📘 Ringkasan Modul
1. Tujuan Pembelajaran &
Kriteria Keberhasilan
Modul ini bertujuan agar siswa pada
akhir fase F mampu:
- Melakukan instalasi, pengujian, perawatan, dan
perbaikan jaringan kabel & nirkabel
- Memahami standar jaringan nirkabel (indoor &
outdoor), cara kerja, dan memilih perangkat sesuai kebutuhan
- Mengonfigurasi layanan Voice over IP (VoIP)
- Memahami jaringan fiber optic: jenis kabel, alat kerja,
penyambungan, dan sambungannya
- Menunjukkan aspek karakter seperti mandiri, bernalar
kritis, dan bergotong-royong dalam praktik pembelajaran (Scribd)
Kriteria keberhasilan (eviden)
ditetapkan melalui observasi, tes tulis, praktik, dan presentasi. (Scribd)
2. Komponen Jaringan Nirkabel
Komponen utama jaringan nirkabel
meliputi:
- Access Point (AP)
Menyediakan konektivitas antara perangkat klien dan jaringan. AP bisa juga berfungsi sebagai bridge untuk menghubungkan dua segmen jaringan secara nirkabel (mis. dua gedung). Untuk penggunaan bridge, diperlukan jalur pandang bebas (line of sight) dan pemilihan antena (omni atau directional). (Scribd) - Klien Device
Perangkat pengguna yang memiliki adaptor nirkabel (WiFi) seperti laptop, smartphone, tablet. (Scribd) - Switch
Sebagai pengatur aliran paket di jaringan kabel; dalam jaringan campuran (kabel + nirkabel), switch menjadi hub penghubung antar segmen kabel dan nirkabel. (Scribd) - Media Kabel
Meskipun jaringan nirkabel, masih digunakan kabel (mis. kabel UTP, kabel koaksial) untuk backhaul atau sambungan kabel ke perangkat. (Scribd)
Detail media kabel:
- Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair)
- Terdapat versi shielded & unshielded
- Kategori: Cat5, Cat5e, Cat6, dan lain-lain
- Pola pemasangan: straight-through (untuk antar
perangkat berbeda) dan crossed (kadang untuk perangkat sejenis) (Scribd)
- Kabel Koaksial
- Digunakan untuk koneksi jarak jauh dan juga antara AP
dan antena
- Terdiri dari jenis thick coaxial (jarak
lebih jauh) dan thin coaxial (untuk jaringan lokal) (Scribd)
- Standar 802.11 (a / b / g / lain-lain)
- 802.11a (5 GHz): lebih sedikit interferensi, namun
memerlukan line of sight
- 802.11b / g (2,4 GHz): rentan terhadap interferensi
dari dinding, besi, air
- Pada 2,4 GHz tersedia 14 channel; channel 1, 6, dan 11
ideal agar tidak overlap/interferensi (Scribd)
- Mekanisme akses medium: mirip CSMA/CD di Ethernet,
dalam nirkabel disebut metode distribusi (Distribution Coordination
Method) atau CSMA/CA (Scribd)
3. Instalasi & Konfigurasi
Jaringan Kabel & Nirkabel
Persiapan
- Analisis kebutuhan jaringan: jumlah pengguna,
kapasitas, cakupan area
- Menentukan topologi jaringan (star, mesh, tree, hybrid)
- Menentukan IP addressing
- Menyiapkan alat: kabel UTP, konektor RJ-45, crimping
tool, LAN tester, access point, router, switch, dsb. (Scribd)
Langkah Instalasi Kabel
- Menata jalur fisik kabel agar tersusun rapi dan bebas
gangguan
- Memotong, mengupas, dan memasang konektor RJ-45
(crimping)
- Sambungkan antara perangkat: modem → router → switch →
klien
- Konfigurasi perangkat (IP, routing, VLAN jika ada)
Langkah Instalasi Nirkabel
- Penentuan lokasi AP agar cakupan optimal
- Pastikan line of sight jika membangun bridge
- Pilih dan pasang antena (omni atau directional)
- Hubungkan AP ke switch/router via kabel
- Setting SSID, enkripsi (WPA2/WPA3), kanal radio, output
daya
- Uji sinyal (RSSI), throughput
Konfigurasi VoIP
- Prinsip dasar: mengubah suara menjadi paket data IP
- Menetapkan QoS agar paket suara diprioritaskan
- Konfigurasi server PBX, IP Phone, gateway
- Integrasikan VoIP dalam jaringan kabel & nirkabel
agar dapat berjalan mulus
4. Pengujian, Perawatan,
Troubleshooting
Pengujian Kabel
- Gunakan LAN tester untuk memeriksa
continuity dan wire map
- Uji throughput, latency, jitter
- Cek potensi kesalahan pada konektor, kabel rusak,
sambungan longgar
Pengujian Nirkabel
- Uji kekuatan sinyal (RSSI), coverage
- Uji kecepatan (upload/download) dan latency
- Uji roaming antara AP (jika ada banyak AP)
Perawatan Rutin
- Membersihkan perangkat dan lingkungan
- Memeriksa konektor dan kabel
- Monitoring performa jaringan
- Update firmware perangkat (router, AP)
Troubleshooting
- Identifikasi gejala (misalnya: tidak bisa konek, sinyal
drop, lambat)
- Metode eliminasi: cek kabel → cek konfigurasi → cek
perangkat
- Jika ditemukan komponen rusak, ganti atau perbaiki
5. Asesmen & Penilaian
- Asesmen Awal (formatif):
wawancara / tanya jawab untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai
jaringan kabel/nirkabel (Scribd)
- Asesmen Proses:
LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik), observasi dalam praktikum, presentasi
kelompok (Scribd)
- Asesmen Sumatif:
Tes tertulis, praktik instalasi & pengujian jaringan (Scribd)
Penilaian praktik menggunakan
rubrik: persiapan (10 %), proses (40 %), hasil (40 %), waktu (10 %). Nilai
dikonversi menjadi skala kompetensi. (Scribd)
✅ Contoh Soal
Berikut contoh soal yang sesuai
dengan modul:
- Jelaskan perbedaan antara jaringan kabel dan jaringan
nirkabel.
- Sebutkan komponen utama jaringan nirkabel dan fungsinya
masing-masing.
- Bagaimana cara memilih channel pada jaringan 2,4 GHz
agar tidak terjadi interferensi?
- Jelaskan langkah-langkah dalam instalasi jaringan kabel
dari modem sampai klien.
- Jelaskan bagaimana QoS diterapkan dalam jaringan yang
menggunakan VoIP agar panggilan suara tetap lancar meskipun jaringan
padat.
- Anda diberi kabel UTP yang sudah terpasang RJ-45 di
kedua ujungnya. Bagaimana cara menguji kabel tersebut menggunakan LAN
tester?
- Dalam jaringan nirkabel, jika dua AP menggunakan
channel yang berdekatan (misalnya 4 dan 6), apa risiko yang mungkin
terjadi?
- Sebutkan langkah-langkah troubleshooting jika klien
tidak dapat terkoneksi ke AP meskipun sinyal terlihat ada.
🧩 Studi Kasus
Kasus 1: Kantor Cabang Terpisah
Sebuah perusahaan memiliki kantor
pusat dan kantor cabang berjarak sekitar 500 meter.
Kedua gedung berada pada pandangan bebas (line of sight). Biaya untuk menarik
kabel sangat mahal. Pihak IT ingin menghubungkan jaringan dua gedung tersebut
agar semua perangkat berada dalam satu jaringan lokal yang bisa “terlihat” satu
sama lain (mis. berbagi file server, VoIP antar gedung).
Tugas siswa:
- Rancanglah solusi jaringan antara dua gedung tersebut
(kabel vs nirkabel)
- Pilih perangkat (AP, antena) yang cocok
- Tentukan kanal, daya output, konfigurasi (bridge atau
point-to-point)
- Sebutkan cara pengujian dan langkah-langkah mitigasi
gangguan
Contoh jawaban ringkas:
- Gunakan dua Access Point yang dikonfigurasikan dalam
mode bridge point-to-point
- Gunakan antena directional (bi-directional) agar sinyal
fokus antar gedung
- Gunakan frekuensi 5 GHz (mis. 802.11a atau n) agar
interferensi rendah
- Atur channel agar tidak overlap
- Uji konektivitas (ping, throughput)
- Jika gangguan, periksa penyebab: cuaca, benda
penghalang, sudut antena, power