |
Contoh Aktivitas |
|
Produk /
Proyek |
Pembuatan
model AI sederhana atau konten digital berbasis AI |
|
Proses |
Dokumentasi
langkah kerja (dataset, model, evaluasi) |
|
Presentasi |
Menjelaskan
hasil proyek di depan kelas |
|
Refleksi
diri |
Menuliskan
pengalaman dan pembelajaran selama proyek |
📍Tujuan:
agar penilaian tidak hanya berfokus pada nilai ujian, tetapi juga proses
berpikir, kreativitas, dan etika penggunaan AI.
⚖️ 4. Isu
Etika, Privasi, dan Tanggung Jawab dalam AI
Dalam dunia
AI, etika menjadi hal penting agar teknologi digunakan dengan aman dan
bermanfaat.
🔹 Isu-isu
utama:
- Privasi Data:
AI sering dilatih dengan data pengguna. Maka, pastikan tidak membocorkan informasi pribadi (nama, alamat, foto, dsb.). - Keadilan dan Non-Diskriminasi:
AI tidak boleh menghasilkan bias terhadap ras, agama, atau gender. - Tanggung Jawab Sosial:
Pengguna AI harus sadar bahwa keputusan AI dapat berdampak pada orang lain. - Keamanan Informasi:
Pastikan proyek AI tidak digunakan untuk hal negatif (seperti spam atau hoaks).
📘 Analogi:
AI seperti “pisau dapur” — bermanfaat untuk memasak, tetapi berbahaya jika
digunakan tanpa tanggung jawab.
🔍 5.
Refleksi dan Penilaian Akhir
Refleksi
adalah proses berpikir kembali tentang apa yang telah dipelajari, bagaimana
belajar itu terjadi, dan apa dampaknya.
💬 Pertanyaan
refleksi yang bisa digunakan:
- Apa tantangan terbesar selama
membuat proyek AI?
- Bagian mana yang paling
menyenangkan atau menantang?
- Apa yang kamu pelajari tentang
etika dan tanggung jawab AI?
- Bagaimana proyekmu bisa
bermanfaat untuk orang lain?
Guru
kemudian menilai berdasarkan:
- Pemahaman konsep
- Keterampilan teknis
- Kreativitas
- Etika dan kolaborasi
🎓 Proyek
Akhir (Capstone Project):
Tema: “AI
untuk Kebaikan”
Peserta
didik membuat proyek konten kreatif berbasis AI yang bermanfaat bagi
sekolah atau masyarakat.
🔹 Langkah-langkah
proyek akhir:
- Identifikasi masalah nyata.
Contoh: kurangnya kesadaran kebersihan di sekolah. - Rancang solusi dengan AI.
Misalnya: membuat poster digital AI tentang kebersihan. - Gunakan tools AI.
(ChatGPT, Canva AI, Teachable Machine, Copilot, dll.) - Produksi dan uji hasil.
Pastikan hasilnya berfungsi atau komunikatif. - Presentasi dan refleksi.
Ceritakan proses, tantangan, dan manfaat proyek.
📍Keluaran
akhir:
Video pendek, poster digital, aplikasi mini, atau chatbot yang mendidik dan
memiliki dampak sosial positif.
📋 Rangkuman
- Pembelajaran AI berbasis proyek
melatih siswa berpikir kreatif dan memecahkan masalah nyata.
- Deep Learning Approach dalam pendidikan berarti
pembelajaran yang mendalam dan bermakna.
- Asesmen otentik menilai hasil
dan proses belajar secara menyeluruh.
- Etika, privasi, dan tanggung
jawab adalah kunci agar AI digunakan dengan aman.
- Refleksi dan proyek akhir
menjadi puncak pembelajaran AI yang bermanfaat bagi masyarakat.
🧠 Soal
Evaluasi
🔹 A.
Pilihan Ganda (10 Soal)
- Pembelajaran berbasis proyek
menekankan pada …
A. Hafalan konsep
B. Tugas individu saja
C. Pembuatan produk nyata
D. Tes pilihan ganda
E. Ceramah guru - Dalam konteks pendidikan, Deep
Learning Approach berarti …
A. Penggunaan jaringan saraf tiruan
B. Belajar yang dangkal
C. Pembelajaran yang mendalam dan bermakna
D. Latihan hafalan kode
E. Belajar cepat tanpa refleksi - Asesmen otentik menilai …
A. Hanya nilai ujian teori
B. Kemampuan nyata peserta didik
C. Jumlah latihan yang dikerjakan
D. Nilai rata-rata kelas
E. Kehadiran di kelas - Salah satu isu etika dalam AI
adalah …
A. Menyimpan data di cloud
B. Menggunakan data tanpa izin
C. Membuat aplikasi
D. Menulis laporan
E. Menginstal software - Prinsip utama tanggung jawab AI
adalah …
A. Menghindari kolaborasi
B. Mengutamakan efisiensi saja
C. Menggunakan AI dengan kesadaran dan etika
D. Menghapus data otomatis
E. Menyembunyikan hasil proyek - Refleksi bertujuan untuk …
A. Mengulang teori
B. Menyadari proses belajar dan hasilnya
C. Menambah tugas baru
D. Menentukan nilai akhir
E. Menilai teman - Contoh asesmen otentik dalam AI
adalah …
A. Ujian hafalan istilah
B. Membuat proyek AI dan mempresentasikannya
C. Mengerjakan kuis daring
D. Mencatat teori di buku
E. Menjawab pertanyaan tertutup - Etika AI berarti …
A. Menggunakan AI tanpa batas
B. Mengabaikan privasi pengguna
C. Menggunakan AI dengan nilai moral dan tanggung jawab
D. Mengutamakan teknologi daripada manusia
E. Menyimpan data secara bebas - Privasi data berarti …
A. Membagikan semua data pengguna
B. Menyimpan data tanpa izin
C. Melindungi informasi pribadi pengguna
D. Menghapus semua data
E. Menyembunyikan proyek - Proyek akhir (capstone project)
bertujuan untuk …
A. Menguji teori
B. Menutup semester
C. Menerapkan pembelajaran AI secara nyata dan bermanfaat
D. Menghafal kode program
E. Menilai ujian teori
🔹 B.
Isian Singkat (5 Soal)
- Pembelajaran berbasis proyek
disebut juga ____________________.
- Asesmen yang menilai kemampuan
nyata peserta didik disebut ____________________.
- Etika dalam AI berkaitan dengan
____________________ dan ____________________.
- Refleksi membantu peserta didik
untuk ____________________.
- Proyek akhir AI harus berdampak
____________________.
🔹 C.
Esai / Studi Kasus (3 Soal)
- Jelaskan perbedaan antara Project-Based
Learning dan pembelajaran tradisional.
- Mengapa isu etika penting dalam
pengembangan AI? Berikan contohnya.
- Ceritakan ide proyek AI yang
menurutmu bermanfaat bagi masyarakat sekolah.