BAB I
KEBIJAKAN PENGGUNAAN
JARINGAN
A. PENGERTIAN
Keamanan jaringan adalah bentuk pencegahan atau deteksi pada hal yang bersifat gangguan dan akses tak seharusnya pada Sistem Jaringan Komputer. Langkah‐langkah pencegahan membantu menghentikan pengguna yang tidak sah yang disebut “penyusup” untuk mengakses setiap bagian dari sistem jaringan komputer.
Apa itu Keamanan Jaringan?
Keamanan jaringan adalah upaya untuk
melindungi sistem jaringan komputer dan data yang ada di dalamnya dari akses,
penggunaan, pengungkapan, gangguan, modifikasi, atau penghancuran yang tidak
sah. Singkatnya, keamanan jaringan bertujuan untuk menjaga agar data tetap aman
dan terkendali.
Mengapa Keamanan Jaringan Penting?
- Kerugian Finansial:
Serangan siber dapat menyebabkan kerugian finansial yang besar, baik bagi
individu maupun organisasi.
- Kerusakan Reputasi:
Serangan siber dapat merusak reputasi suatu organisasi.
- Kehilangan Data:
Data yang bersifat sensitif seperti data pribadi atau data bisnis dapat
hilang atau dicuri.
- Gangguan Operasional:
Serangan siber dapat mengganggu operasional bisnis atau layanan publik.
Ancaman terhadap Keamanan Jaringan
- Malware:
Perangkat lunak berbahaya seperti virus, worm, dan Trojan horse.
- Phishing:
Serangan yang menipu pengguna untuk memberikan informasi pribadi.
- Denial of Service (DoS): Serangan yang bertujuan untuk membuat suatu layanan
tidak dapat diakses.
- Man-in-the-Middle Attack: Serangan yang dilakukan oleh penyerang yang
menyisipkan dirinya di antara dua komunikasi yang sah.
- Social Engineering:
Serangan yang memanfaatkan kelemahan manusia untuk mendapatkan akses yang
tidak sah.
Tujuan Keamanan jaringan komputer adalah untuk mengantisipasi resiko jaringan
komputer berupa bentuk ancaman fisik maupun logik baik langsung ataupun tidak
langsung mengganggu aktivitas yang sedang berlangsung dalam jaringan komputer.
Keamanan jaringan sangat penting dilakukan untuk memonitor akses jaringan dan
mencegah penyalahgunaan sumber daya jaringan yang tidak sah. Tugas keamanan
jaringan dikontrol oleh administrator jaringan. Segi‐segi keamanan
didefinisikan dari kelima point ini.
- Confidentiality = Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
- Integrity = Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
- Availability = Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
- Authentication = Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
- Nonrepudiation = Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.
B. Kebijakan Pengguna
Jaringan
Kebijakan Organisasi
Adalah suatu kebijakan
organisasi, istansi atau lembaga dalam ruang lingkup keamanan jaringanuntuk
akses pada sistem jaringan di tempat tersebut. Diantara contoh dari kebijakan organisasi
adalah :
- Tata kelola sistem komputer
- Pengaturan kerapian pengkabelan
- Pengaturan akses wi‐fi
- Manajemen data organisasi
- Sinkronisasi antar sub‐organ
- Manajemen Sumber Daya
- Maintenance dan Checking berkala
1.2.2 Etika Menggunakan Jaringan
Setiap kita melakukan
suatu kegiatan pasti ada aturan atau etika yang harus dilakukan, karena jika
tidak bisa berdampak negative bagi kita sendiri maupun orang lain. Begitu juga
saat menggunakan jaringan kita juga harus memperhatikan etika‐ etika yang
berlaku. Diantaranya etika tersebut adalah:
- Memahami Akses Penggun
- Memahami kualitas daya Organisasi
- Pengaturan penempatan sub‐organ
1.2.3 Kebijakan Mengakses Komputer
Dalam suatu kebijakan pengguna jaringan, tidak jarang juga terdapat
kebijakan pengguna saat
mengakses computer, diantaranya adalah :
- Manajemen pengguna
- Manajemen sistem komputer
- Manajemen waktu akses
Mekanisme Pertahanan
- Firewall:
Sistem keamanan jaringan yang berfungsi sebagai filter untuk lalu lintas
data yang masuk dan keluar dari jaringan.
- Intrusion Detection System (IDS): Sistem yang mendeteksi aktivitas yang mencurigakan
pada jaringan.
- Intrusion Prevention System (IPS): Sistem yang mencegah terjadinya serangan siber.
- Antivirus:
Perangkat lunak yang mendeteksi dan menghapus virus.
- Sistem Autentikasi:
Sistem yang digunakan untuk memverifikasi identitas pengguna.