1.3 Memahami Pengalamatan Jaringan, CIDR, dan VLSM serta Menghitung Subnetting
📘 Materi: Pengalamatan Jaringan, CIDR, VLSM, dan Subnetting
A. Pendahuluan
Dalam membangun sebuah jaringan komputer, kita tidak hanya membutuhkan perangkat keras (router, switch, kabel), tetapi juga sistem pengalamatan agar setiap perangkat dapat berkomunikasi. Sistem pengalamatan ini menggunakan alamat IP (Internet Protocol) yang bersifat unik untuk setiap host di jaringan.
Selain itu, untuk efisiensi dan pembagian jaringan, digunakan konsep CIDR (Classless Inter-Domain Routing), VLSM (Variable Length Subnet Mask), serta teknik subnetting.
B. Pengalamatan Jaringan (IP Address)
1. Definisi
Alamat IP adalah identitas numerik unik yang diberikan kepada setiap perangkat dalam jaringan agar bisa saling berkomunikasi.
2. Jenis IP Address
-
IPv4: terdiri dari 32 bit (contoh: 192.168.1.1).
-
IPv6: terdiri dari 128 bit (contoh: 2001:0db8:85a3::8a2e:0370:7334).
3. Struktur IPv4
IP Address terbagi menjadi dua bagian:
-
Network ID: menunjukkan alamat jaringan.
-
Host ID: menunjukkan alamat host/perangkat dalam jaringan.
Contoh: 192.168.1.10/24
-
Network ID: 192.168.1.0
-
Host ID: perangkat dari 192.168.1.1 sampai 192.168.1.254
C. CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
1. Definisi
CIDR adalah metode penulisan alamat IP dengan notasi prefix (slash) untuk menunjukkan subnet mask.
Contoh:
-
192.168.1.0/24 → subnet mask 255.255.255.0
-
10.0.0.0/16 → subnet mask 255.255.0.0
2. Fungsi CIDR
-
Menghemat penggunaan alamat IP.
-
Membuat jaringan lebih fleksibel.
-
Mendukung subnetting.
D. VLSM (Variable Length Subnet Mask)
1. Definisi
VLSM adalah teknik subnetting dengan panjang subnet mask yang bervariasi sesuai kebutuhan jaringan.
Artinya, satu alamat jaringan bisa dibagi menjadi subnet-subnet kecil dengan ukuran berbeda.
2. Kelebihan VLSM
-
Lebih efisien dalam penggunaan IP Address.
-
Memungkinkan perencanaan jaringan sesuai kebutuhan (besar atau kecil).
E. Subnetting
1. Definisi
Subnetting adalah pembagian jaringan IP menjadi beberapa jaringan kecil (subnet).
Tujuannya agar:
-
IP address lebih efisien.
-
Memisahkan jaringan berdasarkan fungsi/divisi.
-
Memudahkan manajemen dan keamanan.
2. Rumus Subnetting IPv4
-
Jumlah subnet = 2^n (n = jumlah bit yang dipinjam dari host).
-
Jumlah host per subnet = 2^h – 2 (h = jumlah bit host).
F. Contoh Perhitungan Subnetting
Contoh 1:
Diberikan IP 192.168.10.0/24 ingin dibagi menjadi 4 subnet.
-
Subnet mask awal: /24 → 255.255.255.0
-
Host bit = 8
-
-
Untuk membuat 4 subnet → butuh 2 bit (2^2 = 4).
-
Subnet mask baru = /26 → 255.255.255.192
-
-
Jumlah host per subnet = 2^6 – 2 = 62 host
-
Hasil subnet:
-
Subnet 1: 192.168.10.0 – 192.168.10.63
-
Subnet 2: 192.168.10.64 – 192.168.10.127
-
Subnet 3: 192.168.10.128 – 192.168.10.191
-
Subnet 4: 192.168.10.192 – 192.168.10.255
-
Contoh 2 (VLSM):
IP 192.168.1.0/24 dibagi untuk:
-
Jaringan A: 100 host
-
Jaringan B: 50 host
-
Jaringan C: 25 host
-
Jaringan D: 10 host
-
Tentukan subnet berdasarkan kebutuhan terbesar:
-
100 host → butuh 128 alamat → subnet /25 (255.255.255.128)
-
50 host → butuh 64 alamat → subnet /26 (255.255.255.192)
-
25 host → butuh 32 alamat → subnet /27 (255.255.255.224)
-
10 host → butuh 16 alamat → subnet /28 (255.255.255.240)
-
-
Pembagian:
-
Jaringan A: 192.168.1.0 – 192.168.1.127
-
Jaringan B: 192.168.1.128 – 192.168.1.191
-
Jaringan C: 192.168.1.192 – 192.168.1.223
-
Jaringan D: 192.168.1.224 – 192.168.1.239
-
G. Kesimpulan
-
IP Address adalah identitas unik perangkat di jaringan.
-
CIDR membantu efisiensi alamat IP dengan notasi prefix.
-
VLSM memungkinkan penggunaan subnet mask bervariasi sesuai kebutuhan.
-
Subnetting adalah teknik dasar untuk membagi jaringan agar lebih efisien, aman, dan terorganisir.
📌 Latihan Pemahaman:
-
Jelaskan perbedaan CIDR dengan VLSM!
-
Dari IP 192.168.20.0/24, buat subnetting untuk 8 jaringan.
-
Mengapa dalam subnetting jumlah host dihitung dengan rumus 2^h – 2?