Cara Konfigurasi Firewall Menggunakan Cisco Packet Tracer
Cara Konfigurasi Firewall Menggunakan Cisco
Packet Tracer
Dalam dunia teknologi informasi, konfigurasi
firewall merupakan langkah penting untuk menjaga keamanan jaringan.
Pada artikel ini, kita akan membahas panduan
langkah demi langkah untuk melakukan konfigurasi firewall menggunakan software
Cisco Packer Tracer.
Dengan mengikuti panduan ini, kamu akan mampu
melindungi jaringan dengan konfigurasi firewall dari ancaman yang mungkin
timbul.
Mengenal Konfigurasi Firewall
Firewall adalah sistem keamanan yang
berfungsi untuk melindungi jaringan komputer dari serangan yang
tidak diinginkan.
Firewall bekerja dengan cara memantau dan
mengontrol lalu lintas data yang masuk dan keluar dari jaringan.
Dengan melakukan konfigurasi firewall dengan
baik, kamu dapat membatasi akses tidak sah dan mencurigakan ke jaringan yang sedang
digunakan.
Simak cara membuat Dynamic Routing Mode CLI di
Cisco Packet Tracer dengan 2 router dan cara menyimpan, menghapus, backup, dan
restore konfigurasi Cisco Packet Tracer.
Langkah-langkah Konfigurasi Firewall dengan
Cisco
1. Buka
Aplikasi Konfigurasi Firewall
Pertama-tama, buka aplikasi untuk konfigurasi
firewall, yaitu menggunakan software Cisco Packet Tracer. Jadi, pastikan
software tersebut sudah terinstal di PC atau laptop yang kamu
gunakan.
2. Mengatur Server dan Switch
Pada lembar kerja, tambahkan satu server,
satu switch, dan tiga PC atau lebih di Cisco Packet Tracer. Setelah itu,
tambahkan connection untuk menyambungkan antarperangkat.
Untuk pemula bisa menggunakan automatic
choose connection untuk mempermudah tahapan ini. Sambungkan server ke switch
dan switch ke tiga PC tadi menggunakan connection tersebut.
Sebelum melanjutkan konfigurasi, pastikan
bahwa server sudah terhubung dengan baik. Pastikan juga bahwa switch-switch
yang digunakan telah diatur dengan benar.
`
Klik dua kali pada bagian nama perangkat dan
kamu bisa mengubahnya dengan IP Address yang kamu gunakan. Sebagai contoh, pada
ketiga perangkat menggunakan IP Address sebagai berikut:
Server: 192.168.10.1
PC 1: 192.168.10.2
PC 2: 192.168.10.3
PC 3: 192.168.10.4
Jika semua komponen perangkat telah
terhubung, kamu dapat melanjutkan ke langkah berikutnya.
3. Konfigurasi Awal
Setelah semua komponen terhubung, masuk ke
pengaturan server dengan klik pada gambar Server untuk melakukan konfigurasi
awal.
Masuk ke menu Services, pilih DNS, dan
aktifkan DNS Service dengan memilih opsi On. Lalu, berikan nama pada Resource
Records sesuai keinginan dan ketikkan 192.168.10.1 pada kolom Address. Klik
Save untuk menyimpan pengaturan DNS Server.
Lanjutkan proses ini dengan masih di tab
Services dan pilih menu Email di sebelah kiri window yang sedang terbuka saat
ini dan masukkan Domain Name, User, dan Password bebas sesuai keinginan.
Setelah itu, tekan tombol + yang ada di sebelah kanan.
Buat user sebanyak jumlah PC yang kamu
gunakan untuk mengonfigurasi firewall di Cisco Packet Tracer.
Pindah ke tab Desktop dan di menu IP
Configuration, kolom IP Address isikan dengan 192.168.10.1 (ini adalah IP
Address dari Server yang kamu buat).
Tambahkan juga Subnet Mask 255.255.255.0 dan
DNS Server sama seperti IP Address Server, yaitu 192.168.10.1.
Klik gambar PC 1 dan masuk ke tab Desktop.
Masukkan kolom IP Address sesuai dengan IP Address pada PC, Subnet Mask
255.255.255.0, Default Gateway 192.168.10.1, dan DNS Server 192.168.10.1.
Ulangi langkah di atas pada PC 2 dan PC 3
dengan mengganti kolom IP Address sesuai IP Address yang digunakan di
masing-masing perangkat PC.
4. Mengatur Web Browser
Setelah konfigurasi awal selesai, cek hasil
pengaturan ke web browser untuk memastikan bahwa koneksi internet sudah
berfungsi dengan baik. Pastikan kamu mendapatkan hasil yang diinginkan saat
mencoba membuka halaman web.
Klik pada salah satu PC, misalnya PC 1,
kemudian pada tab Desktop, klik gambar Web Browser. Pada kolom URL yang
tersedia, ketikkan Domain Name yang sudah dibuat tadi dan coba tes apakah
konfigurasi sudah bekerja dengan baik atau belum.
5. Konfigurasi Email
Pada pengaturan PC, pergi ke tab Desktop dan
klik Email. Kamu bisa mencoba menggunakan pengaturan email seperti di bawah ini
dan bisa menyesuaikannya dengan preferensi masing-masing.
Klik tombol Save untuk menyimpan perubahan
konfigurasi Email Lakukan prosedur yang sama pada PC lainnya.
5. Konfigurasi Firewall
Sekarang kita akan beralih ke konfigurasi
firewall. Konfigurasi ini dapat dilakukan dengan mengatur aturan-aturan yang
diperlukan sesuai kebutuhan.
Klik pada salah satu PC dan masuk ke tab
Desktop, cari dan klik opsi Firewall.
Pada kolom Remote IP masukkan IP Address yang
digunakan pada perangkat, sebagai contoh 192.168.10.3. Masukkan 0.0.0.0 pada
kolom Remote Wildcard Mask. Klik Add untuk menambahkan Service pada konfigurasi
Firewall.
Tambahkan Service baru sebanyak dua atau
lebih sesuai jumlah PC. Bedanya, Action yang digunakan adalah Allow dengan
menggunakan IP Address sesuai yang terdapat pada perangkat.
6. Verifikasi Konfigurasi
Setelah semua konfigurasi selesai, verifikasi
keberhasilan konfigurasi firewall dengan melakukan beberapa pengujian.
Coba tes dengan mengirimkan mail ke PC yang
dituju dan bisa kamu lihat jika Successfull, berarti PC tersebut menggunakan
Action Allow atau diperbolehkan dan apabila Failed, PC tersebut diblokir oleh
Firewall karena Action Deny.
Dalam artikel ini, kita telah membahas
langkah-langkah untuk melakukan konfigurasi firewall menggunakan software Cisco
Packet Tracer.
Pastikan untuk mengikuti panduan ini dengan
seksama dan melaksanakan konfigurasi sesuai dengan kebutuhan dan preferensi
masing-masing. Dengan demikian, kamu dapat menjaga keamanan jaringan dengan
efektif.